
Julian langsung duduk bersama dengan Darius dan Lily tanpa permisi, karena jika bersama mereka dia sudah terbiasa melakukan hal tersebut.
"Astaga! Adik tidak punya akhlak!" celetuk Darius jengkel pada Julian.
"Lebay amat sih Kak? Biasanya juga seperti ini, benarkan Lily?" ucap Julian sambil menoleh ke arah Lily.
"Iya, sayang, kakakmu memang lebay." jawab Lily genit.
"Hadeh, kalian berdua memang tidak pernah menganggap aku ada." Darius sedikit kesal dengan kelakuan keduanya yang selalu menyudutkan dirinya.
Lily dan Julian tersenyum, mereka berdua memang suka menggoda Darius yang memang sekarang emosian.
Mereka kemudian membahas masalah Monster yang di lawan Wan's dan penemuan Lily soal sel yang di tanamkan pada monster-monster itu.
"Apa kalian berdua yakin?" tanya Julian memastikan.
"Untuk apa kami berbohong sayang, lebih baik kita cepat bertindak, sebelum semuanya terlambat!" jawab Lily dengan yakin.
"Benar kata Lily, apa kita perlu mengirim sepuluh Robot itu Julian?" tanya Darius pada Adiknya.
Julian memegang dagunya, dia terlihat berpikir sebentar, menimbang-nimbang usulan Darius yang menurutnya cukup ekstrim, pasalnya dengan mengirim sepuluh Robot yang di maksud Julian, akan membuat Kota Mati akan semakin tidak memiliki kehidupan.
Julian menghela napas "mungkin hanya itu, satu-satunya cara untuk memusnahkan mereka, kita kirim saja mereka kak."
__ADS_1
Darius mengangguk mengerti, dia juga tidak mau kalau ada orang seperti profesor Zonk dan yang lainnya menjamur lagi.
Lily juga setuju dengan ide Julian, mereka bertiga sepakat untuk mengirim sepuluh Robot pemusnah yang telah di ciptakan mereka bertiga dan Rafael.
...***...
Sementara Julian, Lily dan Darius membahas penyelamatan Dunia sejak dini. Jacob sedang makan bersama dengan Laura di kantin Universitas.
"Jac, yang kemarin itu apa?" Laura yang kemarin tidak sempat bertanya karena terkejut dan takut, kali ini dia memberanikan diri untuk bertanya.
Jacob tersenyum menatap kekasihnya itu "jangan di pikirkan, itu hanya seseorang yang menggunakan kecerdasan untuk main-main."
Laura mengerutkan keningnya, dia tidak tahu maksud perkataan Jacob "maksud kamu?"
Laura tidak tahu mau berkata apa, tapi penjelasan Jacob masuk akal "maksudmu, mereka membuat Robot untuk merusak kota?" cecar Laura pada Jacob.
Jacob mengangguk "bisa di bilang begitu."
Laura menganggap enteng masalah tersebut, dia pun percaya kalau pengawal Jacob bisa mengurusnya, buktinya kemarin Wan's mampu mengalahkan Monster itu.
Laura tidak tahu saja, kalau sebenarnya yang di lihatnya kemarin bukanlah Robot, melainkan sebuah Monster. Jacob sebenarnya sudah tahu dari Wan's, tapi dia sengaja menutupinya dari Laura, agar Laura tidak ketakutan.
"Aku, ke kelas dulu yah Laura, kamu mau menunggu atau....?"
__ADS_1
Laura tersenyum "aku menunggu kamulah, masa iya aku mau pulang sendirian."
Jacob balas tersenyum, dia menyentuh dagu Laura dengan genit "Ya sudah, kamu tunggu di Mobil yah, bye-bye."
Jacob bergegas ke kelas, karena dia masih memiliki satu mata kuliah lagi. Laura hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum menatap kepergian Jacob.
Jacob sudah mau masuk ke kelasnya, tapi tiba-tiba ada orang yang menegurnya "Jacob, tunggu!"
Sontak saja Jacob langsung menoleh, terlihat wanita cantik dengan kaca mata yang menghiasi wajahnya sedikit berjalan cepat ke arah Jacob.
"Bu Henny, ada apa?" tanya Jacob setelah Dosennya itu di dekatnya.
Henny Carter, dia sosok wanita Dewasa yang cantik, lekuk tubuhnya yang ideal di usianya yang sudah menginjak kepala tiga, tidak membuatnya kalah dengan gadis-gadis seusia Jacob.
Henny Carter menjadi salah satu Dosen pembimbing Jacob, dia sudah bekerja di sana bersamaan dengan Jacob masuk di Universitas tersebut.
"Ini untuk kamu." Henny memberikan sepucuk surat untuk Jacob, dan langsung masuk kelas.
Tentu saja Jacob bingung. Karena kelas akan di mulai dia bergegas masuk ke ruangan, menaruh sepucuk surat tersebut di tasnya. Namun baru dia melangkahkan kakinya masuk ke kelas, Sistem memberikan pemberitahuan.
[ Daya Pikat Harem terdeteksi dari Henny Carter sebesar 20%, selamat Host mendapatkan 2 poin Daya Pikat, karena target Harem meningkatkan Daya Pikat 20%!
Poin Daya pikat Host sekarang : 7 poin.]
__ADS_1
Tentu saja Jacob berhenti melangkah dan tertegun sambil menatap Dosennya tersebut, dia bingung dengan pemberitahuan dari Sistem.