Warisan System Harem

Warisan System Harem
Perasaan yang Terikat


__ADS_3

Henny tidak tahu harus senang atau sedih, seorang wanita pasti ingin di manja seorang diri oleh prianya, jika itu untuk keadaan normal.


Sayangnya Henny sadar kalau mencintai Jacob itu harus rela berbagi dengan wanita lainnya, sebenarnya dia sempat bimbang dengan pilihannya tersebut. Namun, ketika ayahnya bilang padanya kalau Ayah Jacob yang memiliki sepuluh istri saja dia bisa membuat para istrinya Harmonis.


Menurut Ayahnya, Jacob pasti bisa melakukan hal yang sama, apa lagi kekayaan orang tua Jacob tidak terbatas dan kemungkinan besar yang akan menjadi pengganti Julian adalah Jacob, karena dia anak laki-laki satu-satunya di keluarga tersebut, dengan pertimbangan itulah Ayah Henny menyarankan untuk melanjutkan hubungannya dengan Jacob.


Henny akhirnya setuju, mau tidak mau dia harus menerima kenyataan kalau Jacob memang di takdirkan mengikuti jejak Ayahnya.


...***...


"Ingat, kamu harus adil!" ucap Henny tegas.


"Iya sayang, tenang saja, keperkasaan ku akan ku buat semaksimal mungkin, agar kalian semuanya puas!" ucap Jacob dengan percaya diri.


"Ih... Bukan itu, maksudnya waktu kamu untuk kami semua nantinya! Jacob bodoh!" Henny mendengus kesal, karena Jacob malah membicarakan napsu terus.

__ADS_1


"Oh itu... Hehehe...." Jacob tertawa bodoh, dia sedikit malu karena tingkah anehnya tadi.


"Hihihi...." tiba-tiba saja Henny terkikik geli, dia merasa memang sangat aneh hubungannya dengan Jacob.


Jacob tersenyum melihat Henny yang bisa tertawa meskipun lirih. "kita lanjutkan yah?"


Henny mengangguk, Jacob langsung tancap gas menjemput Laura dan Micel yang sudah berjanjian bertemu di taman pinggiran kota yang kebetulan cukup dekat dengan rumah mereka berdua.


Mobil berhenti di taman tersebut, terlihat keduanya sedang menunggu sambil mengobrol santai.


"Lama!" tegur Laura sambil melotot ke arah Jacob yang membuka jendela Mobil depan.


"Maaf, tadi aku menjemput Henny dulu." jawab Jacob lembut.


Laura dan Micel langsung masuk ke dalam Mobil, terlihat Henny yang tersenyum ke arah mereka saat di dalam Mobil.

__ADS_1


Micel merasa minder saat melihat Henny, wanita itu sangat cantik, dia langsung insecure karena kekurangannya.


Hening dan canggung saat mereka bertiga satu Mobil bersama dengan Jacob, tidak ada yang bicara sama sekali, mereka semua sama-sama bungkam, karena tidak tahu harus ngobrol apa.


Jacob merasa superior di dalam Mobil, dia membusungkan dada, karena tiga wanita cantik dia dapatkan dengan mudahnya.


"Baiklah, kita berangkat yah." ucap Jacob berusaha memecah kecanggungan tersebut, tapi itu semua tidak berhasil, mereka bertiga hanya mengangguk menanggapi ucapan Jacob.


Jacob tidak peduli dengan hal tersebut, karena dia akan ke rumah orangtuanya, dia sekalian saja nanti minta Ibunya untuk membimbing ketiganya agar bisa akrab satu sama lain, dia yakin kalau Ibunya sudah hafal melakukan hal tersebut dengan pengalamannya memiliki sembilan saudari satu rumah.


Mobil Jacob sampai di kediaman Ayahnya, adik-adik Jacob yang sudah tahu kalau kakaknya akan datang dengan para wanitanya, mereka semua sengaja menyambut di teras, ingin melihat seperti apa wanita-wanita kakaknya itu.


Ketika Jacob dan ketiga wanitanya keluar dari Mobil, mereka semua langsung tersenyum getir, ternyata selera kakaknya sangat tinggi, dengan menggandeng Wanita-wanita cantik itu bersamanya.


"Ternyata, kakak sama saja seperti Ayah." ucap Medina tidak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2