
Dia adalah Alvin Media Utomo. Suamiku yang buruk rupa dan cacat. Dengan segala kekurangan yang ada pada tubuhnya. Aku sangat terkejut. Sungguh terkejut. Saat melihatnya untuk pertama kali rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya lalu berlari menjauh darinya. Akan tetapi, aku ini isteri sah nya. Tidak mungkin aku pergi meninggalkannya.
Aku dekati Alvin, menatapnya tanpa berkedip. Dia tertawa keras melihatku yang terpana tanpa berkomentar apapun padanya.
" Apakah kau terkejut sayang? Inilah aku, Alvin si buruk rupa." Alvin berkata lantang kemudian tertawa.
Sedangkan Dave mengeram, ia marah. Murka padaku dan juga pada dua pelayan yang membawakan makanan untuk Alvin.
" Sekarang aku ingin bertanya padamu, Daisy. Setelah kamu melihatku dalam keadaan seperti ini, apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan pergi meninggalkan tempat ini? Atau masih tetap bertahan di sini bersamaku?" Alvin mengajukan beberapa pertanyaan padaku.
Dalam keadaan masih shock. Aku memberanikan diri mendekatinya. Aku mensejajarkan tubuhku agar sejajar dengan tubuh Alvin yang berada di kursi roda.
Aku bahkan berani menyentuh wajahnya yang setengah menyeramkan itu, tanpa mengatakan apapun. Luka ini asli. Lalu kenapa dia bisa begini?
" Anda jangan bertindak lebih Nona! Cepat turunkan tanganmu, jika tidak aku akan --," Dave mengancamku. Aku tak bergeming.
" Diamlah Dave! Biarkan Daisy menyentuh wajahku yang buruk rupa ini."
Dave terpaksa mengikuti perkataan Tuannya. Dia hanya bisa diam saat aku menyentuh wajah tuannya.
Menurutnya, aku ini wanita yang lancang. Baru kali ini ada orang yang berani memegang wajah tuan muda. Dan tuan muda malah membiarkan orang itu menyentuh wajahnya. Kenapa dia tidak marah?
" Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi padamu tuan?" aku bertanya, sambil menyentuh wajahnya.
" Tak ada yang perlu anda ketahui nona! Cukup! Anda sudah amat lancang!" Dave memaki.
" Tuan Dave, perlu anda ketahui. Aku ini adalah istri dari tuanmu. Dan aku berhak mengetahui apa yang telah terjadi pada suamiku. Agar aku bisa merawat dan menyembuhkan lukanya."
" Anda tidak sopan Nona!" bentak Dave.
" Dave!" Alvin balik membentak Dave. Seketika Dave diam. Lalu tertunduk.
Alvin menyentuh wajahku. Lalu berkata,
" Apa kau benar-benar ingin tahu sayang?" Alvin berbisik. Suaranya membuatku bergidik. Ternyata ia jauh lebih mengerikan di bandingkan tuan Dave.
" Iya, aku ingin tahu. Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" aku memberanikan diri bertanya padanya.
" Baiklah akan aku ceritakan padamu. Dulu, saat aku masih normal, dan wajahku tidak seperti ini ...," Alvin mulai menceritakan kejadian di masa lalu. Kejadian empat tahun yang lalu, saat ia masih menjadi ketua geng mafia.
Saat itu ...
" Tuan, ternyata Rasya adalah mata-mata yang di utus untuk menyelusup ke markas ini." Dave datang dengan tergesa-gesa.
" Menurutmu, apa aku ini begitu bodohnya hingga aku tidak mengetahui rencana awal Rasya masuk ke geng kita? Jangan bodoh Dave! Kita ini geng terkuat. Jaringan mafia kita di mana-mana ada. Dan, kita pun mendapat dukungan dari berbagai pihak. Semua tunduk pada kita. Tidak usah takut!"
" Tapi tuan, tadi aku dengar dia akan,"
" Akan apa?!"
" Akan membom markas kita tuan!"
Tak lama kemudian, terdengar suara dentuman bom menggelegar dari luar bangunan. Dan kini, bom itu meluluh lantakkan bangunan markas yang di dalamnya ada Dave dan juga Alvin.
Dave dan Alvin segera melarikan diri dari dalam markasnya. Berlari sekencang mungkin. Menyelamatkan diri.
Namun, naas bagi Alvin. Ia terjebak. Bagian kakinya terjepit tiang bangunan yang sangat besar dan berat. Dave yang melihatnya, dengan sigap menolong Alvin. Dengan mengangkat tiang dari tubuh Alvin.
