When Beast Meet Cinderella

When Beast Meet Cinderella
Mawar Hanafi part 2.


__ADS_3

Mawar mengejar langkah kaki Alvin yang kian cepat.Berusaha mensejajarkan langkahnya dengan langkah Alvin. Hingga pada akhirnya, Alvin berhenti melangkah, kemudian berbalik arah.


" Bisakah kamu tidak mengikutiku lagi, Hana?!" Alvin menggertak Mawar. Dengan mata yang sengaja ia tajamkan.


" Kamu berubah, Vin. Dulu kamu tidak seperti ini. Dulu kamu itu sangat lembut padaku. Sekarang kamu seperti orang asing saat melihatku." Mawar berkata. Ia lupa, bahwa saat ini dirinya sudah bukan siapa-siapa bagi Alvin. Meski Mawar pernah mengisi kekosongan hati Alvin selama tiga tahun, dan akhirnya memutuskan untuk segera menikah, Namun, berbeda dengan hari ini. Alvin membencinya.


" Itu dulu! Dulu dan sekarang berbeda. Dulu kamu adalah wanita yang begitu berarti dalam hidupku. Sekarang sudah ada Daisy yang kini menjadi isteri sahku." kata-kata Alvin menusuk hati Mawar.


Setelah itu


Alvin melangkahkan kakinya lagi dengan cepat. Menuju ruang kerjanya. Ia tidak mempedulikan Mawar yang tetap mengikutinya juga.


" Kenapa kamu masih saja mengikutiku, Hana! Pergi dari ruanganku atau aku suruh satpam yang menyeretmu keluar dari sini!"


Mawar tidak mendengarkan perintah Alvin yang sudah mengusirnya. Ia terus saja mendekati Alvin dan dengan sengaja, ia malah duduk di pangkuan Alvin. Dengan kedua tangan yang melingkar di leher Alvin.


" Alvin, kau pasti merindukan belaian tanganku bukan? Aku akan memberikannya untukmu, jika kau mengizinkannya." ucap Mawar dengan lembut dan seperti berbisik.


Bukan tanpa alasan Alvin diam. Ia diam karena ingin melihat sejauh mana keberanian mantan tunangannya itu merayunya tanpa rasa malu.


Mawar segera meraba dada bidang milik Alvin. Membuka kancing kemeja satu persatu, lalu menciumnya dengan penuh kehangatan. Alvin masih mengingat setiap sentuhan yang dilakukan Mawar padanya, dulu.


Mawar tersenyum bangga, saat melihat Alvin juga ikut merasakan sentuhan dan kecupan yang ia lakukan kepada Alvin. Ia berfikir akan mendapatkan cinta Alvin kembali.


" Kau menyukainya bukan?" bisik Mawar, nafasnya begitu menderu kala membisikkan kata-kata di telinga Alvin.


" Sayangnya, itu tidak berpengaruh padaku. Pergi atau kusuruh Dave yang mengusirmu dari kantor ini!" bentak Alvin.

__ADS_1


Mawar tertawa riang, saat Alvin sepertinya marah akan tetapi, terlihat seperti menahan nafsunya.


Alvin yang geram, langsung menghubungi Dave, yang sedang berada di kantor periklanan.


" Cepat kemari, tuan Dave! Ada benalu yang harus kau usir dari kantorku sekarang!" dengan satu kali ucapan, Dave langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan Alvin. Betapa terkejutnya ia, saat melihat mantan tunangan tuannya sedang duduk di pangkuan tuannya dengan mesra.


" Anda wanita yang tidak ada sopan santunnya, nona! Mari ikut saya, akan saya antarkan nona ketempat yang seharusnya. Yaitu ke tempat pelacuran!!!"


" Dave!"


" Apa?!! Apa perlu saya yang menyeret nona agar Nona mau keluar dari kantor tuan Alvin?!!!" kali ini Dave tidak main-main dengan ucapannya.


Mawar yang hafal dengan sikap kasar yang di tunjukan oleh Dave, segera bangkit lalu menyambar tas miliknya yang berada di atas meja kerja Alvin. Mendekati Dave, menatap tajam kedua netra Dave, lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


" Kamvret!!!" makinya saat ia bertatapan mata dengan Dave.


Setelah Mawar pergi cukup lama. Alvin nampak gusar. Dave yang sadar akan tingkah tuannya, ia lalu mendekatinya dan menanyakan hal yang akan membuatnya di bentak.


" Tuan, anda kenapa? Apa yang terjadi pada Anda, Tuan?"


Alvin tidak menyahut pertanyaan Dave. Ia terus gelisah dan mengeluarkan keringat dingin.


" Apa Anda sakit, tuan?" tanya Dave lagi.


" Aku akan pulang ke rumah. Kau urus rapat hari ini bersama rekan direktur yang lain. Aku ada urusan penting."


" Ke mana, Tuan? Bukankah Mawar sudah pergi? Buat apa Anda mengejarnya?"

__ADS_1


" Aku bukan mengejar Hana, akan tetapi aku ingin menemui Daisy, isteriku."


" Untuk apa, tuan?"


" Diam! Urus saja pekerjaan yang aku berikan padamu tadi!"


" Ba, baiklah tuan. Tolong maafkan aku," ucap Dave terbata-bata.


" Ya," sahut Alvin, kemudian ia pergi menuju rumahnya.


" Aku harus cepat-cepat menemui isteriku jika tidak, aku akan tersiksa." gumam Alvin, sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


🍁🍁🍁


Sesampainya di rumah besar.


Alvin segera melangkah dan masuk ke dalam kamar. Namun, ia tidak menemukan aku di sana. Seketika Alvin marah. Wajahnya memerah dan ingin melampiaskan pada barang yang ia lihat di hadapannya.


Tak lama kemudian, akupun masuk ke dalam kamar, begitu aku mendengar suara mobilnya. Alvin pasti pulang, tapi kenapa secepat itu. Bukankah ia ada rapat dengan para direktur di kantornya, lalu kenapa dia pulang cepat?


" Suamiku, kamu sudah pulang?" tanyaku sambil mendekatinya. Lalu duduk di dekatnya. Alvin menoleh kearahku. Meraih pinggangku yang ramping dan seksi. Suara desahan nafasnya terdengar menderu. Dalam kebingungan, Alvin langsung menciumiku.


" Puaskan aku pagi ini. Aku sangat menginginkannya." desahnya yang membuat diriku semakin tidak bisa menolak ajakannya itu.


Bersambung...


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2