
Jacob tentu saja bingung, meskipun dia tahu kalau wanita kalau pecah perawan akan berdarah, tapi dia pikir hanya berlaku saat melakukan pertama kali, tapi dia melakukan kedua kali Henny masih berdarah.
Henny tersenyum getir "ih... Ini ulah kamu Jacob! kamu semalaman saja sudah melakukannya denganku berkali-kali, dan sekarang lagi, ya jadi seperti ini, sakit Jacob." Henny terlihat tidak berdaya.
Jacob tertegun ketika mendengar ucapan Henny, ternyata semua ini salahnya, dia pikir kalau Henny menikmatinya.
Jacob bergegas mendekati Henny, dia memeluknya "maaf, aku tidak tahu Henny, ini baru pertama buatku."
Jacob lebih memilih jujur untuk sedikit menghibur Henny, tapi Henny seolah tidak percaya dengan pernyataan Jacob, pasalnya mana ada pria yang bergelimangan harta baru melakukan hal tersebut pertama kali.
"Kamu bohong 'kan, Jacob?" tanya Henny lirih.
Jacob melepaskan pelukannya dan menatap wajah wanita yang telah dia gagahi itu "bohong apanya?"
"Ini pasti bukan pertama kali buat kamu, bukan?" tanya Henny memastikan.
Jacob menghela napas, dia duduk sambil bersender di ranjang dan mengusap-usap rambut Henny.
"Aku dulu mempunyai kelainan, dekat wanita saja akan mimisan, apa lagi memegangnya aku pasti langsung pingsan." Jacob tidak berniat menutupi rahasianya, toh Henny sekarang sudah menjadi miliknya.
__ADS_1
Tentu saja Henny terkejut dengan ucapan Jacob, tapi dia memang tidak pernah melihat Jacob bersama dengan wanita ketika di Universitas, tamannya juga tidak banyak, paling hanya Rey saja yang selalu bersamanya.
"Kamu tidak bohong kan, Jacob? Soalnya Ayah kamu...."
Jacob tersenyum getir, dia tahu maksud Henny "Istri Ayah aku banyak?"
Henny mengangguk lirih, dia pikir Jacob tidak jauh beda dengannya, karena itulah dia sedikit bridal percaya dengan ucapan Jacob.
Jacob menggelengkan kepalanya sambil tersenyum "Aku baru sembuh beberapa hari yang lalu, dan kamu menjadi yang pertama untukku Henny."
Jacob menatap wajah wanitanya itu lekat-lekat. Henny tentu saja tertegun, dia tidak pernah menyangka akan mendapatkan keperjakaan Jacob, rasanya dia melepaskan kesuciannya juga tidak sia-sia.
Pertanyaan Jacob membuyarkan lamunan Henny, dia langsung menggelengkan kepalanya.
Saat Jacob mau buka suara lagi, terdengar pintu di ketuk dan seorang pelayan memanggil dari luar kamar.
"Nona Carter, ini sarapannya" panggil Pelayan dari luar kamar.
"Ya, sebentar." sahut Henny.
__ADS_1
Jacob yang melihat Henny susah payah mau bangun dari ranjang, dia menahannya "biar aku saja, kamu tunggulah di sini."
Henny mengangguk "terima kasih Jacob."
Jacob tersenyum, sebelum berjalan ke arah pintu, dia menutupi tubuh Henny dengan selimut, baru kemudian dia mengambil makanan yang di antar pelayan Henny.
Pelayan tersenyum saat melihat Jacob "Tuan, saya masuk ke dalam atau...." pelayan tahu kalau Henny pasti sedang terbaring lemah, karena itulah Jacob yang keluar.
"Biar aku saja yang bawa." Jacob mengambil nampan yang ada di tangan pelayan.
"Silahkan Tuan." pelayan dengan senang hati memberikan makanan yang ada di nampan pada Jacob.
Jacob balas tersenyum, dia membawa makanan masuk sambil menutup Pintu, terlihat Henny yang sudah bersender di ranjang.
"Mau makan sendiri atau aku suapin?" Jacob mencoba menjadi pria yang bertanggung jawab.
"Suapi." ucap Henny manja.
Jacob mengangguk mengerti, dia duduk dan meletakkan nampan di pangkuannya. Dengan telaten Jacob menyuapi Henny. Jacob mengikuti cara Ibunya yang menyuapinya ketika sedang sakit.
__ADS_1
Henny merasa senang, ternyata Jacob bisa juga perhatian, padahal di awal dia terlihat begitu kaku. Namun, sekarang semuanya terasa berbeda.