
Jacob mengatur napasnya agar kembali seperti semula. Karena baru merasakan rasa sakit yang seperti itu Jacob sedikit takut dengan Sistem.
"Apa ini efek samping dari Sistem, tapi kenapa aku baru merasakannya sekarang?" gumam Jacob yang sudah bisa bernapas normal lagi.
Wajar saja jika Jacob baru merasakannya sekarang, perubahan menuju minimal Atribut keberaniannya hanya menguatkan tekad, sementara sekarang dia sudah mulai naik ke tahap keberanian ekstrim, jadi ada pembentukan ulang dalam tubuhnya yang di lakukan Sistem.
Setiap dia meningkatkan Atribut tahap selanjutnya, semuanya akan terasa menyakitkan, karena Atribut Jacob sudah di atas minimal.
Jacob beranjak duduk dari berbaringnya, dia melihat seluruh tubuhnya yang basah kuyup oleh keringat, sampai-sampai bajunya saja seperti habis kehujanan.
"Lebih baik aku mandi dulu, setelah itu bersiap ke Rumah Bu Henny." gumam Jacob yang langsung berdiri dan ke kamar mandi.
Sedikit berbeda dengan Julian ketika pertama kali mendapatkan Sistem, Jacob seolah tidak peduli jika wanitanya akan mengetahui kalau dirinya memiliki wanita lain. Laura yang notabenya sudah resmi menjadi kekasihnya saja tidak dia pikirkan perasaannya.
Mungkin Jacob baru merasakan kesenangan dekat dengan lawan jenis setelah sekian lama dia selalu menyendiri. Karena itulah dia tidak bisa menebak konsekuensinya saat nanti Laura tahu dia memiliki hubungan dengan wanita lain meski tidak resmi.
Waktu terus berlalu, hari pun sudah malam. Jacob sudah siap untuk menemui Henny yang sudah menunggunya.
Jacob tidak mengenakan Jas ataupun pakaian resminya lainnya, dia hanya mengenakan kaos putih dengan perpaduan jeans hitam. Penampilannya seperti ABG pada umumnya.
Jacob tidak pernah menonjolkan statusnya, meskipun dia anak orang nomor satu di Dunia, tapi dia tidak pernah menunjuk pada orang-orang kalau dirinya sangat kaya. Mobil yang selalu di kendarai Jacob saja hanya sedan biasa yang biasanya orang-orang kelas menengah pakai. Padahal koleksi Mobil sport dan Mewah Ayahnya sangatlah banyak, tapi Jacob tidak mau memakainya.
__ADS_1
"Wan's, kita berangkat ke Rumah Bu Henny, ini alamatnya!" Jacob yang baru keluar Apartemen memberikan perintah pada Wan's.
Hanya dalam satu kali pandang, Wan's langsung tahu alamat yang Jacob tunjukan, mereka berdua turun ke bawah dan langsung menuju Rumah Henny.
Jacob cukup gugup, karena ini pertama kalinya dia akan menjalin hubungan dengan seorang wanita dewasa, yang tentunya sudah syarat akan pengalaman. Di dalam Mobil dia beberapakali menghirup napas dan membuangnya berkali-kali.
Dua puluh menit kemudian, Jacob sampai di alamat yang di berikan Henny, dia cukup terkejut, karena ternyata Henny dari kalangan atas.
Rumahnya cukup besar, mungkin sepertiga Rumah Julian, di depan gerbang juga banyak pengawal yang berjaga di sana.
Mobil Jacob berhenti di depan gerbang, karena para pengawal yang ada di depan gerbang menahan mereka, untuk menunjukkan identitasnya.
Wajah Pengawal langsung terkejut ketika melihat Jacob, karena Henny sudah memberitahu mereka kalau Jacob akan datang dan tidak boleh menyentuhnya.
"Maaf Tuan muda Lewis, silakan masuk." ucapnya sopan setelah melihat Jacob.
Jacob mengangguk, dia menutup kaca Mobil dan menyuruh Wan's masuk setelah gerbang di buka langsung oleh para pengawal Rumah Henny.
Jacob cukup takjub dengan Rumah Henny, meski tidak semewah Rumah Ayahnya, tapi setidaknya setiap dekorasi Rumah tersebut sangatlah bagus.
Mobil Jacob berhenti tepat di depan Rumah Henny, terlihat sosok cantik yang sudah menunggunya dengan gaun berwarna merah yang membuat Henny sangatlah pangling di mata Jacob. Dia tidak terlihat seperti wanita berusia tiga puluhan, melainkan seperti wanita muda yang matang.
__ADS_1
Jacob sampai tertegun saat dia baru turun dari Mobil. Wanita yang biasanya memakai pakaian tertutup ketika di Universitas, sekarang memakai gaun yang lengannya terbuka. Kaca matanya juga tidak di kenakan, sebagai gantinya lensa mata berwarna biru menambah kecantikannya.
"Selamat datang Jacob." sapa Henny ramah dan lembut.
Jacob tersadar dari lamunannya "eh... iya Bu Henny."
Henny menggembungkan pipinya "ih... akukan sudah bilang, panggil aku Henny saja."
Henny merajuk manja, dia seperti kekasih Jacob yang sedang kesal dengannya. Jacob tersenyum getir, ternyata wanita seperti Henny bisa bertingkah layaknya ABG.
Jacob mendekati Henny "maaf, He-nny."
Jacob mau tidak mau menuruti kemauan Henny, karena dia sadar dengan cara itu bisa membuat Henny menambah terpikat dengannya.
Henny tersenyum simpul, dia merangkul lengan Jacob "ayo masuk, aku sudah masak spesial untuk kamu."
Jacob mengangguk, mereka berdua masuk ke dalam Rumah Henny. Para pelayan menyambut Jacob dengan sopan, mereka semua membungkuk hormat saat Jacob berjalan melewati mereka semua.
Jacob merasa Dejavu dengan keadaan tersebut, pasalnya ketika di Rumah ayahnya juga para pelayan melakukan hal yang sama.
Jacob di bawa ke meja makan yang sudah di siapkan untuk dirinya dan Henny. Meja makan yang hanya di atur untuk mereka berdua sehingga terlihat sangat romantis. Apa lagi saat keduanya duduk lampu di matikan dan hanya ada cahaya lilin yang menyinari meja makan tersebut.
__ADS_1