
Henny merasa hari ini adalah hari paling indah untuk dirinya dengan kehadiran Jacob di sisinya.
"Jac, apa menurutmu aku jelek?" tanya Henny tiba-tiba.
Jacob mengerutkan keningnya, dia memegang dagu Henny dan menatap wajah wanita dewasa itu lekat-lekat.
Jacob tersenyum "hanya orang bodoh yang menganggap kamu jelek. Kamu cantik, sangat cantik malah."
Henny mengulas sebuah senyum "terima ka... mmmh" suara Henny tertahan ketika Bibirnya di pagut Jacob.
Kali ini Henny tidak menolak, dia sekarang pasrah apa yang akan di lakukan Jacob padanya. Namun, karena keduanya sama-sama pemula, mereka berdua terlihat sangat kaku saat melakukan adegan panas itu.
Napas Henny terdengar memburu, begitupun dengan Jacob, mereka berdua terlihat sudah terhanyut dalam birahi masing-masing.
Wajah Henny merah merona, tatapannya sayu seolah ingin di jamah lebih oleh Jacob. Henny menarik tangan Jacob, mereka berdua kembali ke dalam dan menuju kamar Henny.
Jacob hanya mengikuti kemauan Henny, dia tidak menolak sama sekali dengan ajakan Henny, mungkin karena keberaniannya sudah mencapai 20%, jadi Jacob yang sekarang sudah merasa percaya diri.
__ADS_1
Henny membuka kamarnya dan masuk ke dalam bersama Jacob, dia bergegas menutup pintu dan menguncinya.
Jacob sedikit terkejut, karena Henny begitu agresif, padahal dia pikir Henny orang yang bisa menjaga martabatnya, tapi kenyataan tersebut nyatanya hanya untuk menutupi mata umum, di depan Jacob, Henny sama saja seperti Laura ataupun Micel, dia rela menyerahkan segalanya.
"Jac." Henny memeluk Jacob, dia mendongak ke atas menatap pria pujaannya tersebut.
Jacob balas merangkul Henny, dia langsung mematut kembali Henny di kamarnya, pertarungan daging tidak bertulangpun tidak terelakan, mereka berdua menikmati momen tersebut.
Tangan Jacob mulai bergerilya kesana kemari, ini pertama kalinya dia merasakan sentuhan setiap inci pada tubuh seorang wanita.
Birahi Jacob tidak bisa di tahan lagi, begitu juga dengan Henny, mereka berdua benar-benar sudah melupakan kewarasan mereka.
Hanya dalam hitungan menit, tubuh mereka berdua sudah polos seperti bayi, tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuh keduanya.
[ Daya Pikat Harem terdeteksi dari Henny Carter sebesar 80%, selamat Host mendapatkan 4 poin Daya Pikat, karena target Harem meningkatkan Daya Pikat 40%!
Poin Daya pikat Host sekarang : 6 poin.]
__ADS_1
Henny benar-benar sudah terjerat dalam birahi asmara, bukan hanya birahinya saja yang membuncah, tali rasa ingin memiliki Jacob yang selama ini terpendam sudah tidak terelakan lagi.
"Jac, jangan pernah tinggalkan aku." ucapnya lembut sambil memeluk Jacob.
Jacob melepaskan Henny dan membopongnya, dia tersenyum melihat Henny yang pasrah di tangannya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu." kata-kata manis khas pria keluar dari mulut Jacob.
Jacob membaringkan Henny di atas kasur, wanita dewasa itu hanya tersenyum, dia tidak menolak sama sekali. Henny lupa kalau dia baru pertama kali akan melakukannya dengan seorang pria, dia juga tidak memerhatikan pusaka Jacob yang besarnya seperti pisang raja nangka.
Henny hanya ingin dirinya seutuhnya menjadi seorang wanita dengan melakukannya bersama pria yang dia idamkan.
Jacob menatap belahan sungai yang masih suci itu dengan rumput-rumput liar yang ada di atasnya yang di potong rapi, terlihat kalau Henny sangat menjaga kebersihannya.
"Boleh?" tanya Jacob lembut.
Henny mengangguk lirih, Jacob tersenyum dia bersiap untuk melesakkan senjatanya ke sungai sempit tersebut. Tapi tiba-tiba suara teriakan terdengar dari luar kamar.
__ADS_1
"Henny! Siapa pria yang ada di dalam bersama kamu!" suaranya lantang.
Sontak saja Henny terkejut "A-Ayah!"