
Sementara Jacob sedang bermesraan dengan Henny. Laura di Universitas terlihat cemas, pasalnya dari semalam dia menghubungi Jacob, tapi ponselnya tidak aktif sama sekali.
Laura melihat Rey yang baru datang ke Universitas, dia bergegas menghampirinya, untuk bertanya tentang Jacob.
"Rey, apa kamu melihat Jacob?" tanya Laura cemas.
"Jacob? Aku dari kemarin tidak bersamanya, memang ada apa?" Rey malah balik bertanya pada Laura.
Laura menghela napas "dari semalam nomornya tidak aktif, aku khawatir dia kenapa-kenapa."
"Hahahaha...." Bukannya Khawatir, Rey malah tertawa terbahak-bahak.
Laura mengerutkan keningnya "Apa yang lucu?!" ucapnya sinis.
"Ah... maaf, maaf, lagian kamu khawatir dengan Jacob, dia tidak akan kenapa-kenapa, penjaganya banyak, tidak akan ada yang berani berbuat sesuatu padanya." Rey menjelaskan maksudnya pada Laura.
"Tapi... Tetap saja aku khawatir Rey!" dengus Laura kesal pada sahabat kekasihnya itu.
Rey tersenyum kecut "Kalau khawatir, pergi saja ke rumahnya, mudah bukan?"
Laura menepuk jidatnya, dia lupa kalau sudah di terima keluarga Jacob, jadi seharusnya tidak masalah dia pergi ke sana.
__ADS_1
"Terima kasih Rey!" Laura buru-buru meninggalkan Rey.
Rey hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, dia kemudian melanjutkan kembali berjalan masuk ke dalam gedung Universitas.
...***...
Sementara itu di kota Mati, sepuluh Robot mutan sudah berada di sana, mereka di tugaskan untuk menghancurkan sesuatu yang mencurigakan di sana.
Boommm
Boommm
Mereka bersepuluh menyisir seluruh Area kota mati. Namun, tidak ada sedikitpun jejak laboratorium ataupun manusia yang hidup di sana.
Para Monster berlarian meninggalkan sepuluh Robot Mutan yang menyerang mereka. Para Monster tahu kalau para Robot Mutan sangatlah kuat, dengan kecerdasan yang di miliki mereka, semuanya lebih memilih menghindari pertarungan.
Tiba-tiba saja, Robot mutan nomor satu kehilangan satu tangannya, saat sedang lengah.
Tentu saja Robot yang lain langsung memindai Area tersebut. Tidak lama kemudian, muncul beberapa sosok yang mirip Manusia tapi wajah mereka buruk rupa dan memiliki kulit kasar di seluruh tubuhnya.
Robot M1 yang tangannya patah, dia menembakkan Laser ke arah sosok yang seperti manusia itu, tapi sosok tersebut terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
Robot Mutan yang lainnya juga melakukan serangan beruntun, sehingga hujan peluru dengan daya ledak tinggi menghujam ke arah mereka.
Boommm
Boommm
Ledakan besar terus terdengar, karena Robot Mutan terus menembaki merek, berharap sosok tersebut bisa tumbang. Namun, ketika mereka berhenti menyerang dan asap tebal yang mengepul menghilang. Sosok tersebut terlihat tidak apa-apa.
Sosok itu meraung, terlihat taring dan lidahnya yang panjang menjulur, mereka kemudian melesat ke arah para Robot Mutan.
Robot Mutan yang tahu kalau senjata mereka tidak berguna sama sekali, semuanya menggunakan kekuatan spesial masing.
Robot M10 menggunakan kekuatan tubuh dan kecepatannya yang melebihi Robot lainnya, dia menghantam salah satu sosok tersebut dengan sangat keras.
Bang
Sosok itu terhempas puluhan meter ke belakang. Sosok Monster lainnya menyerang Robot M10, tapi Robot Mutan lainnya tidak membiarkan. Mereka semua saling melindungi satu sama lain.
Padahal Sosok tersebut hanya ada lima orang saja, tapi Robot Mutan sangat lama mengalahkan mereka.
Bukan hanya fisiknya yang sangat kuat, tapi kecepatan sosok itu sangat cepat, sehingga para Robot Mutan kesulitan melawan mereka.
__ADS_1