Warisan System Harem

Warisan System Harem
Kepergok


__ADS_3

Micel begitu khawatir dengan Jacob, dia merawatnya di sana, sehingga lupa untuk bekerja membantu orang tuanya.


Micel mengambil air untuk mengelap badan Jacob, ketika dia baru melucuti baju Jacob. Celia yang biasa kalau pagi datang ke Apartemen Jacob. Dia tertegun di pintu saat membuka pintu kamar Jacob.


Micel tidak mendengar kalau ada orang yang masuk Apartemen Jacob, karena dia mengira tidak akan ada yang datang pagi-pagi seperti itu.


"Siapa kamu!" tegur Celia yang sudah tersadar dari lamunannya.


Sontak saja Celia terkejut, dia langsung menoleh ke arah suara. Micel membelalakan mata ketika melihat wanita cantik yang sedang berdiri di pintu.


Meskipun umur Celia sudah kepala empat, tapi berkat perubahan yang di lakukan sistem dulu, dia terlihat seperti masih muda, semua istri Julian juga sama dengan Celia yang mendapat peningkatan Sistem.


"Kamu yang siapa?!" Micel balik bertanya pada Celia.


Celia melihat Jacob yang terbaring tanpa pakaian, dia tersenyum getir, dalam hati dia bergumam "astaga, apa anakku akan seperti Ayahnya?"


Celia menghela napas, dia mendekati Micel sambil tersenyum kecut "aku Ibunya Jacob, kamu pacar Jacob?" kali ini Celia bertanya dengan lembut.

__ADS_1


"Ibu?!" Micel tampak terkejut, dia melihat Jacob dan Celia bergantian, mereka bukan seperti anak dan Ibu, karena Celia masih sangat muda.


Celia yang tahu Micel kebingungan, dia duduk di samping Jacob yang sedang tidak sadarkan diri.


"Jacob, anak laki-laki satu-satunya dari keluarga Lewis, aku yakin kamu juga tahu akan hal itu bukan?" tanya Celia sambil menyelimuti Jacob yang tidak mengenakan baju.


Micel baru tersadar, dia pernah mendengar kalau istri Julian semuanya bagaikan bidadari yang ada di Bumi, dengan pemikiran tersebut, Celia baru yakin kalau Celia ibu dari Jacob.


"Nyo-Nyonya Lewis, maaf atas kelancangan saya!" ucap Micel ketakutan sambil membungkukkan badan.


Celia tersenyum ke arah Micel, dia menepuk kasur di sampingnya "duduklah di sini." ucap Celia lembut.


Celia memegang dagu Micel, dia mengamati wanita yang tadi sedang membasuh tubuh anaknya tersebut.


"Wanita cantik seperti kamu, kenapa mau dengan Jacob?" tanyanya lembut.


"Nyonya, saya minta maaf, tapi saya tidak bisa membohongi perasaan saya kalau saya...." terlihat Micel ragu melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Suka dengan Jacob?" ucap Celia melanjutkan perkataan Micel.


Micel mengangguk lirih, dia menundukkan kepalanya kembali, karena takut di marahi oleh Celia.


Mungkin bukan cuma Micel saja yang akan ketakutan saat berhadapan dengan Celia, pasalnya semua orang tahu siapa Celia, jadi tidak mungkin mereka bisa melawan istri orang nomor satu di Dunia itu.


Celia tersenyum "Jika kamu tahu kalau Jacob sudah punya kekasih, apa kamu masih menyukainya?"


Micel langsung menoleh ke arah Celia, dia terusik dengan perkataan Ibu orang yang di kaguminya itu.


"Jacob sudah punya kekasih?" tanyanya memastikan.


Celia tanpa ragu mengangguk "ya, apa kamu masih menyukainya?"


Celia sengaja mengatakan kebenaran tersebut, dia ingin melihat apakah Jacob sama seperti Ayahnya atau tidak, jika Micel mau bertahan, sudah di pastikan dia sepertinya akan mengikuti jejak Julian.


Terlihat Micel yang meremas bajunya, ekspresi wajahnya seolah tidak bisa menerima kenyataan tersebut. Micel tidak tahu apa yang harus dia katakan pada Celia. Mau mundur tapi dia menyukai Jacob, jika bertahan, takut di anggap wanita tidak baik oleh Ibu Jacob. Dilema, Micel tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


"Ibu." terdengar suara serak Jacob menginterupsi Celia dan Micel.


__ADS_2