Warisan System Harem

Warisan System Harem
Kebenaran


__ADS_3

Mereka semua secara bersama maju mau menghajar Jacob, tapi Jacob menirukan gaya Capoeira, kakinya menendang memutar, sehingga mereka semua langsung terhempas semua terhempas ke belakang.


Jacob terkejut dengan kekuatannya, sejak kapan dia memiliki kekuatan seperti itu, padahal dirinya tidak pernah melakukan latihan beladiri sama sekali.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku?" gumam Jacob sambil melihat para preman itu yang sedang tersungkur di tanah dan berusaha bangkit kembali.


Jacob belum menyadari kalau semua itu berkat Atributnya di naikan oleh Sistem, karena itulah dia masih kebingungan dengan perubahan kekuatannya.


Salah satu Preman maju kedepan, berniat memukul Jacob, tapi Jacob menendangnya terlebih dahulu, sehingga dia terhempas dua meter kebelakang.


Teman-temannya yang melihat, dua dari mereka terkapar tidak sadarkan diri, mereka semua langsung kabur ketakutan sambil memapah dua orang yang pingsan.


Jacob berteriak ke mereka "pergi sana yang jauh! Jangan kembali lagi!"


Jacob menghela napas lega, meski dia terkejut dengan kekuatannya sendiri, setidaknya dia jadi tidak ketergantungan dengan Wan's.

__ADS_1


"Tuan muda, teknik beladiri yang bagus." Wan's tiba-tiba saja ada di belakang Jacob.


"Astaga! kamu ini bikin kaget saja Wan's!" ucap Jacob sambil mengelus dadanya.


Wan's menyodorkan kopi pesanan Jacob dengan sopan "kapan anda belajar beladiri Tuan?"


Jacob menggendikkan bahunya "aku tidak pernah belajar beladiri, tadi aku cuma meniru gerakan di film yang aku tonton saja."


Wan's mengangguk mengerti "mungkin karena keturunan genetik, jadi anda bisa beladiri."


Jacob menoleh ke arah Wan's "keturunan genetik? Apa maksudmu?"


"Ayah anda manusia terkuat di bumi, mungkin karena itulah anda menuruni bakatnya." jawab Wan's dengan ekspresi datar.


Sontak saja Jacob terkejut "Wan's jangan bercanda, mana ada taipan yang bisa beladiri?"

__ADS_1


"Faktanya memang seperti itu Tuan." ucap Wan's yakin.


Jacob merasa terusik dengan perkataan Wan's, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menemui Ayahnya karena saking penasaran.


"Kamu ambil Mobil, kita ke Rumah Ayah sekarang!" perintah Jacob pada Wan's.


Wan's mengangguk, dia langsung melesat pergi mengambil Mobil untuk mengantar Jacob ke Rumah Ayahnya.


Jacob duduk menikmati kopinya sambil memikirkan perkataan Wan's, karena menurutnya ucapan Wan's hanyalah omong kosong, tapi jika itu benar, kenapa Ayahnya tidak memberitahu anak-anaknya.


Selama delapan belas tahun, dunia memang sangat tenang, masa pembangunan negara-negara yang hancur juga tidak ada masalah sama sekali.


Orang-orang yang yang pernah melihat Julian bertarung dengan kekuatannya juga di suruh untuk tutup mulut dan tidak memberitahukan kekuatan Julian pada keturunan mereka. Sehingga citra Julian hanya terbentuk dari kekayaannya saja.


Mereka semua generasi Jacob berpikir kalau Julian bisa menjadi orang nomor satu di dunia karena kekayaannya yang tidak terbatas. Mengingat di seluruh penjuru dunia, Lewis Corporation sudah menjadi pondasi para pebisnis di jaman sekarang.

__ADS_1


Wan's datang dengan membawa Mobil, Jacob langsung bergegas menghampiri Mobilnya dan menyuruh Wan's untuk segera ke Rumah Ayahnya.


Sepanjang perjalanan, Jacob memikirkan apa yang di katakan Wan's, dia hanya membual atau semua itu sebuah kebenaran.


__ADS_2