Warisan System Harem

Warisan System Harem
Pertarungan Pertama Jacob


__ADS_3

Di Apartemen Jacob, Laura dan Micel pamit pulang. Laura ada kuliah sore jadi mau tidak mau harus meninggalkan Jacob, sementara Micel dia pergi membantu orang tuanya seperti biasa.


Jacob lama-lama jenuh di Apartemennya, dia pun memutuskan untuk pergi keluar, padahal dia biasanya malas keluar, tapi karena mungkin kelainannya sudah sembuh, jadi merasa tidak betah di Apartemen terus.


Jacob jalan-jalan di sekitar Apartemennya, dia yang kurang bergaul tentu saja tidak memiliki tempat untuk pergi bermain dengan temannya, karena biasanya hanya Rey yang datang ke Rumahnya, menemani dia maen game.


Jacob ke taman dekat Apartemennya, Wan's dengan setia mengikuti Jacob dari belakang, keduanya jalan kaki hingga sampai di taman.


Ketika di taman, Jacob tersenyum getir saat melihat banyak orang yang sedang berpacaran di sana.


Jacob mencari kursi kosong dan duduk di sana, dia menyenderkan tubuhnya di kursi tersebut sambil menatap langit yang kebetulan hari ini begitu cerah.


"Ternyata begini rasanya berbaur dengan orang-orang." gumamnya lirih.


"Tuan Muda, apa anda ingin beli sesuatu?" tanya Wan's perhatian.


Jacob menoleh ke arah Wan's "ya, belikan aku kopi, Wan's!"

__ADS_1


"Baik Tuan Muda." Wan's meninggalkan Jacob seorang diri.


Saat Wan's sudah pergi membeli kopi, tiba-tiba saja datang segerombolan pria yang menghampiri Jacob.


Mereka semua bertato, di tambah banyak tindikan di telinga bahkan hidung dan lidah mereka juga di tindik.


"Hei! Berikan kami uang!" tegur salah satu mereka pada Jacob sambil menaikkan kakinya di kursi yang Jacob duduki.


Jacob mengernyitkan dahi, ketika melihat sekelompok pria aneh tersebut "uang? Memangnya aku bapakmu minta uang padaku?"


"Hooh... Ternyata kamu punya nyali juga bocah?!" bentak pria tadi sambil menarik kerah baju Jacob.


"Berikan uangmu! Atau kami harus mengambilnya dengan paksa!" bentak pria itu lagi.


Jacob yang kecerdasannya di atas rata-rata, dia mencoba untuk mencari cara agar lepas dari mereka, kemudian dia menemukan sebuah ide.


"Bagaimana aku mau mengambil uangku, kalau di perlakukan seperti ini." ucap Jacob dengan suara sedikit gemetar.

__ADS_1


Pria tersebut menghempaskan Jacob, sehingga tubuh Jacob membentur senderan kursi. Anehnya Jacob tidak merasakan sakit sama sekali.


Jacob yang tahu kalau Wan's sebentar lagi pasti datang, dia berniat mengulur waktu dengan melawan mereka, meskipun takut, tapi dia yakin kalau Wan's pasti akan datang.


Jacob merogoh sakunya, kemudian dia memberikan genggaman tangan pada pria tersebut, ketika wajah pria tersebut mendekat, Jacob langsung menghantamnya.


Bang


Pria tersebut terpelanting dan Jatuh ke tanah, karena Jacob menghantamnya dengan sekuat tenaga, sehingga pria itu langsung tidak sadarkan diri.


Tentu saja teman-teman Pria itu terkejut, mereka semua tidak menyangka kalau Jacob memiliki pukulan yang sangat keras.


Jangankan mereka, Jacob saja terkejut dengan kekuatannya, dia tidak tahu kalau pukulannya akan sekuat itu, padahal dia berniat hanya ingin memukul dan lari.


Teman-teman pria itu menoleh ke arah Jacob "Brengsek!"


Mereka semua langsung mengelilingi Jacob, kemudian satu-persatu menyerang Jacob dengan serius.

__ADS_1


Jacob mencoba berpikir jernih, jika dia bisa menghantam orang tadi, seharunya dia juga bisa mengalahkan yang lainnya.


Jacob memasang kuda-kuda layaknya seorang petinju yang dia lihat di sebuah film, dia berusaha agar tidak terlihat ketakutan dengan mereka.


__ADS_2