Warisan System Harem

Warisan System Harem
Henny Carter menyukai Jacob?


__ADS_3

Jacob mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi, karena dengan Sistem memberikan pemberitahuan, otomatis wanita tersebut tertarik padanya.


"Jacob, silahkan duduk di tempat anda!" berbeda saat memberikan sepucuk surat pada Jacob yang terlihat malu-malu, tapi di dalam kelas, Henny tegas menegur Jacob.


Jelas saja Jacob tersadar, dia melihat keseluruhan ruangan, dimana teman-temannya menatap dirinya dengan aneh. Jacob tersenyum getir dan bergegas duduk di tempatnya.


Jacob tidak fokus dengan apa yang sedang di ajarkan Henny, pikirannya masih berkutat pada pemberitahuan Sistem tentang Henny. Namun, Jacob berusaha membuangnya jauh-jauh, tidak mungkin kalau Henny menyukai dirinya.


Mata Kuliah pun berakhir, teman-teman Jacob semuanya keluar ruangan dengan cepat. Seperti biasa Jacob menjadi orang terakhir yang keluar dari ruangan tersebut.


Ketika Jacob akan keluar, Henny menghentikannya, terlihat wajahnya yang tersipu "jangan lupa baca itu Jacob." ucap lembut sambil meninggalkan Jacob yang keheranan.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Bu Henny jadi seperti itu?" gumam Jacob lirih.


Jacob menghela napas "sudahlah, mana mungkin beliau menyukaiku, lebih baik aku fokus dengan Laura dan Micel saja."


Jacob langsung turun ke bawah, di sana Laura sudah menunggunya sambil bersender di Mobil, dengan Wan's yang ada di sampingnya. Saat melihat Jacob, wajah Laura berseri-seri.


"Maaf, aku lama." ucap Jacob saat sampai di depan Laura.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok, lagian aku juga senang menunggu kamu." jawab Laura sekenanya.


Jacob tersenyum "terima kasih, ayo pulang."


Laura mengangguk, mereka berdua masuk ke dalam Mobil. Wan's seperti biasa menjadi sopir sekaligus nyamuk di sana.


Di dalam Mobil, Jacob bertanya "apa kamu mau jalan dulu atau langsung pulang?"


"Maaf yah Jacob, aku ada tugas, lain kali kita jalannya." jawab Laura dengan nada sendu.


Jacob tersenyum "tidak apa-apa, kalau kamu punya tugas ya sudah, kita jalan nanti saja, toh masih banyak waktu lain kali."


Laura tidak tahu saja kalau Jacob memiliki wanita lain, apa lagi tempat kerjanya persis di seberang Apartemennya.


Jacob mengantar Laura ke Rumahnya, sebelum dia kembali ke Apartemennya, sebelum masuk Apartemen, dia membeli sesuatu di Toko Micel, karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan rutinnya sekarang.


"Jacob!" ucap Micel senang saat melihat pujaan hatinya datang ke Tokonya.


Jacob tersenyum "seperti biasa Micel."

__ADS_1


Micel mengangguk mengerti "tentu saja, kali ini aku beri yang spesial dengan tambahan cinta di dalamnya." ucap Micel genit sebelum menyiapkan pesanan Jacob.


Jacob menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Sambil menunggu pesanannya, Jacob teringat kembali dengan Henny, dia penasaran apakah Henny benar-benar suka padanya, karena Micel dan Laura yang sudah terdeteksi daya pikatnya oleh Sistem, mereka juga tampaknya benar-benar menyukai dirinya, dengan pemikiran itu, Jacob mulai yakin kalau Henny menyukai dirinya.


"Jacob, ini pesanannya, melamun terus gak baik loh." tegur Micel memberikan pesanan Jacob.


Jacob tersadar, dia tersenyum "iya, aku teringat dengan bentuk tubuhmu." ucap Jacob genit sambil mengeluarkan uang seratus dolar dan meninggalkan Micel tanpa meminta kembalian.


Wajah Micel bersemu merah, dia juga masih mengingat jelas, jika pria yang dia sukai telah melihat seluruh tubuhnya.


"Awas saja kamu Jacob." gumam Micel lirih.


Jacob pulang dengan santai, sekarang dia lebih ceria, karena kelainannya perlahan menghilang, di tambah dia sudah bisa berinteraksi dengan lawan Jenis, sehingga membuat dirinya sangat bersemangat menjalani hari-hari barunya.


Jacob menaruh makanan yang dia beli di toko Micel di laci dekat kamarnya, dia kemudian bergegas mencari sepucuk surat yang di berikan Henny padanya.


Jacob menarik napas dalam-dalam dan membuangnya, sebelum dia membuka surat tersebut. Dengan perlahan dia membuka dan membacanya, betapa terkejutnya Jacob saat Henny mengajaknya makan malam, di tambah ada gambar Love di sana dengan nomor WA yang tertera di atasnya.


"Gila! Ini benar-benar gila!" Jacob berteriak di kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2