Warisan System Harem

Warisan System Harem
Sama-Sama Terkejut


__ADS_3

Tentu saja Jacob terkejut saat Henny berkata Ayah dengan lantang, seketika dia langsung berhenti menuntun pusakanya dan menatap wajah Henny.


Henny juga beringsut duduk, mereka berdua yang tadinya sama-sama sudah kehilangan kendali, terpaksa harus menahan birahi masing-masing.


Keduanya mengenakan pakaian masing-masing. Jacob bingung apa yang harus dia katakan pada Ayah Henny.


Henny juga terlihat sangat ketakutan dan bingung. Jacob yang melihat Henny seperti itu dia merasa bersalah.


"Henny! Cepat buka pintunya!" sementara itu di luar kamar, Ayah Henny terus berteriak sambil menggedor pintu dengan sangat keras.


Henny tentu saja sangat ketakutan. Jacob menyimpulkan kalau Henny sebenarnya bukan wanita nakal, karena mana ada wanita nakal takut dengan Ayahnya.


Jacob kemudian teringat dengan statusnya yang merupakan anak dari Julian Lewis, dia pikir dengan mengungkapkan statusnya pasti tidak ada masalah untuknya yang tidak bisa di selesaikan.


Jacob menghirup napas dalam-dalam, dia menggenggam tangan Henny dan menariknya ke arah pintu.

__ADS_1


"Biar aku yang menghadapi." ucapnya percaya diri, meski dalam hati dia sebenarnya ketakutan.


[ Daya Pikat Harem terdeteksi dari Henny Carter sebesar 90%, selamat Host mendapatkan 1 poin Daya Pikat, karena target Harem meningkatkan Daya Pikat 40%!


Poin Daya pikat Host sekarang : 7 poin.]


Tentu saja dengan keberanian Jacob, perasaan Henny merasa hangat, dia menatap Jacob dengan penuh cinta.


Jacob tersenyum getir, ternyata posisi seperti itu bisa menaikkan daya pikat Haremnya, mau senang tapi posisinya sedang dalam masalah.


Jacob membuka kunci pintu kamar Henny, dia langsung membukanya dan mencoba tersenyum di depan Ayah Henny.


"Halo Om, maaf saya lancang berani masuk kamar Henny." ucap Jacob menyapa Ayah Henny.


Pria tua itu hanya terdiam di tempatnya tanpa berbicara sepatah katapun, sehingga Jacob dan Henny merasa ada yang aneh.

__ADS_1


Henny tidak berani buka suara, karena itulah Jacob berusaha mengajak bicara Ayah Henny lagi "Om, halo!"


Jacob mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka Ayah Henny, seketika pria paruh baya dengan rambut yang sudah memutih seluruhnya itu tersadar.


"Tu-Tuan Muda, ternyata anda yang bersama anak saya." Ayah Henny malah berbicara sopan dengan Jacob.


Tentu saja hal tersebut membuat Henny dan Jacob terkejut, mereka berdua saling menatap satu sama lain.


Jacob kembali menatap Ayah Henny "om, mengenal saya?" ucapnya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Te-Tentu saja saya mengenal Tuan Muda, Tuan besar memajang foto anda di seluruh Perusahaannya dan mengatakan kalau anda pewarisnya." ucap Ayah Henny dengan bersemangat.


Kebetulan tersebut tentu saja menambah keberuntungan Jacob, bukan hanya mendapatkan Henny, tampaknya Ayah Henny juga tidak mempermasalahkan kehadirannya.


"Maaf telah mengganggu waktu Tuan muda, silahkan lanjutkan kembali." ucap Ayah Henny dengan sopan, dia kemudian menatap anaknya "layani Tuan muda dengan baik Henny, jangan bikin dia kecewa, Ayah pergi dulu."

__ADS_1


Dengan gampangnya Ayah Henny menyerahkan Putrinya begitu saja dengan Jacob. Bukannya mendapatkan kemarahan Ayahnya, tapi malah mendapatkan restu.


Jacob dan Henny saling menatap mereka berdua tersenyum getir, tapi Jacob yang sudah penasaran dengan Henny, dia menarik Henny ke dalam lagi dan mengunci pintu kamar kembali, lagi pula sudah di berikan ijin, Jacob sudah tidak mau naif lagi.


__ADS_2