
Wan's berdiri dengan menyambut uluran tangan Bee. dia yang sudah tidak terlihat seperti manusia lagi, karena kulit luarnya terkena cakaran Monster Monyet tadi.
"Bee, kamu antarkan Tuan Muda ke Universitas terlebih dahulu, aku mau pulang ke tempat Tuan Darius." ucap Wan's langsung.
Bee mengangguk mengerti "baiklah, aku juga sekalian akan mengantar Nona muda." jawab Bee setuju.
Wan's langsung melesat pergi sebelum banyak orang yang melihatnya, sementara polisi yang sudah tahu tentang pengawal Keluarga Lewis, tentu saja mereka tidak akan bicara yang tidak-tidak tentang mereka pada orang-orang.
"Nona Bee, terima kasih!" ucap Kepala polisi yang ada di sana yang langsung menghampiri Bee.
"Sudah jadi tugas kami, aku permisi dulu." ucap Bee sopan yang menuju Mobil Katrina.
Kepala Polisi menghela napas lega, untung saja, sepuluh Robot pengawal keluarga Lewis ada di sana, jadi kerusakan yang di akibatkan oleh Monster tersebut tidak terlalu parah.
"Nona Muda, kita akan pergi bersama Tuan Muda Jacob, apa anda tidak keberatan?" tanya Bee sopan dan lembut.
"Baiklah, dimana Mobil Kak Jacob?" Katrina tidak menolak sama sekali, karena dia melihat Wan's yang rusak cukup parah.
"Di sana Nona." Bee menunjuk Mobil Jacob.
Katrina langsung turun dari Mobilnya dan menghampiri Mobil Jacob bersama dengan Bee. Dia tidak banyak bertanya pada Bee.
__ADS_1
Katrina merupakan wanita yang cukup pendiam, di antara anak-anak Julian, selain Jacob, mungkin Katrina yang jarang berbicara dengannya.
Katrina masuk ke dalam Mobil bersama dengan Bee, tentu saja Laura terkejut saat Melihat Katrina dan seorang wanita masuk Mobil Jacob.
Berbeda dengan Jacob yang langsung bertanya "kemana Wan's, Bee?"
"Dia terluka Tuan Muda, saya akan mengantar anda, menggantikan Wan's." jawab Bee datar.
Jacob mengangguk mengerti, dia melihat ke arah Katrina dan mencondongkan badannya untuk sedikit menjewer adiknya tersebut.
"Kamu ini kebiasaan yah, sapa kakakmu terlebih dahulu, apa susahnya sih?"
"Aw! Ih... kakak apaan sih? Lagian juga gak penting-penting amat saling menyapa, kita sudah kenal." jawab Katrina santai.
Benar saja Katrina terkejut, dia tidak menyadari kalau ada Laura di sana, sehingga dia langsung tersenyum getir.
"Eh... Ada Kak Laura, maaf kak, aku tidak melihat kakak tadi." ucapnya sopan.
Laura tersenyum kecut "tidak apa-apa, jangan di pikirkan."
Katrina hanya balas tersenyum, dia malu karena menunjukkan sifat aslinya pada orang asing, padahal selama ini dia berusaha untuk tetap jaga image di depan orang lain.
__ADS_1
"Bee, ayo jalan!" perintah Jacob pada Bee, yang langsung mengangguk dan menjalankan Mobilnya.
Sepanjang perjalanan, tidak ada yang buka suara sama sekali, apa lagi Katrina yang sibuk dengan ponselnya, entah apa yang sedang di lakukannya.
...***...
Sementara itu, Wan's yang terbang dengan kecepatan penuh, dia sudah berada di Laboratorium milik Darius, dia perlu mengganti penampilannya, agar kembali seperti awal lagi.
"Monster aneh?" tanya Darius saat mendapatkan laporan dari Wan's.
"Benar Tuan."
Darius memegang dagunya, dia kemudian memanggil Rafael untuk melihat Video pertarungan Wan's "Rafael, Carikan Video pertarungan Wan's!"
"Baik Tuan Darius!" Rafael langsung mencari Video kejadian yang baru di alami Wan's, hanya dalam hitungan menit, dia sudah mendapatkannya."
"Tuan Darius, Lihatlah!" Wan's memutar Video tersebut.
Darius membelalakan matanya saat melihat Monster tersebut "Astaga! bukankah ini salah satu Monster di kota Mati? kenapa bisa sampai di New Island!"
Darius tentu saja terkejut, karena Monster tersebut seharusnya tidak bisa keluar dari Kota Mati, karena Julian sudah memasang penghalang yang tinggi, agar Monster-monster di sana tidak ada yang keluar. Namun, melihat sayap Monster tersebut, Darius yakin kalau Monster itu telah berevolusi lagi.
__ADS_1
"Julian harus tahu masalah ini!" gumam Darius lirih.