
Saat mereka sedang asyik mengobrol, Micel baru teringat, seharusnya tangan dia patah, karena waktu itu dia dan Laura melihat Monster yang di lawan Jacob mematahkan lengannya.
"Jacob, tangan kamu sudah sembuh total?" tanya Micel yang memegang tangan kanan Jacob yang waktu itu patah.
"Astaga, kamu benar Micel, bukannya waktu itu tanganmu patah?" timpal Laura.
Henny menatap tangan Jacob. "tapi tidak ada tanda-tanda tangan Jacob patah sama sekali, kok?"
"Serius waktu itu tangan Jacob patah! Kok bisa?" Micel bertanya kebingungan.
"Jangan-jangan kamu juga seperti Ayah kamu Jacob?" Laura menutup mulutnya tidak percaya.
Jacob mengerutkan keningnya. "kalian terlalu khawatir denganku kali, karena itulah kalian mengira tangan aku patah."
Jacob sebenarnya bingung mau menjawab apa, dia mau tidak mau harus membohongi mereka, karena dia lupa bertanya pada Ayahnya, apakah semua Ibunya tahu dengan kekuatan miliknya.
__ADS_1
"Tidak, aku melihat tangan kamu di pelintir patah oleh Monster itu!" ucap Laura yakin.
"Ya, aku juga melihatnya!" timpal Micel.
Jacob terlihat bingung mau menjawab apa, pasalnya dia tidak mungkin memberitahu keberadaan Sistem.
"Jac, Pamanku tahu kalau Ayahmu adalah superhero, dia pernah melihat Ayahmu bertarung." ucap Luri tiba-tiba.
Luri sebenarnya daritadi menyimak arah pembicaraan mereka, kebetulan dia sedikit tahu fakta tentang Julian dari Pamannya, jadi dia pikir kalau Jacob memiliki keahlian seperti Julian, harusnya itu bukan hal yang aneh.
"Kamu juga tahu Luri?!" tanya Laura terkejut.
Semua wanita Jacob menatap dirinya dengan serius, mereka seolah ingin memastikan semua perkataan Luri, lagi pula Laura dan Micel juga melihat sendiri, bagaimana Ayah Jacob dengan mudahnya mengalahkan Monster yang menyerang mereka.
Jacob menghela napas. "baiklah aku akan bicara, tapi kalian harus merahasiakan ini, oke."
__ADS_1
Mereka berempat dengan kompak mengangguk, seolah tidak keberatan sama sekali dengan syarat yang di berikan Jacob.
"Luri mungkin benar, karena aku juga belum melihat sendiri sekuat apa Ayah, tapi yang pasti aku juga mewarisi sedikit kekuatannya, meskipun sangat lemah!" Jacob mengepalkan tangannya, dia marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menyelamatkan ketiga wanitanya dengan kekuatannya sendiri.
"Astaga, kekasihku seorang super Hero!" celetuk mereka berbarengan.
Entah kebetulan atau apa, tapi mereka berempat berbicara serempak, ekspresi mereka juga sama sambil menutup mulutnya dengan tangan.
"Kalian terlalu berlebihan, aku masih sangatlah lemah, melindungi kalian saja aku tidak bisa." ucap Jacob tidak berdaya.
Luri memeluk Jacob, begitu juga dengan Micel dan Laura. "seiring berjalannya waktu, aku yakin nanti kamu bisa seperti Ayah." ucap Laura lembut.
"Hei! Kalian curang, aku tidak bisa ikut berpelukan." rengek Henny seperti ABG.
"Hahahaha...." mereka semua tertawa bersama melihat Henny yang seperti itu.
__ADS_1
Di luar ruangan, diam-diam Julian mendengarkan obrolan Jacob dan ke empat wanitanya, dia mengulas sebuah senyum, dan membatin.
Aku yakin dengan begini kekuatan Jacob akan cepat bertambah, melihat keharmonisan mereka, Jacob akan sangat mudah mendapatkan Poin peningkatan! Berjuanglah Jacob!