
Henny dan Micel yang baru pertama kali ke Rumah Jacob, tentu saja mereka terkejut saat melihat banyak gadis cantik di teras rumah Jacob.
Laura yang sudah mengenal mereka semua tentu saja dia sangat santai, Laura menyeringai, dia memiliki ide untuk menggoda Micel dan Henny.
"Kenapa kalian bengong? Mereka semua wanita Jacob, bagaimana? Kekasih kita hebat bukan?" ucap Laura sambil menaik turunkan alisnya.
"Hah!" Heny dan Micel tentu saja terkejut, mereka berdua melebarkan rahangnya tidak percaya.
Jacob tersenyum getir, dia tahu kalau Laura pasti sedang menggoda keduanya, entah apa yang ada di pikiran Laura.
Micel dan Henny menatap Jacob dengan wajah sendu, mereka berdua tidak menyangka kalau Jacob akan mengumpulkan banyak wanita cantik di rumahnya.
"Kalian percaya dengan perkataan Laura?" tanya Jacob yang tahu kalau keduanya ingin memastikan perkataan Laura.
"Iya." jawab mereka serempak seperti terhipnotis oleh perkataan Laura.
__ADS_1
Laura tersenyum penuh arti saat Jacob menatapnya dengan tatapan tidak berdaya, wanita pertamanya itu memang kadang membuat dirinya bingung.
"Mereka adik-adikku, kenalan saja dulu sama mereka." ucap Jacob lembut.
Heny dan Micel menatap Laura, mereka seolah bertanya tentang benar atau tidaknya perkataan Laura.
"Kak Laura!" teriak Medina tiba-tiba yang langsung menghampirinya.
Laura menoleh, begitu juga Micel dan Heny, dia ingin melihat siapa yang telah memanggil Laura tersebut.
Medina menghampiri Laura dan langsung merangkul lengannya. "akhirnya kakak datang juga, Ayah dan Ibu sudah menunggu di dalam."
Jacob tersenyum getir, dia tahu kalau Laura sedang menyentilnya secara tidak langsung, Micel dan Henny hanya menyimak pembicaraan tersebut, tapi melihat ke akrab Laura dengan Medina, mereka yakin kalau ucapan Jacob yang benar, bahwa gadis-gadis cantik itu adiknya.
"Kita masuk saja dulu, Ayo." Jacob berjalan di depan mengajak ketiga wanitanya.
__ADS_1
Laura mengangguk, dia dan Medina mengikuti Jacob, Micel dengan Henny juga bergegas mengejar Jacob.
Masuk ke dalam Istana Lewis, tentu saja mereka terperangah, sambutan hangat para pelayan yang ada di depan pintu, dan kemewahan rumah yang bagaikan istana tersebut, membuat Micel dan Heny tidak henti-hentinya berdecak kagum.
Laura yang sudah melihat kemegahan tersebut saja, dia masih tampak tidak percaya kalau masuk kediaman keluarga Jacob, pasalnya Rumah itu benar-benar seperti istana di dalam negeri dongeng.
"Akhirnya kalian datang juga." sambut Julian dan kesepuluh istrinya yang sudah menunggu Jacob dan ketiga wanitanya.
Di hadapkan dengan para wanita Julian, Micel dan Henny Jacob terperangah, mereka baru pertama kali ini melihat kecantikan sempurna di depan mereka.
Padahal usia mereka semua sudah hampir kepala empat, hanya Larisa mungkin yang di antara mereka paling muda.
Ketika melihat Henny, Larisa seolah mengenalnya, dia memandangnya dengan seksama, karena kekasih Jacob yang satu itu serasa tidak asing baginya.
Laris sangat yakin kalau dia mengenal kekasih Jacob itu, tapi dimana? Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak Larisa, hingga akhirnya dia teringat dengan keluarga Carter yang merupakan kerabat dekat keluarga Duke.
__ADS_1
"Henny Carter?!" seru Larisa tiba-tiba.
Sontak saja semua yang ada di sana menoleh ke arah Larisa, karena dia tiba-tiba memanggil salah satu nama kekasih Julian.