Warisan System Harem

Warisan System Harem
Menang Banyak


__ADS_3

Micel menatap lekat-lekat pria yang baru ia kenalnya tadi siang itu dari belakang, semakin dia memandang Jacob, entah kenapa dia semakin kagum pada pria tersebut.


"Itu kamar kamu, Micel." ucap Jacob sambil berlalu ke kamarnya.


Micel yang sedang melamun dia tersadar, dia langsung mengangguk meskipun Jacob tidak melihatnya ia melakukan hal tersebut.


Micel menghela napas lega, ternyata pikiran dia tentang Jacob salah, nyatanya Jacob tidak berniat sama sekali menyentuh, apa lagi melakukan hal senonoh padanya.


Micel masuk ke kamar yang di tunjukkan Jacob, dia melemparkan tas kecilnya ke ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana.


"Micel, kamu terlalu berani! Apa kamu sudah tidak waras berani masuk Apartemen pria yang baru kamu kenal!" gumamnya pada diri sendiri sambil tengkurap di kasur.


Micel sangat menyadari kalau dia terlalu berani, jika saja Jacob pria hidung belang, tentu saja dia akan langsung di santap Jacob, untungnya Jacob masih terbawa dengan sikap kelainannya, dia belum berani betul dekat dengan beberapa wanita sekaligus, apa lagi sudah saling menyatakan perasaan dengan Laura, tentu saja Jacob cenderung akan mempertahankan perasaannya tersebut.

__ADS_1


Sementara itu di kamar Jacob. dia juga sama saja seperti Micel, perasannya tidak karuan, karena ada seorang wanita yang masuk Apartemennya.


"Gila kamu Jacob! Baru saja kamu menyatakan cinta pada Laura, sekarang kamu menerima wanita lain di Apartemenmu, bagaimana kamu akan menjelaskan pada Laura, jika dia tahu tentang ini!" Jacob mengacak-acak rambutnya sendiri karena kesal.


Jacob tentu saja tidak mau hubungannya dengan Laura berantakan, apa lagi mereka baru resmi menjalin hubungan. Di tambah, hal tersebut juga sesuatu yang baru untuknya.


Jacob yang tadi berbaring dia langsung duduk "tenang Jacob, tenang... Kamu pasti bisa menahan gairah kamu yang selama ini terpendam!"


Jacob mencoba menenangkan dirinya sendiri, dia tidak ingin jika keinginannya selama ini menjamah wanita akan merangsek keluar.


Akhirnya Jacob tertidur pulas, malam itu tidak terjadi apa-apa dengan mereka berdua, hingga ke esokan hari. Namun, Jacob tentu saja lupa dengan kebiasaannya, setiap bangun tidur dia akan bergegas ke kamar mandi yang hanya ada satu di luar kamar.


Dengan santainya Jacob masuk ke kamar mandi, saat dia membuka kamar mandi, Jacob menabrak Micel yang kebetulan selesai mandi.

__ADS_1


Awww


pekik Micel sambil jatuh terduduk, Jacob terkejut saat Melihat Micel. Namun, yang membuat Jacob lebih terkejut saat melihat bawah perut Micel karena handuk yang di kenakan Micel tersingkap ke atas.


Pemandangan yang Jacob lihat membuatnya tertegun, bukannya menolong Micel untuk berdiri, dia malah melotot melihat pampangan Goa yang sangat bersih tanpa sehelai rumputpun di atasnya.


"Jacob! Bantu aku ber...." Micel menghentikan kata-katanya saat melihat Jacob yang menatapnya seperti ingin menerkam dirinya.


Micel menelusuri arah pandangan Jacob, sontak saja Micel reflek menutupi mahkotanya yang terpampang jelas dengan kedua tangannya.


"Jacob!" Micel berteriak keras, sehingga Jacob langsung tersadar.


"Eh... kok di tutupi" celetuk Jacob kelepasan yang langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


"Jacob!" Micel berteriak lagi, Jacob langsung keluar kamar mandi dan menutup pintu.


Jantung Jacob berdetak tidak karuan, baru pertama kali dia melihat mahkota seorang wanita, sehingga dia terbayang-bayang terus olehnya.


__ADS_2