__ADS_1
Akan tetapi, kobaran api terus membesar. Dave tidak bisa menolongnya. Bahkan Alvin mengusir Dave agar segera menjauh dari dalam gedung.
" Pergilah Dave, panggil bantuan! Jika aku tidak selamat, kau yang menggantikanku meneruskan perusahaanku." rintih Alvin.
" Tapi, tuan. Aku tidak mau meninggalkanmu, tuan!" Dave menolak.
" Dave, jangan keras kepala! Cepat pergi! Jika kau ikut mati bersamaku, siapa yang akan memimpin perusahaan?"
" Baiklah tuan. Aku pergi. Jaga diri tuan baik-baik. " Dave pergi meninggalkan Alvin di tengah kobaran api yang terus berkobar.
Mobil pemadam kebakaran pun tiba. Mereka dengan cepat memadamkan api yang tengah menyala itu.
Akhirnya, api pun padam berkat bantuan petugas pemadam kebakaran yang sigap memadamkan api.
..
" Apa ada orang di dalam?" petugas pemadam kebakaran bertanya.
" Ada pak, dia bosku. Tuan Alvin Media Utomo. Dia terjebak di dalam. Dan entah apakah ia masih hidup ataukah tidak." jawab Dave panik dan berduka.
" Baiklah, ayo kita cari tuan Alvin." Petugas pemadam kebakaran, langsung mengerahkan anggotanya untuk mencari keberadaan Alvin.
Tak lama kemudian, mereka menemukan Alvin tergeletak di atas reruntuhan puing-puing bangunan. Lalu membawanya ke rumah sakit.
🍁🍁🍁
Di rumah sakit ...
" Dave, bagaimana keadaan tunanganku?" seorang wanita cantik datang dan menanyakan keadaan Alvin.
Dave tidak bisa menjawab pertanyaannya. Dia terlihat sangat shock sekali. Kejadiannya begitu cepat. Dan dia tidak bisa menolong tuannya saat kejadian itu terjadi.
Dave tak dapat berkata apa-apa. Ia juga belum mendengar berita dari dokter yang menanganinya saat ini.
Tiga puluh menit kemudian ...
Dokter yang menangani Alvin keluar. Tubuhnya basah akibat keringat dingin yang mengucur saat mengoperasi Alvin.
" Bagaimana Dokter? Bagaimana keadaan anak saya Alvin, Dok? Ia selamat bukan?" bu Mega bertanya.
" Anak ibu selamat, namun. Wajahnya mengalami luka yang cukup serius. Dan juga kaki kanannya patah. Ini akan menyebabkan anak anda lumpuh." dokter menjelaskan secara rinci.
" Tidak mungkin kan Dokter? Tunanganku tidak mungkin menjadi buruk rupa dan cacat???" wanita cantik itu bertanya.
" Kita lihat perkembangannya saja nona. Luka di wajahnya masih bisa di perbaiki dengan jalan operasi wajah. Tapi, untuk kakinya. Itu kemungkinan sangat kecil sekali tingkat kesembuhannya"
Hancur remuk perasaan dua wanita yang mencintai Alvin. Mereka terpukul atas kejadian ini. Jika saja Alvin mau mendengarkan nasihat ibunya yang menginginkannya berhenti melakukan bisnis mafia ini, mungkin Alvin masih sehat dan normal seperti biasanya.
Bu Mega menghampiri tubuh Alvin yang tergeletak di atas kasur. Memeluk tubuh Alvin lalu menciumi wajah Alvin. Bu mega tak kuasa menahan tangis. Sehingga tumpahlah airmatanya itu.
🍁🍁🍁
Setelah tiga bulan di rumah sakit, Alvin di nyatakan sembuh. Ia di bolehkan pulang oleh Dokter. Hanya saja saat ini, wajah Alvin menjadi buruk. Dan ia cacat.
--
--
__ADS_1
" Ke mana saja kamu, Mawar? Kenapa kamu tidak menghubungiku lagi? Tidak rindukah kamu padaku?" Alvin bertanya pada sosok wanita yang ia lihat dalam gambar foto di layar ponselnya.
Cetung...
Suara pesan dari ponsel milik Alvin berbunyi dua kali. Alvin segera membuka pesan itu. Pesan dari Mawar, calon isterinya.
