Warisan System Harem

Warisan System Harem
Nomor Tiga


__ADS_3

Jacob mengejar Micel yang sudah turun dari Lift sambil menangis, dia menggunakan tangga darurat demi untuk mengejar Laura, padahal Apartemennya ada di lantai lima belas. Gempur tuh dengkul.


Namun, demi mendapatkan maaf dari Micel, dia mengejarnya dengan sekuat tenaga, terlihat Micel yang sudah keluar gedung Apartemen sambil menangis.


Jacob yang sudah tinggal satu tangga lagi berteriak "Micel, tunggu!"


Micel menoleh sebentar, tapi ketika melihat Jacob, dia bergegas lari, untungnya banyak Mobil di jalan, sehingga Jacob dapat mencekal lengan Micel.


"Micel, tolong dengarkan aku." ucap Jacob setelah mencekal lengan Micel.


"Apalagi Jac, kamu sudah punya wanita lain, untuk apa kamu mengejar aku!?" ucap Micel dengan suara sedikit meninggi, sehingga orang-orang yang lewat menoleh ke arah mereka.


Jacob tersenyum getir, dan tersenyum pada orang-orang yang memerhatikan mereka dua, baru kemudian dia berbicara pada Micel "apa cuma seperti ini rasa sukamu padaku Micel? Kalau kamu memang mau pergi dariku oke, aku tidak akan memaksa kamu bertahan, tapi setidaknya aku tidak ingin kita saling memusuhi."


Jacob melihat ekspresi Micel, dia terlihat bimbang, Jacob kemudian buka suara lagi "kamu sendiri yang tiba-tiba ingin menyerahkan diri padaku, tanpa mencari tahu dulu apakah aku sudah punya wanita lain atau tidak, bukan? Sekarang kamu marah kaya gini? Terus aku harus menjelaskan ke kamu apa?"

__ADS_1


Perkataan Jacob membuat Micel tersentak, semua ucapan Jacob ada benarnya, jika dia tidak mengagumi Jacob, tidak mungkin mau mengantarkan makanan ke Apartemennya, di tambah dia pernah menawarkan dirinya pada Jacob, padahal Micel tidak pernah tahu kehidupan Jacob seperti apa.


Micel tidak bisa berkata-kata, dia hanya menunduk diam tanpa buka suara secuil pun.


Jacob menghela napas "namanya Laura Risu, dia juga ingin mengenal kamu."


Micel mendongak tidak percaya, mana ada wanita yang masih mau bertemu dengan wanita lain Prianya.


"Kamu bohong, Jacob!" ucap Micel ketus.


"Ckk, Ayo ikut, kalau tidak percaya!" Jacob berdecak dan menarik Micel masuk ke dalam Apartemen kembali.


...***...


Mereka berdua sampai di Apartemen Jacob, Micel tidak berani melihat Laura yang sedang duduk di sofa sambil meminum segelas Jus yang dia ambil dari kulkas Jacob.

__ADS_1


Laura berdiri, dia mengulurkan tangannya langsung "Laura Risu."


Micel melihat uluran tang Laura, dia menatapnya kemudian mendongak menatap wajah Laura, untuk memastikan ekspresi Laura, marah atau tidak.


Laura terlihat tersenyum pada Micel, sehingga Micel sedikit terkejut dengan sikapnya tersebut.


"Micel Maurel." dia menyambut uluran tangan Laura.


"Aku kekasih pertama Jacob, aku harap kita bisa akrab, Nomor tiga!" Laura sengaja mengatakan kata nomor tiga, karena ingin melihat ekspresi Micel.


Benar saja, Micel langsung terkejut dan menoleh ke arah Jacob, dia tidak pernah menyangka kalau akan menjadi nomor tiga.


"Jacob! Siapa nomor duanya?!" tanya Micel dengan cemberut.


Jacob menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia kesulitan untuk menjelaskan, karena memang ini pertama kalinya dia di posisi tersebut.

__ADS_1


"Dosennya, dia semalaman dirumah Dosennya." Laura menyeringai sambil menyilangkan tangannya di depan dada.


"Bedebah! Kamu Jacob!" Micel memukuli Jacob dengan sangat emosional, dia tidak menyangka akan menjadi yang ketiga.


__ADS_2