Warisan System Harem

Warisan System Harem
100% Daya Pikat Henny


__ADS_3

Laura tidak pernah menyangka kalau Luri bisa dekat dengan Jacob secepat itu, padahal dia sebelumnya bilang tidak suka dengan wanita yang selalu berfoya-foya.


"Jac, apa masih ada yang kamu sembunyikan dari kami?" tanya Laura sendu.


Jacob menggeleng. "sudah tidak ada Laura, aku...."


"Ja... Cob." Jacob belum selesai bicara, terdengar suara Henny yang memanggil.


Sontak saja Jacob langsung menoleh, dia langsung mencabut selang infus yang menempel di lengannya dan menghampiri Henny.


Sontak Laura, Micel dan Luri terkejut, karena Jacob tanpa ragu melakukan hal tersebut, yang notabenya bisa membuat dirinya terluka.


"Sayang, kamu sudah bangun?" Jacob menggenggam tangan Henny dan mengusap puncak kepalanya.


Henny mengangguk. "Jac, kamu tidak akan meninggalkan aku 'kan?"


"Bicara apa kamu? Tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu." jawab Jacob mantap.

__ADS_1


"Tapi...."


"Ssst... kamu jangan bicara yang tidak-tidak, lebih baik kamu fokus dengan pemulihan kamu, karena aku tidak akan pernah kemana-kemana, oke." ucap Jacob meyakinkan Henny.


"Terima kasih, Jacob." bulir bening menetes dari pelupuk mata Henny membasahi pipinya.


[Daya Pikat Harem terdeteksi dari Henny Carter sebesar 100%, selamat Host mendapatkan 50 poin Daya Pikat, karena target Harem meningkatkan Daya Pikat Hingga batas Maximal! Setelah daya pikat Harem bertambah selanjutnya, Host akan mendapatkan 10 poin setiap peningkatan daya pikat 1%.


Poin Daya pikat Host sekarang : 50 poin.]


Jacob kini tahu kalau Henny benar-benar sangat menyukainya.


Sebenarnya wajar kalau Henny cepat sekali menaikkan daya pikatnya, karena dia dari awal sudah mencintai Jacob, hanya saja karena umurnya dia ragu untuk mengatakan pada Jacob, sekarang saat Jacob bilang akan tetap bersamanya, tentu hati kecilnya sangat senang, karena itulah Daya pikatnya naik dengan cepat.


Jacob mengahapus air mata Heny yang bercucuran. "jangan menangis seperti ini, yang ada kamu akan membuat aku juga ikut merasakan perih yang kamu rasakan."


"Benar kata Jacob, Henny, kami ikut sedih kalau kamu seperti ini." ucap Laura yang duduk memegang tangan Henny satunya.

__ADS_1


Henny memaksakan senyum saat melihat Laura dan Micel. "maaf, aku hanya terlalu senang."


Tapi wajah Henny mendadak aneh ketika melihat Luri yang sedang berdiri dengan Micel, Luri tersenyum ke arah Henny untuk menyapanya.


"Luri, kamu...." Henny langsung menoleh ke arah Jacob.


Jacob tersenyum getir, dia tidak tahu harus menjelaskan pada Henny seperti apa, tapi yang pasti dia tidak mau menutupi keberadaan Luri.


Henny menghela napas. "kamu juga menaklukkan dua siswaku, entah aku di sini berasa sangat tua sekali."


"Jangan bilang begitu, kamu sama seperti mereka, masih Hot." celetuk Jacob pongah, sehingga membuat para wanitanya terkikik geli.


"Hihihi... kamu ini bisa saja, Jac." ucap Henny yang mau tidak mau tertawa karena tingkah polos prianya itu.


Mereka berlima ngobrol santai di sana, menemani Henny yang hanya bisa terbaring lemah di ranjang Rumah sakit.


Ke empat wanita Jacob cepat akrab, karena mereka memang tidak memiliki masalah kalau Jacob seperti Ayahnya suatu saat nanti. Jacob juga menepati janjinya untuk tidak membedakan mereka satu sama lain, dia selalu mendengarkan pembicaraan ke empat wanitanya dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2