
Beberapa hari berlalu, Henny sudah pulang kembali ke Rumahnya, Jacob juga kembali ke Apartemennya, kali ini dia baru bangun tidur, terlihat Micel dan Luri yang masih terlelap di ranjang Jacob tanpa sehelai benang pun, hanya di tutupi oleh selimut.
Daya Pikat Luri dan Micel sudah naik di atas 100%, Jacob juga sudah menaikkan Atributnya hingga semua rata menjadi 100, kini kekuatan dia sudah jauh lebih kuat.
Jacob menatap dirinya di cermin, terlihat begitu banyak perubahan dalam tubuhnya, dari tubuhnya yang menjadi Six pack, hingga wajahnya yang terlihat lebih tampan dan berwibawa.
"Apa hidupku hanya akan begini saja? Untuk apa semua kekuatan ini?" Jacob mulai mempertanyakan kekuatannya sendiri, karena sementara dia semakin kuat, dia merasakan sebuah perasaan jenuh yang mulai menyerangnya. "apa Ayah juga merasakan hal yang sama denganku? Ah... Biarlah, lebih baik aku tanyakan saja nanti sama Ayah, harus bagaimana aku menggunakan kekuatan ini."
Jacob tidak pernah mendapatkan masalah seperti Julian, karena selama ini musuh-musuhnya hanyalah preman-preman, yang notabenya tidak memiliki kekuatan yang sama dengannya, jadi wajar saja kalau Jacob mulai jenuh.
Berbeda dengan Julian, hampir setiap hari dia mendapatkan banyak masalah, mungkin karena dunia yang sekarang sudah damai oleh Julian, karena itulah kejahatan yang frontal sudah tidak ada.
...***...
Sementara itu di sebuah Lab Kota Mati, pasukan Monster yang menyerupai Manusi dengan kulit kasar dan penuh duri sedang berbaris keluar dari Lab.
__ADS_1
Mereka berjumlah hingga ratusan, ada juga yang menyerupai T-Rex, hanya saja di punggungnya ada duri-duri tajam.
Mereka keluar permukaan, orang yang memakai Masker sudah menunggu mereka semua dengan seorang wanita yang memakai topeng.
Setelah semuanya berkumpul, orang tersebut buka suara. "Kalian sekarang sudah bebas, bergeraklah sesuka kalian, hancurkan dunia ini! Buat semuanya menderita!"
Perintah orang tersebut di jawab dengan raungan Monster-Monster tersebut, mereka semua seolah mengerti dengan perkataan orang yang memakai Masker.
Groaar
Groaar
Orang memakai. Masker menyeringai di balik topengnya, dia terlihat sangat senang karena mimpinya menghancurkan dunia akan segera terwujud.
"Julian Lewis, kali ini pasti kamu akan merasakan penderitaan yang aku rasakan! Bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang aku sayangi!" gumam Orang tersebut sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Tuan Joyce, apa kita perlu mengeluarkan X-TRAIL 01 juga?" tanya Asisten orang tersebut.
"Ya... Keluarkan dia juga, biarkan saja dia mengamuk sesuka hatinya!" ucap orang yang di panggil Joyce tersebut.
"Baik Tuan!" asisten orang itu membuka Tabnya, dia memasukkan sandi untuk membuka penjara X-TRAIL 01.
Terdengar sebuah tanah yang bergeser, tiba-tiba saja dari tanah tersebut keluar sesosok Monster yang cukup besar yang langsung melesat terbang ke langit tanpa arah.
Pria memakai Masker tertawa. "Hahahaha... Hancurkan semuanya! Bunuh semua orang, jadikan Dunia ini tanpa Manusia!"
Pria tersebut bertekad untuk membunuh semua orang di seluruh Dunia, dia berpikir semua orang tidak layak mendapatkan kebahagiaan, Jika dia tidak bahagia, maka semua orang juga harus sama sepertinya.
Para Monster menghancurkan tembok tinggi yang mengisolasi Kota kematian, terdengar raungan dan getaran dari dalam tembok.
Petugas patroli ke amanan yang sedang ada di sana mengerutkan keningnya, karena ini pertama kali mereka mendengar hal tersebut di dalam tembok.
__ADS_1