
Pertarungan terus berlanjut. Robot M10 dia memeluk salah satu sosok Monster itu dan mendekapnya dengan Erat.
Monster tersebut meraung-raung seolah kesakitan, Robot M10 terus mendekapnya dengan erat, sementara itu Robot M3 yang memliki kemampuan berpedang yang sangat baik, dia menebas leher Monster itu.
Pedang Robot M3 hanya bisa menembus dua senti meter leher sosok itu, tapi dia tidak kehilangan akal dan menekannya dengan dua tangan.
Groaaarrr
Sosok itu meraung semakin keras, sebelum akhirnya dia tumbang setelah pedang Robot M3 berhasil memotong lehernya.
Robot Mutan lainnya masih bertarung dengan para sosok tersebut. Namun, saat salah satu dari mereka tumbang, empat sosok lainnya melarikan diri.
Robot Mutan mengejar sosok tersebut, mereka berlari sangat cepat, sehingga terjadi kejar-kejaran seperti cerah yang memburu mangsanya.
Robot M2 menembakkan peluru kendali ke arah Sosok Monster dengan begitu banyaknya.
Swuzzz
Swuzzz
Peluru kendali melesat dengan cepat dan mengejar empat sosok tersebut yang berlari sangat cepat.
__ADS_1
Boommm
Booomm
Peluru kendali meledak mengenai salah satu Monster itu, sehingga dia terpelanting dan jatuh ke tanah.
Robot M4 langsung melesat dan menikamnya dengan tangannya yang sudah dia rubah menjadi sebuah bor.
Groooar
Monster yang di tikam Robot M4 meraung kesakitan saat Bor Robot M4 perlahan mulai menembus bagian tubuhnya.
Sementara Robot Mutan yang lain, mereka masih mengejar tiga sosok Monster yang masih berlari, karena peluru kendali Robot M2 tidak mengenai mereka lagi.
Swuzzz
Bang
Bang
Bang
__ADS_1
Robot M9 menabrak tiga sosok Monster itu sekaligus, hingga ketiganya tersungkur bersamaan dengan Robot M9.
Tapi apesnya, Robot M9 malah langsung di sering ketiganya sebelum teman-teman Robotnya membantu, sehingga Robot M9 kehilangan kedua lengannya.
Monster-monster itu mau mencabik-cabik M9 dengan cakar dan taringnya yang begitu tajam, tapi Robot lainnya datang dan membantu M9, mereka semua tanpa ampun membordir ketiga Monster tersebut dengan senjata-senjata tajam yang ada di tubuh mereka.
Meskipun sulit untuk menembus kulit Monster-Monster itu, tapi setelah terbuka kulitnya, mudah untuk menusuk tubuh Monster itu.
Ketiga Monster itu meraung-raung saat senjata tajam berupa pedang, Bor, bahkan M2 mengubah tangannya menjadi gergaji mesin.
Tubuh Monster-Monster itu di cincang sampai tidak bisa bergerak lagi, potongan-potongan tubuhnya di kumpulkan untuk memberikan laporan pada Julian dan Darius.
Julian dan Darius yang melihat pertarungan itu, melalui Video siaran satelit pribadinya, mereka menyadari kalau lawannya kali ini bukanlah orang sembarangan, dia harus bergegas menemukannya, sebelum Monster ciptaan orang tersebut benar-benar sempurna.
"Kak, sepertinya kita harus bertindak cepat, aku yakin orang ini lebih gila dari musuh kita yang dulu!" ucap Julian geram.
Darius mengangguk setuju "kamu benar, kita harus segera melacaknya, tapi anehnya kenapa Rafael tidak bisa melacak dia sama sekali?"
Julian memegang dagunya "apa mungkin dia tahu tentang kita?" gumamnya lirih.
Darius mengerutkan keningnya "maksud kamu apa? Memangnya ada orang lain yang tahu tentang penelitian kita?"
__ADS_1
"Ini hanya intuisiku saja Kak, tapi aku harap dia tidak tahu tentang kita."
Julian sadar kalau ada orang-orang seperti musuhnya dulu dan mengetahui semua tentang dirinya, bisa-bisa akan terjadi kehancuran Dunia untuk kedua kalinya dan dia tidak mau itu semua terjadi lagi.