Warisan System Harem

Warisan System Harem
Bahaya Yang Mulai Mendekat


__ADS_3

Suara tersebut semakin keras, tembok tinggi itu bergetar hebat, orang-orang yang bertugas di sana penasaran apa yang terjadi, salah satu dari mereka mendekat, ke arah tembok.


Dia menaruh telinganya di tembok tersebut, tiba-tiba saja sebuah duri tajam menembus kepalanya dari telinga orang tersebut sehingga tewas seketika.


Sontak saja teman-temannya terkejut dengan kejadian tersebut, duri-duri itu semakin panjang, tembok itu akhirnya jebol.


Brugg


Groaar


Orang-orang penjaga di sana sontak saja tercengang saat melihat ratusan Monster yang langsing berlarian keluar dari dalam tembok.


"Sialan! Apa yang terjadi!"


"Cepat hubungi Markas!"


"Brengsek, kenapa ada mahluk seperti ini!?"


Mereka menembaki Monster yang melesat ke arah mereka, tapi sayangnya Monster-monster tersebut kebal terhadap senjata Api.

__ADS_1


Orang-orang tersebut mulai ketakutan, mereka panik dan langsung naik Mobil Patroli, tapi sayangnya salah satu Monster langsung berlari dan menusuk orang tersebut menggunakan tangannya.


Para penjaga tidak ada yang selamat, mereka semua tewas seketika akibat kebrutalan Monster tersebut.


Monster-monster itu terus berlari ke arah kota terdekat, entah bagaimana caranya mereka bisa berenang dengan sangat cepat layaknya ikan.


Kota Pertama yang mereka tuju adalah Kota dimana negara Larisa dulu berada yang kini sudah menjadi negara berbeda.


Untung saja penjaga kota kematian sempat menghubungi markas dengan kode darurat, sehingga Rafael langsung mendapatkan sinyal darurat itu.


Di lab Julian dan Darius, Rafael langsung memberitahu Darius. "Tuan Darius, ini gawat, dari kota kematian ada sekelompok Monster yang mulai akan menyerang kota terdekat!"


"Cepat, beritahu Julian! Aku akan mengirim semua Robot pelindung!" ucap Darius yang langsung mengaktifkan semua robot pelindung dan meluncurkannya.


Darius juga mengaktifkan ke amanan Rumah Julian, Susan datang dengan menggendong anak bungsunya menghampiri Darius.


"Ada apa sayang?" tanyanya lembut.


"Sayang, kamu sekarang pergi ke atas, beritahu adik-adik dan keponakan kamu agar tidak keluar Rumah, bencana puluhan tahun silam akan terjadi lagi, aku akan mengaktifkan semua pertahanan di seluruh dunia bersama dengan Rafael!" ucap Darius sambil menyiapkan semua pertahanan yang dia maksud.

__ADS_1


Susan tercengang, dia tahu betul kalau Bencana tersebut sangatlah mengerikan, sampai-sampai Julian saja hampir terbunuh.


"Baik sayang!" Susan bergegas pergi ke atas, karena memang Laboratorium Julian ada di bawah Rumahnya.


Rafael langsung menghubungi Julian yang sedang berkeliling dunia seperti biasanya, tanpa menunggu.


"Tuan Lewis, anda harus segera ke Vlasir, Di sana muncul Monster-monster yang kemarin anda hadapi dengan jumlah yang cukup banyak." ucap Rafael serius.


"Apa! Bagaimana mungkin, dari mana mereka datang?" tanya Julian tidak percaya.


"Tuan, mereka datang dari Kota Mati, tembok Kota Mati berhasil di jebol, kini mereka sedang menyeberang lautan menuju Vlasir!" terang Rafael singkat.


Julian menggertakkan giginya. "baik aku akan kesana, aktifkan semua pelindung di seluruh Dunia, beritahu semua militer dunia, katakan pada Mereka mode perang!"


"Baik Tuan!" jawab Rafael sigap


Julian langsung terbang ke Vlasir dengan kecepatan penuh, dia benar-benar tidak rela jika kedamaian yang selama ini di jaganya akan hancur lagi seperti dulu.


"Bedebah! Akan ku bunuh siapapun yang berani merusak kedamaian yang sudah aku buat selama ini!" gumam Julian marah.

__ADS_1


__ADS_2