
Jacob yang awalnya hanya tahu meningkatkan keberaniannya saja, karena dia pikir yang lainnya tidak perlu, sekarang dia tahu kalau semua Atributnya adalah hal yang penting.
"Ayah, aku pasti akan menggunakan kekuatan ini baik-baik, tapi kenapa Sistem ini bisa di turunkan padaku? Apa Ayah dan paman yang membuatnya?" tanya Jacob ingin tahu.
Julian menggelengkan kepalanya. "aku juga tidak tahu darimana Sistem ini berasal, yang pasti kekuatan yang kamu dapat dari Sistem tidak terbatas, dan lebih baik kamu jangan beritahu orang lain soal ini, karena selama ini Ayah juga tidak memberitahu siapapun."
Dengan pemikiran Jacob yang sudah di atas 80 poin, tentu saja Jacob tahu maksud Ayahnya, jika ada yang tahu tentang Sistem, tentu mereka orang-orang serakah akan gencar mencarinya untuk di jadikan obyek penelitian.
"Baik Ayah, tapi aku harus mendapatkan poin dengan menggaet wanita, apa Ayah juga dulu seperti itu?" tanya Jacob sambil tersenyum getir.
Julian tertawa terbahak-bahak." hahaha... aku tahu maksud kamu, dulu Ayah juga seperti kamu, takut menggaet lebih banyak wanita." Julian menengok kiri kanan, dia kemudian berbicara pelan." asal kamu tahu saja, semakin tinggi presentase wanita yang kamu gaet, mereka akan semakin liar sama kamu."
Jacob membelalakan mata tidak percaya, ternyata dugaannya benar selama ini." Ayah, kalau begitu apa aku mampu seperti Ayah?"
__ADS_1
Julian tahu arah pembicaraan anaknya itu, dia tersenyum simpul. "semakin kamu meninggikan semua Atribut kamu, puluhan wanita pun tidak akan kuat melawan keperkasaan kamu." Julian menaik turunkan alisnya, menggoda anaknya itu.
Jacob menelan ludah, dia tidak pernah menyangka, akan mendapatkan pengetahuan mengerikan seperti itu, tapi ada sedikit semburat rasa senang mendengarnya, jadi dia tidak perlu khawatir kalau dirinya akan kewalahan bersama banyak wanita sekaligus.
"Jadi, sudah berapa wanita yang tertarik padamu selain Laura?" tanya Julian memastikan.
Jacob tersenyum getir. "baru tiga Ayah, dan salah satunya, anu...."
Jacob terlihat malu-malu mengatakannya, sehingga membuat Julian mengernyitkan dahinya.
Jacob mengangguk, "tapi bukan itu masalahnya, umur dia tiga puluh tahun."
"Apa!" Jacob terlonjak kaget, karena di luar sana banyak sekali wanita seumuran Jacob yang cantik-cantik, tapi anaknya malah meniduri wanita Dewas juga.
__ADS_1
"Tapi, dia masih sangat cantik Ayah, dan juga yang terpenting perawan!" ucap Jacob dengan bangga.
Julian tidak bisa berkata-kata lagi, bisa jadi anaknya memiliki pemikiran bercinta yang lebih ekstrim darinya.
Dia menatap lekat-lekat anaknya itu, tidak menyangka kalau waktu berjalan sangat cepat, dan anaknya sudah tumbuh dewasa.
Julian menghela napas. "bawa dia kerumah, perkenal dengan Ibu-ibumu dan juga saudari-saudarimu, wanita yang sudah kamu tiduri kamu harus menjaganya dengan baik, Jac."
Jacob mengangguk mantap. "tentu saja Ayah, aku juga berniat seperti itu, aku tidak mungkin meninggalkan dia yang sudah memberikan kesuciannya untukku."
"Bagus." jawab Julian singkat.
Obrolan keduanya sangatlah di luar nalar, jika orang lain mendengarnya mungkin akan terkejut. Namun, Julian berbeda dengan orang tua pada umumnya. Dia tahu betul bagaimana pengguna Sistem Harem akan sangat mudah mendapatkan wanita.
__ADS_1
Julian hanya ingin anaknya tidak kelewat batas menginginkan begitu banyak wanita, karena walaupun dia sangat kuat, tapi hari-harinya juga butuh hiburan lain, bukan hanya sekedar bersama wanita di kamar setiap hari.