[ Vin, maafkan aku. Aku ingin kita akhiri saja hubungan ini. Aku tidak bisa menikah denganmu. Aku memutuskan hal ini karena aku memikirkan karierku sebagai model terkenal. Jika mereka tahu aku menikah dengan laki-laki buruk rupa sepertimu, maka karierku akan hancur. Aku mohon maafkan aku, Vin.] Mawar.
[ Oh iya, Semua pemberian yang kamu berikan untukku, akan aku kirim ke rumahmu. Sekali lagi maafkan aku Alvin, aku terlalu takut saat melihat wajahmu itu.] Mawar.
" Bedebah!!! Wanita tak tahu diri!!!" Alvin mengumpat. Tangannya terkepal menahan marah. Akhirnya meledaklah juga amarahnya.
Alvin berteriak kencang. Ia tidak bisa mengontrol emosinya. Ponsel yang berada di tangannya, ia lempar tepat mengenai kaca yang berada di dalam kamarnya.
Dave mendengar teriakan Alvin dari dalam kamarnya. Dave pun berlari menuju kamar Alvin. Ia terkejut saat Alvin sudah tergeletak di lantai. Kemudian Dave membawa Alvin ke rumah sakit.
🍁🍁🍁
" Bagaimana? Masih mau menerimaku sebagai suamimu?" Alvin mengajukan pertanyaannya lagi.
Sedangkan aku, aku tak bisa mengontrol emosi sedihku. Kejadian yang di alami Alvin sungguh membuat hatiku perih. Dengan teganya , wanita yang amat di cintai Alvin pergi dan memutuskan hubungan sepihak hanya karena Alvin buruk rupa dan cacat.
" Hei, hei, sudahlah jangan menangis seperti itu. Kau tidak bersalah Daisy. Aku tahu itu." Alvin berseru padaku.
Kedua tangannya menyentuh pipiku. Mengusap airmataku yang mengalir di kedua pipiku. Bahkan ia mencium keningku.
" Aku, aku menerimamu sebagai suamiku tuan. Dan sampai kapanpun aku tidak akan pergi meninggalkanmu, tuan." jawabku terbata.
Alvin menghela nafasnya. Wajahnya terlihat sendu dan ada sedikit senyuman di wajahnya yang menurutku terlihat sangat tampan.
" Benarkah itu, Daisy?" tanyanya lagi.
" Iya tuan, aku akan setia padamu hingga jantungku berhenti berdetak."
" Lalu, jika kau ingkar? Apa hukuman untukmu?"
" Kalau aku ingkar, aku akan menyerahkan hukuman itu padamu, tuan. Karena tuanlah yang memegang kendali atas diriku. Aku pasrah. Dan aku cukup tahu diri, aku hanyalah isteri bayaranmu. Kau berhak apapun itu tuan."
Dave terkejut. Begitu juga dengan Alvin. Ia benar-benar terkejut. Mereka tidak pernah menyangka bahwa wanita yang mereka anggap sebagai wanita pembangkang, ternyata berhati mulia.
" Baiklah mulai hari ini, kau berhak tidur sekamar denganku. Layani aku dengan baik. Layaknya seorang isteri yang mengabdi pada suaminya. Aku menerimamu sebagai istriku." Alvin berkata. Ia memutuskan.
Dave tersenyum, kemudian menatapku. Wajahnya yang terlihat garang kini berubah lembut.
" Terima kasih Nona. Anda ternyata wanita baik yang mau menerima tuan muda menjadi suami anda." ucap Dave terharu.
Aku menepuk pundak Dave, lalu tersenyum padanya.
" Tuan Dave, aku ini wanita pembangkang bukan?" cibirku.
Dave tersipu malu. Ia teringat akan kata-katanya kemarin. Dia tidak menyangka wanita pembangkang sepertiku bisa menerima tuannya dengan penuh cinta.
" Baiklah kalau begitu, aku akan membuka tirai yang telah tertutup selama bertahun-tahun. Membuka selebar-lebarnya agar suasana kamarku ini tidak gelap gulita." Aku bangkit, kemudian membuka tirai yang menutupi jendela.
Ini awal yang sangat baik buatku. Aku tidak merasa dalam ancaman lagi. Ideku untuk menerima Alvin menjadi suamiku, membuatku terbebas dari hukuman.
Untuk selanjutnya aku akan belajar mencintai Alvin meski ia berwajah buruk rupa dan cacat fisik. Ini adalah perjalanan kisahku. Kisahku yang bersuamikan buruk rupa.
__ADS_1
Bersambung...
🍁🍁🍁