
Dave segera melangkahkan kakinya keluar dari mobil yang ia kemudikan. Mematung di atas kap mobil. Sambil berfikir di mana ia mencari datang bulan dan pembalut. Akan tetapi, Dave teringat bahwa ia telah kehabisan stok makanan, minuman. Bahkan stok untuk keperluannya mandi pun ia kehabisan. Tepat di depan Dave berdiri, ia melihat minimarket yang masih buka. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas dini hari.
Dave melangkahkan kakinya ke arah minimarket yang ada di depannya. Melangkah masuk ke dalamnya.
" Selamat malam, Tuan. Selamat datang di minimarket kami," sebuah salam santun dan sapaan di ucapkan seseembak kasir yang sedang berdiri di loket kasir. Sambil mengembangkan senyuman manisnya.
" Hem," Dave menjawab singkat dengan deheman.
Langkah kaki Dave terus melangkah cepat. Mengambil keranjang belanjaan kosong, lalu mengisinya dengan barang yang ia perlukan untuk stok selama satu bulan.
Dave terus melangkahkan kakinya, mendekati rak tinggi yang menyimpan berbagai barang-barang sesuai kebutuhan.
Kedua mata Dave menyipit saat ia melihat benda yang tidak asing di telinganya. Ia membaca tulisan yang berada di benda asing berbentuk persegi panjang dan besar itu.
" Pembalut." batinnya.
Dave segera mengambil benda persegi panjang dan besar itu. Namun, apa yang terjadi? Seseorang juga sedang mengincar benda asing yang di sebut pembalut oleh Dave. Seseorang itu tidak sengaja memegang tangan Dave yang sedang memegang benda persegi panjang.
Keduanya saling melirik. Berpandangan satu sama lain. Seseorang yang tidak dikenal Dave tampak seperti sedang mengulum senyumannya.
" kenapa?" tanya Dave, ketus. Dan masih memegang pembalut.
Seseorang itu menggelengkan kepalanya cepat. Namun, masih memegang tangan Dave.
" Aku mau membeli ini, Tuan." jawabnya singkat.
" Aku juga." ujar Dave. Sinis.
Seseorang yang ternyata berwujud wanita itu kebingungan. Ia tidak mengira, pria setampan Dave membutuhkan pembalut juga. Hi hi hi, dia mengulum senyumnya lagi.
__ADS_1
" Kenapa? Kau meledekku?" tanya Dave, masih ketus.
" Aah, tidak. Hanya saja. aku merasa kalau Anda pria terlucu yang aku kenal." jawabnya, tersenyum simpul.
" Terserah." ujar Dave, seraya merebut pembalut dari tangan wanita itu.
" Eeeh...!!!" wanita muda itu tercengang. Ia melepaskan pembalut yang ia cari untuknya. Kebetulan ia sedang datang bulan. Dan sedang banyak-banyaknya.
Dave berjalan menuju loket kasir. Di mana semua barang belanjaan di bayar.
" Tuan, tunggu! Aku sangat butuh ini. Aku mohon, berikan itu padaku." wanita muda bertubuh tinggi, kurus, langsing berdada rata memohon. Agar Dave segera memberikan pembalut yang ia butuhkan.
" Untuk apa?" Dave, melirik kearah wanita itu.
" Mau aku pakai, Tuan." jawabnya setengah mengeluarkan keberanian.
" Untuk siapa?"
" Untuk aku, di pakai juga! Kenapa? Masalah gitu?" Dave mencibik. Ia terlihat kesal dengan wanita yang berada di dekatnya.
Seseembak kasir yang sedari tadi seperti orang kebingungan, ia malah berhenti mentotal semua totalan jumlah belanjaan milik Dave.
" Maaf, ini siapa yang mau membeli pembalutnya? Nona atau Anda tuan?" tanya seseembak kasir dengan kepala yang di garuk-garukkan tapi, tidak terasa gatal.
" Aku ...," jawab mereka berdua serempak. Dan saling berpandangan. Aneh, seperti ada sesuatu, namun, itu bukan sesuatu.
Seseembak kasir benar-benar kebingungan. Akhirnya, ia memilih untuk diam. Dan melihat apa yang terjadi selanjutnya.
" Maaf, aku mba. Aku yang membutuhkan ini, daripada dia. Karena aku sedang datang bulan." sahut wanita asing itu.
__ADS_1
" Datang bulan? Apa itu? Bisa Anda menjelaskan ini padaku? Aku benar-benar tidak tahu apa itu datang bulan, dan apa hubungannya dengan pembalut?" Dave bertanya sedetail mungkin pada wanita yang berada di sampingnya.
Wanita asing itu tercengang begitu pula seseembak kasir yang ikut pula tercengang karena pertanyaan Dave yang aneh.
Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain. Akhirnya meledaklah suara tawa dari masing-masing bibir keduanya. Suaranya itu sangat nyaring, renyah sehingga keluar airmata di pelupuk mata mereka berdua.
" Mba, mba saja deh yang jelasin pada pria gila ini. Aku kok rada gimana gitu ya?" ujar wanita yang kurus, tinggi langsing, dada rata itu.
Sedangkan seseembak kasir menolak. Ia menggeleng cepat kepalanya. Menutup mulutnya saat tertawa tadi.
" Maaf mba, saya juga malu jelasinnya. Lebih baik, mba saja yang menjelaskan ya?" ujar seseembak kasir.
Wanita muda itu menepuk jidatnya. Baru kali ini ia bertemu pria asing, mengajaknya berdebat tapi malah bertingkah konyol. Dia tidak tahu apa itu pembalut dan datang bulan.
Di saat pria aneh itu tengah menunggu penjelasan, Wanita asing yang berdebat dengannya langsung menyambar pembalut di tangan seseembak kasir, lalu menyerahkan uang sebesar nominal harga pembalutnya.
" Maaf, mba. Saya ambil pembalutnya. Ini uangnya, permisi." tuturnya, lalu pergi meninggalkan Dave yang sepertinya tengah terhipnotis oleh wanita asing itu.
Tak lama kemudian ...
Dave sadar, lalu mengejar wanita itu. Melupakan barang belanjaan yang ia bayar di kasir.
" Hei, tunggu jangan pergi dulu!!!" teriak Dave.
" Tuan! Tunggu Bayar dulu belanjaannya!!!" seseembak kasir segera memanggil Dave. Dave berhenti. Ia bingung memilih, antara seseembak kasir atau wanita asing yang sudah mengambil pembalut dan membawanya pergi dari minimarket.
" Aaaaaaaah ...!!!" maki Dave, dalam hati. Kesal dan langsung membayar barang yang ia beli, lalu berlalu pergi menyusul wanita muda yang kurus tinggi langsing dada rata yang biasa di sebut KUTILANG DARAT.
🍁🍁🍁
__ADS_1