Warisan System Harem

Warisan System Harem
Kenyataan


__ADS_3

Jacob mengernyitkan dahinya, dia melirik apa yang di lihat kedua wanitanya itu, seketika Jacob langsung menutup pintu.


Efek semalam dan pagi tadi saja sama Henny masih terasa, jika dia melanjutkan dengan mereka tentu saja Jacob takut tidak bisa kemana-mana.


Jacob langsung menutup pintu kamarnya rapat-rapat, dia membatin "kenapa jadi seperti ini? Apakah Ayah juga seperti ini? Tapi kenapa Ayah baik-baik saja dengan puluhan wanita? Lah aku baru satu wanita saja sudah ngilu." Jacob tersenyum getir, dia tidak bisa berpikir bagaimana Ayahnya melakukan hubungan dengan ke sepuluh Ibunya.


Semakin Jacob berpikir, semakin logikanya di putar balikkan, karena faktanya Julian mampu menghadapi ke sepuluh istrinya, dan dia masih mesra sampai sekarang.


Mengingat hal tersebut saja membuat Jacob tersenyum getir, dia tidak percaya kalau ayahnya begitu perkasa.


Sementara itu Jacob mendengar Laura dan Micel yang terkikik geli di luar kamarnya, mereka seperti sedang mengejek Jacob.


Jacob baru menyadari kalau dirinya harus memberikan mereka keadilan, bagaimana kalau dirinya sudah menikah. Membayangkan hal tersebut, membuat Jacob begidik ngeri.


...***...

__ADS_1


Sementara itu di tempat laboratorium orang tidak di kenal, terlihat Monster yang menyerupai manusia sedang berbaris rapi mereka sudah berjumlah ratusan, di ruangan yang seperti Aula.


Pria bermasker yang merupakan pencipta mereka sedang menyuntikan sesuatu pada para Monster itu satu persatu.


Bukan tangan ataupun paha yang dia suntik, di ubun-ubun mereka ada sebuah lubang kecil yang tertutup oleh rambut monster-monster tersebut.


Setelah mendapatkan suntikan, para Monster itu terlihat berevolusi kembali, mereka menumbuhkan sebuah duri-duri seperti landak di punggung mereka.


"Tuan, apa kita akan melepas mereka sekarang?" tanya Asisten pria bermasker yang memiliki wajah separuh di tutup topeng.


"Kita tunggu D Kode siap dulu, baru setelah itu kita runtuhan kekuasaan Julian Lewis!" ucapnya santai sambil menyuntikan serumnya pada Monster.


Kedua orang tersebut seolah memiliki dendam pribadi dengan Julian, entah apa yang telah Julian lakukan sehingga mereka sangat membenci Julian.


Julian tidak pernah menyadari kalau tindakannya yang di anggap seperti pahalawan itu, masih memiliki celah, ada orang-orang yang sakit hati terhadapnya, entah karena apa, tapi semua tindakan pasti memiliki resiko.

__ADS_1


Namun, sepertinya kedua orang itu tidak menganggap niat baik Julian sebagai penolongnya, melainkan mereka malah membenci Julian.


...***...


Hacih....


Julian yang sedang bersantai di Rumah bersin, dia mengusap hidungnya yang terasa gatel tersebut.


"Kamu sakit sayang?" tanya Celia yang sedang bersama Julian.


Julian menggeleng "tidak, hidungku cuma gatal saja, mungkin ada orang yang sedang membicarakan aku."


"Benar juga, kamu kan selama ini tidak pernah sakit, tubuhmu yang kuat itu benar-benar membuat aku iri." ucap Celia tidak berdaya.


Meskipun para Wanita Julian mendapatkan karunia kecantikan dari sistem, tapi itu hanya sebatas kecantikan, semakin tua umur mereka, tentu kondisi tubuhnya akan mengikuti umur mereka, hanya saja tubuh mereka tidak akan terlihat tua saja.

__ADS_1


Berbeda dengan Julian, dia masih sama seperti saat dia muda, karena semua atributnya sudah ada di batas maksimal, jadi mungkin Julian memiliki umur panjang.


Julian sebenarnya menyadari kalau cepat atau lambat, dia akan kehilangan para wanitanya, mengingat mereka tidak seperti dirinya, karena itulah Julian selalu memberikan kasih sayang lebih pada istrinya, dia tidak mau mereka menderita sebelum ajal mereka menjemput.


__ADS_2