Warisan System Harem

Warisan System Harem
Membangunkan Macan Tidur


__ADS_3

Jelas saja Jacob langsung terkejut, dia menatap tidak percaya Luri yang tiba-tiba mengatakan ingin menjadi simpanannya.


Luri menundukkan kepalanya karena malu, baru kali ini dia terang-terangan mengatakan hal yang harusnya tidak di katakan seorang wanita. Tapi mau bagaimana lagi, dia merasa nyaman dengan Jacob. Mau tidak mau dia mengatakan sesuatu buang mengganjal di hatinya.


"Apa aku salah denger Luri? Kamu jangan bercanda." ucap Jacob yang merasa tidak mungkin kalau Luri mau menjadi simpanannya.


Luri mendongak menatap Jacob. "aku serius, dari pada aku harus jauh dari kamu, aku jadi simpanan kamu pun, rela."


Pernyataan Luri yang begitu blak-blakan jelas membuat Jacob mematung, dia yakin tidak salah dengar kalau Luri mau menjadi simpanannya.


"Begitu banyak pria jomblo di luar sana, tapi kamu malah mau menjadi simpanan ku? Hahaha.... Bercanda kamu memang sangat lucu." Jacob terkekeh geli, dia mengira kalau Luri hanya bercanda saja.


Luri mengerucutkan bibirnya, dia mendekat ke arah Jacob dan langsung mengecup bibirnya, mata Jacob membelalak kaget, setelah dua kali mengira Luri hanya bercanda, kali ini wanita itu benar-benar membuat Jacob kehilangan kata-kata.

__ADS_1


Luri sangat liar, dia memegangi kepala Jacob dan terus menempel di bibir Jacob, sampai-sampai Jacob kewalahan karena Kiri terlalu agresif.


Manisnya bibir Luri, membuat napas Jacob memburu, walaupun dia kewalahan, akhirnya dia membalas apa yang di lakukan Luri, wanita itu yang kini giliran membelalakan mata saat tangan Jacob mulai bergerilya nakal di tubuhnya.


Mmmmppp....


Luri mau melepaskan pagutannya, tapi sayangnya dia tidak bisa, tanpa sadar Luri telah membangunkan harimau tidur, dia tidak tahu saja kalau Jacob belum bisa mengontrol birahinya.


Semakin lama Luri semakin tidak berdaya, Jacob benar-benar hampir melucuti seluruh pakaian Luri, dia lupa kalau mereka masih di dalam Mobil.


Wan's menjalankan Mobil tanpa arah, dia sangat peka karena sudah terbiasa dengan Julian yang seperti Jacob, menurutnya ayah dan anak itu sama saja.


Luri tidak menyangka kalau tindakannya akan memicu reaksi liar Jacob, dia mau menolak, tapi sayangnya Jacob sudah membuat dirinya polos seperti bayi baru lahir.

__ADS_1


Pakaian Luri semuanya sudah terlepas dari tubuhnya, begitu juga dengan Jacob, kalung emas yang menghiasi lehernya dan juga tato bunga mawar di belahan gunung kembar Kiri membuat Jacob semakin agresif.


Luri hanya menatap Jacob dengan sendu, dia sadar kau dirinya yang memulai, jadi tidak ada alasan untuk dirinya menghentikan.


"Jac, pelan-pelan, aku ma...."


Arghhhh


Jacob yang sudah kesetanan tidak peduli dengan ucapan Luri, darah segar keluar dari selah pusaka dan Goa yang sedang saling mengait.


Mata Luri membelalak lebar, dia tidak menyangka kalau Pusaka Jacob akan memenuhi Goanya.


Ingin rasanya menangis, tapi dia juga menginginkan itu ,jadi Luri menahannya sampai Jacob puas.

__ADS_1


Jeritan Luri semakin keras, sehingga Wan's langsung mengeraskan musik di dalam mobik, agar pengemudi lain yang ada di dekat Mobil mereka tidak mendengar rintihan syahdu keduanya.


Mereka berdua melakukan hal tersebut entah berapa lama, yang pasti sampai Luri, memohon ampunan dan Jacob sadar dari kesurupannya.


__ADS_2