When Beast Meet Cinderella

When Beast Meet Cinderella
Pernyataan Cinta Dave.


__ADS_3

" Berapa kakakku membayarmu?" Dave bertanya tanpa memikirkan akibatnya. Ia sudah terlalu geram dengan Kayra karena tidak mendengarkan ucapanya


" Tuan," pekik Kayra. Dadanya turun naik mendengar ucapan Dave yang menurutnya kurang ajar itu.


" Kenapa? Kenapa ketika dengan dia, kau mau menikah dengannya? Tapi, denganku, kau menolak cintaku secara terang-terangan. Kau egois Kay. Mengenyampingkan rasamu demi mendapat calon yang lebih kaya dariku," umpat Dave.


" Kau jahat, Tuan Dave." gumam Kayra.


" Jahat? Kau yang jahat, Kayra! Jelas-jelas aku mencintaimu, namun kau malah menolak cintaku. Bukankah itu perbuatan jahat?" ucap Dave, sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kayra dengan kasar.


Dave memandang wajah Kayra. Lalu tanpa sadar ia tersenyum. Sesuatu terlintas di fikirannya.


" Puaskan aku!" tanpa ba bi bu, Dave memerintah kepada Kayra.


Kayra tersentak. Ia menepis kedua tangan milik Dave, dan menjauh darinya. Kedua mata indahnya terbelalak saat Dave mengatakan hal itu. Ia tidak menyangka jika Dave memiliki fikiran kotor terhadapnya.


" Kenapa? Kau tidak mau melakukan tanpa di bayar bukan? Baiklah aku juga bisa membayar tubuhmu. Katakan, berapa yang kau inginkan! Sepuluh juta, delapan puluh juta, atau satu milyar? Cepat katakan!" lagi-lagi Dave berkata tanpa memikirkan akibatnya terhadap Kayra.

__ADS_1


Dave segera mengambil cek di kantong jaket yang ia gantung di lemari. Lalu menulis sejumlah uang yang nominalnya sangat besar. Setelah itu, ia membuka kopernya dan mengambil beberapa uang dolar kemudian melempar uang itu ke tubuh Kayra.


Dave meraih tangan Kayra, ia letakkan cek yang telah ia tulis nominal uang untuk Kayra.


" Cepat puaskan aku hari ini! Aku telah memberikanmu kekayaan yang mungkin kau akan puas, Kay!"


" Kau sakit, Dave. Kau pria tidak waras yang aku kenal," rutuk Kayra. Ia tidak menyangka Dave akan berbuat serendah itu.


Kayra menatap tajam mata Dave. Sambil menahan airmata yang akan jatuh di pelupuk matanya. Entah kenapa Kayra merasakan sakit luar biasa saat Dave menyebutnya wanita ******. Padahal benar bukan, Kayra itu wanita ******.


Tak ada kata yang lebih menyakitkan dari ini. Di hina oleh orang yang di cintai tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya. Kayra memang bukan wanita baik-baik, dan bukan pula berasal dari orang berada. Ia melakukan itu karena terpaksa. Terjerat hutang yang di buat oleh Kania, saudari tirinya yang rakus itu.


Dengan kedua tangan yang bergetar, Kayra membuka kancing baju yang ia kenakan. Sehingga terpampang dengan jelas, bentuk buah dada miliknya berbalut bra berwarna senada dengan baju yang di kenakan Kayra.


" Silahkan kau jamah tubuhku tuan, jika itu maumu," gumam Kayra. Airmatanya menetes. Kayra gagal membendung airmatanya.


Dengan perlahan, Kayra mendekati Dave. Meraih pinggang Dave agar merapatkan tubuhnya dengan tubuh Dave. Kayra menyentuh setiap inchi tubuh Dave yang kini berdiri di hadapannya. Dan di saat ia menyentuh bibir Dave, gerakannya terhenti. Ia kembali mengingat kejadian tadi pagi bersama Sagara. Kakak tertua Dave.

__ADS_1


" Kenapa berhenti?" Dave bertanya.


" Tak apa," jawab Kayra setengah gugup. Ia berusaha menghilangkan kejadian tadi pagi bersama Sagara.


" Kalau kau ragu, aku yang akan memulainya," seru Dave. Meraih tengkuk leher Kayra, lalu ******* bibir Kayra.


Baru kali ini, Dave merasakan sesuatu yang sudah lama tidak pernah ia rasakan. Begitupun dengan Kayra, ia ingin menolak ciuman yang Dave lakukan, hanya saja, otak dan tubuhnya saat ini tidak bisa mencegahnya. Bahkan ia merasakan kehangatan yang luar biasa.


Dave terus ******* bibir Kayra. Dan tanpa sadar, saat tangan kanan Dave menyentuh daerah sensitif milik Kayra, ia langsung berhenti.


" Tak perlu di lanjutkan. Kau bukan isteriku. Kau milik Kakakku, aku tak bisa melakukan hal ini pada wanita yang benar-benar sangat aku hormati. Pergilah, kau bebas sekarang Kay. Pergi sebelum aku berubah fikiran!" titah Dave. Kemudian mendorong tubuh Kayra, hingga Kayra mundur beberapa senti.


Tak lama kemudian, Dave pergi meninggalkan Kayra. Siang ini, hati Kayra sangat sedih. Ia menangis terisak-isak tak dapat membendung airmatanya. Kayra seakan rapuh saat ia mengingat Dave menjuluki dirinya wanita penghibur. Tubuh Kayra melemah dan ia pun terjatuh, duduk di lantai kamar milik Dave.


Ia di hadapkan dengan beberapa pilihan. Antara Dave dan Sagara. Lalu, ia memutuskan untuk pergi dan menghilang diantara keduanya.


Bersambung.

__ADS_1


☘️☘️☘️


__ADS_2