
Henny terkejut saat ada yang memanggil namanya di antara Istri Julian. Dia melihat wanita itu dengan seksama. Namun, karena Julian telah menyempurnakan kecantikan Larisa, Henny tentu tidak mengenalinya.
"Kamu mengenalnya, Larisa?" tanya Celia penasaran.
Larisa mengangguk, dia menghampiri Henny dan menggenggam kedua tangannya. "kamu Henny Carter kan? Sudah lama sekali aku tidak mendengar kerabatku, aku senang banget kalian masih ada."
Larisa tanpa sadar meneteskan air matanya, karena selama puluhan tahun lamanya dia tidak melihat kerabatnya sekalipun.
"Nyonya, anda mengenal saya?" tanya Henny yang masih belum mengenali Larisa.
"Ya ampun Henny, ini aku Larisa Duke, kita pernah main bersama saat kita masih kecil dulu." Larisa menegaskan namanya.
Umur Larisa memang hanya terpaut lima tahun dengan Henny, dulu Larisa selalu bermain dengan Larisa saat Henny masih tinggal di Vlasir. Namun, setelah dewasa mereka los kontak satu sama lain.
Henny sekarang berumur 33 tahun sementara Larisa 38 tahun, sudah jelas kalau Jacob menjadikan orang yang seharusnya menjadi seorang Ibu malah menjadi kekasihnya.
__ADS_1
Tentu saja semua orang yang ada di sana terkejut, pasalnya mereka semua tidak tahu kalau Henny hampir seumuran dengan Larisa, padahal tanpa karunia dari Sistem tapi Henny tampak masih berumur dua puluhan tahun.
"Kak Larisa Duke, ya ampun, Kakak kemana saja, kami mengira kakak tidak selamat waktu kejadian dua puluh tahun yang lalu." Henny memeluk erat Larisa sambil menangis.
Jacob tercengang dengan kenyataan tersebut, dia tidak tahu harus tertawa atau menangis, siapa yang menyangka kalau dirinya akan mencintai adik ibu tirinya.
Julian menghampiri Jacob, dia menyenggol bahu anaknya dan menggodanya. "ternyata selera kamu sama ibu-ibu juga, Ayah jadi takut kamu naksir dengan Ibu tirimu."
Jacob terkejut dengan pernyataan Ayahnya. "mana ada Ayah, aku tidak segila itu."
"Awas saja kalau kamu berani menatap aneh Ibu-Ibumu." ancam Julian dengan seringai jahat.
"Ayolah Ayah, aku tidak mungkin seperti itu." jawab Jacob tidak berdaya.
"Bhahaha... Aku hanya bercanda, sudah ayo kita makan malam dulu, lanjutin ngobrolnya nanti saja, kasihan Paman kalian sudah menunggu dari tadi."
__ADS_1
"Baik Ayah." Jacob mengajak ketiga kekasihnya ke meja makan, mereka duduk di samping Jacob tentunya.
Larisa terlihat sangat perhatian dengan Henny, sampai-sampai dia duduk di sampingnya, dia begitu bersemangat saat tahu kalau keluarga Carter masih hidup, apa lagi akan menjadi keluarganya nanti.
Semua yang ada di sana terlihat sangat bahagia, hanya Darius yang berwajah masam, tentunya karena melihat Jacob mewarisi Ayahnya yang mudah menggaet wanita.
"Kamu kenapa kak?" tanya Julian kepada kakaknya itu.
Darius menghela napas. "nasib anakmu sama saja sepertimu, dia sangat beruntung, padahal dulunya dia lebih rendah dari aku."
Julian tahu maksud kakaknya itu, dia menyeringai dan membisikkan sesuatu pada Darius. "asal kakak tahu, Jacob sebenarnya hanya pura-pura punya kelainan, agar kakak tidak stres."
Darius sontak saja marah. "Julian!"
"Hahahaha... Jangan marah kak, malu di lihat ponakan kamu tuh." Julian menunjuk anak-anaknya.
__ADS_1
Darius tersenyum getir, dia hanya bisa menghela napas panjang dan menerima takdirnya yang selalu di buat iri oleh adiknya tersebut.