When Beast Meet Cinderella

When Beast Meet Cinderella
Pengejaran mencari Daisy dan Aisyah.


__ADS_3

Sebuah limosin memasuki gerbang utama kediaman Nyonya Liem yang telah terbuka lebar. Nyonya Liem yang berada di dalam limosin itu nampak terkejut saat pintu pagar rumahnya terbuka lebar. Ia segera turun dari limosinnya, lalu segera mengecek tempat penjagaan dekat pintu pagar rumahnya. Begitu ia sadar bahwa semua penjaga yang sedang berjaga di rumahnya tertidur, nyonya Liem marah bukan main. Di ambilnya seember air lalu di siramnya ke tubuh para penjaga rumah.


Byur!!!


Air pun di siramkan ke tubuh para penjaga itu. Mereka terbangun dan kaget baju mereka basah. Dan begitu melihat majikan mereka dengan muka marahnya, mereka sadar bahwa ada yang tidak beres.


" Kenapa kalian enak-enakan tidur di sini, hah?! Mana yang lain? Aku datang bukannya di sambut malah enak-enakan tidur!!!" hardiknya, sambil bertolak pinggang.


Mereka saling bertatapan, mereka yakin ini pasti ada yang tidak beres.


" Et dah, malah pada bengong. Bangun, dan suruh yang lain menghadapku!" perintahnya.


" Ba-baik, Nyonya." jawab mereka serempak. Lalu pergi dari hadapan majikannya.


Lima belas menit kemudian.


" Nyonya gawat! Anak kecil yang bernama Aisyah dan wanita yang di sekap di dalam kamarnya hilang!" seru salah satu penjaga. Membuat Nyonya Liem murka.

__ADS_1


" Dasar kalian tidak berguna!!! Jika sampai dua wanita itu tidak di temukan, maka nyawa kalian taruhannya, paham?!" bentaknya. Sambil berlalu pergi dengan kemarahan.


☘️☘️☘️Dessy Yulia Azzahra☘️☘️☘️


Nyonya Liem merutuki dirinya sendiri karena kehilangan dua orang wanita yang menurutnya amat berharga. Di samping dua wanita itu berharga mahal jika di uangkan, dan jika mereka sampai tidak di temukan, usahanya yang ia bangun sampai saat ini akan hancur karena pastinya Daisy dan Aisyah pasti melaporkan dirinya ke kantor polisi.


" Sialan! Dasar anak buah tidak becus!!! Menjaga dua orang wanita lemah juga mereka tidak bisa! Cih ...!!!" umpat Nyonya Liem. Ia terus merutuki beberapa anak buahnya yang menjaga di rumah saat dirinya pergi.


Tangan kanan nyonya Liem merogoh saku dompetnya, lalu mengambil ponsel miliknya dan menekan angka di layar ponsel hingga terbentuk satu barisan nomor telepon.


" Cepat kau cari tahu di mana dua wanita yang tadi aku ceritakan! Jika kau berhasil membawanya kemari, aku hadiahkan satu mobil pajero untukmu!" sahut nyonya Liem dengan seseorang di seberang sana.


" ... "


" Oke, aku tunggu kabar baik darimu," sahutnya lagi. Lalu mengakhiri teleponnya.


Sebuah senyuman tersungging di bibirnya saat ini. Ia merasa bahagia karena kali ini baik Daisy dan juga Aisyah akan segera ia dapatkan.

__ADS_1


" Sekalinya mereka datang kepadaku, mereka tidak akan bisa pergi dalam keadaan utuh! Ha ha ha," gumamnya. Tertawa terbahak-bahak.


Sementara itu, nampak di kejauhan. Daisy rupanya kelelahan karena telah berjalan jauh sambil menggendong tubuh Aisyah. Meski Aisyah mengatakan ia kuat berlari, tapi bagi Daisy, anak seusianya yang baru menginjak empat tahun itu, tetaplah anak-anak. Dan pasti tidak akan kuat jika di ajak berlari, apalagi jaraknya lumayan jauh. Dan Daisy kira ia sudah aman dari nyonya Liem.


Daisy berhenti di depan sebuah masjid. Di mana masjid itu berdiri kokoh dan sudah terlihat sepi. Ia berinisiatif untuk memasuki masjid itu. Ingin mencoba berlindung dari kejaran pesuruh nyonya Liem. Mungkin di dalam masjid, ia lebih aman dan bisa secepat mungkin menghubungi Alvin.


" Aisyah, kita masuk dulu ya ke dalam masjid itu. Tapi, kita bawa masuk sandal dan sepatu yang kita pakai. Bibi Daisy sudah tidak kuat berjalan lagi," kata Daisy, sembari melirik kearah Aisyah yang nampaknya tengah terkantuk itu. Aisyah hanya mengangguk kecil. Lalu mengikuti kemana perginya Daisy.


Daisy dan Aisyah melangkah memasuki masjid. Saat pintu masjid hendak di buka, rupanya pintu itu tidak di kunci. Ini sebuah langkah pertama yang paling bagus menurutnya. Ternyata Allah subhanahu wata'ala masih melindunginya dari kejaran para setan yang haus akan kesesatan.


" Alhamdulillah, Aisyah. Kita selamat. Oh iya, kamu tidur dulu. Bibi lihat Aisyah lelah dan mengantuk," ucap Daisy, sambil merebahkan tubuh Aisyah di karpet masjid. Tempat di mana orang-orang melaksanakan salat.


" Bibi, mau salat dulu ya? Salat sunah dua raka'at agar kita selalu di lindungi Allah subhanahu wata'ala. Kamu sekarang tidur dulu ya, istirahat biar tubuh Aisyah fit lagi."


Aisyah mengangguk, lalu tertidur nyenyak di dalam masjid. Daisy segera melaksanakan salat sunah dua rakaat. Dengan melakukan tayamum. Bukan tanpa alasan ia melakukan tayamum. Itu dilakukan olehnya karena jika ia keluar untuk berwudhu, ia takut jika ada yang melihatnya dan langsung membawanya pergi.


☘️☘️☘️Dessy yulia Azzahra☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2