Warisan System Harem

Warisan System Harem
Tulus?


__ADS_3

Jacob tentu saja terkejut, karena hanya pertemuan singkat saja, sudah membuat Luri langsung mencapai Daya Pikat minimum.


bodo amatlah, yang penting dia masih segel, aku tidak rugi juga jika kelak dia ingin bersamaku.


Jacob menatap Luri dengan seksama, wanita itu memang sangat cantik, tubuhnya juga putih mulus, di tambah dengan lekuk tubuhnya yang sempurna, membuat dia wanita paling sempurna di antara empat target Harem Jacob.


Meskipun ke empatnya cantik, tapi yang lain masih memiliki kekurangan. Laura yang bentuk tubuhnya sempurna, hanya saja gunung kembarnya kecil, Micel memilik tubuh yang sedikit pendek, sementara Henny terlalu kebesaran gunung kembar, hanya Luri yang menurut Jacob pas di matanya. Namun, Jacob tidak mempermasalahkan hal tersebut, dia tetap menyukai ke empatnya.


"Ayo pilih, kamu mau yang mana?" tanya Jacob lagi, karena Luri malah diam terpaku menatapnya.


"Eh... Kalau makanan di situ aku semuanya suka, kamu pilih yang mana juga aku akan memakannya." jawab Luri sambil tersenyum.


"Oke, aku pesankan makanan kesukaanku saja kalau begitu." Jacob menekan menu pilihannya, sebenarnya hanya para Milyarder yang bisa membuka pesanan restoran tersebut.

__ADS_1


Luri juga tahu akan hal itu, jadi wajar saja kalau dia menyukai semua makanan yang ada di sana.


"Beres, aku mandi dulu, kamu tunggu sebentar yah?" Jacob mengecup puncak kepala Luri dan beranjak dari tempat duduknya.


Luri menatap kagum prianya itu, dia tidak henti menatap kepergian Jacob, perasaanya sangat senang kali ini, karena bisa menjadi bagian hidup Jacob.


Setelah Jacob selesai mandi, tidak berselang lama makanan yang di pesan Jacob datang, pria yang sedang di mabuk gairah Harem itu langsung menyuapi Luri dengan telaten.


"Jac, kamu rapi banget, mau kemana?" tanya Luri menyelidik.


"Kamu serius mau mengajakku bertemu orang tuamu?" tanya Kiri memastikan dengan mulut yang penuh makanan.


Jacob mengangguk mantap. "kenapa tidak? Apa salahnya mengenalkan kamu dengan kedua orang tuaku."jawabnya Santai.

__ADS_1


Luri benar-benar di buat melayang oleh Jacob, ternyata pria di depannya itu bukanlah pria brengsek, dan sangat bertanggung jawab.


Setelah selesai menyuapi Luri, Jacob berpamitan dengannya. "aku pergi dulu yah, kamu istirahat saja, kalau acaranya selesai aku akan langsung kembali ke sini."


Luri mengangguk mengerti, dia tidak keberatan di tinggal sendiri dalam Apartemen Jacob. Karena prianya itu juga sudah memberikan kasih sayang padanya, jadi dia tidak akan menahannya.


Jacob mengecup kening Luri, dia kemudian meninggalkannya di kamarnya seorang diri, sebenarnya Jacob merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi, Luri juga sulit berjalan untuk kali ini.


Jacob bergegas menjemput para wanitanya, kali ini dia menyetir Mobil sendiri dan menyuruh Wan's menjaga Luri, lagi pula kalau ada Wan's, Mobil nanti akan penuh sesak.


Pertama Jacob menjemput Henny, karena lokasi lebih dekat dengan Apartemennya, dia langsung turun dari Mobil dan menghampiri Henny yang sudah menunggunya.


"Maaf, aku terlambat Hen...." suara Jacob tercekat saat melihat penampilan Henny.

__ADS_1


Wanita dewasa itu terlihat tidak tampak seusianya, melainkan terlihat sangat muda dengan riasannya yang begitu natural, di tambah gaun berwarna Cream yang memerlihatkan bahunya dan bawahan sebatas lutut, membuat dia semakin memesona. Jacob sampai tidak bisa berkata-kata saat melihat wanitanya itu.


__ADS_2