When Beast Meet Cinderella

When Beast Meet Cinderella
Tragedi buah mangga.


__ADS_3

Gara-gara tadi malam makan mangga muda dengan sambal rujak manis pedasnya buatan Ning. Alvin, Dave dan beberapa penjaga gerbang utama lainnya mereka merasakan sakit perut yang luar biasa. Sungguh, aku tidak bohong. Mungkin mereka belum terbiasa makan rujak mangga seperti itu.


Sudah lima kali aku melihat Alvin bolak balik ke kamar mandi. Keringat dingin bercucuran dari kening suamiku. Akupun sedikit panik saat melihatnya kesakitan seperti itu.


" Sayang, kamu kenapa? Apakah perutmu sakit? Kau buang-buang air terus ya?" tanyaku panik, saat Alvin duduk di sofa.


" Ehem." jawabnya singkat. Sambil menyeka keringat dinginnya.


" Sudah berapa kali bolak balik ke kamar mandi? Semalam kau makan berapa kali?" tanyaku lagi. Mengingat-ingat kejadian semalam.


" Aku makan rujak itu cuma satu kali, tapi kenapa buang-buang airnya lebih dari satu kali. Uuuugh, dan ini pun aku merasakan sakiiit." kata Alvin dengan suara yang tertahan akibat sakit perutnya yang mules melilit. Lagi-lagi, Alvin berlari ke kamar mandi, diiringi suara gas mektan yang keluar dari lubang pembuangannya.


" Ampuuuun deh sayang, gasmu bauuuuu!!!" gerutuku, menutup kedua lubang hidungku dengan satu tangan.


" Ini semua karena kamu, Sayang." teriak Alvin.


Membuat aku tersenyum geli. Oke kalau begitu, tindakanku selanjutnya adalah membuatkan minuman hangat untuknya. Susu putih hangat untuk menetralisir racun yang ada di dalam perutnya. Sesudah itu aku akan menelepon dokter Frans, agar ia mau datang ke rumah. Hitung-hitung menjenguk ponakannya yang sedang sakit perut.


.


.


.


" Kondisi perutmu akan membaik lima jam ke depan. Oh iya Daisy, ini obat yang harus di minum suamimu. Ingat, Alvin memang suka makan buah mangga muda, akan tetapi ia tidak terbiasa makan dengan sambal pedas." Dokter Frans mengawali pembicaraan. Ia memberitahukan aku apa-apa saja yang harus aku lakukan.

__ADS_1


" Maaf paman, aku tidak tahu kalau suamiku tidak terbiasa makan rujak mangga tadi malam." kataku dengan raut wajah yang menunjukkan perasaan bersalah.


" Tadi malam?" dokter Frans bingung. Makan rujak mangga muda yang pedas mereka makan tengah malam.


" Apa benar makan itu tengah malam, Vin?" dokter Frans bertanya lagi.


" Iya." jawab Alvin singkat.


" Pantas saja." gerutunya sambil menepuk jidatnya.


" Makan mangganya juga di atas pohonnya," timpal Alvin memasang wajah cemberut.


" Apa? Yakin kamu? Sedang tidak bercanda bukan?"


" Tapi, aku bangga paman. Aku sudah sukses membuat janin yang ada di kandungan isteriku ini bahagia karena permintaannya di kabulkan. Selagi aku masih mampu mengabulkan keinginan anehnya, aku tidak akan merasa keberatan meski nyawaku yang jadi taruhannya." ucapnya dengan bangga. Lalu Alvin mencium kedua tanganku sebagai tanda cintanya padaku. Akupun merasa lebih bersalah pada suamiku. Aku terisak.


" Hei! Kenapa kau menangis, Sayang. Aku salah bicara atau bagaimana?" tanyanya panik.


Sedangkan dokter Frans, dia hanya tersenyum melihat kemesraan yang terpancar dari masing-masing sifat.


" Itulah yang aku suka darimu, Vin. Kau terlihat garang. Pemarah pada semua orang. Tapi, di sisi lain. Kau punya naluri rasa sayang. Aku salut padamu."


" Dan kau Daisy, kau sangat beruntung sekali bisa mendapatkan suami siaga yang rasa sayang dan perhatiannya itu lebih besar padamu. Pertahankan itu, jangan sampai kalian pisah. Aku mendoakan agar kalian tetap sehat dan langgeng terus sampai kakek nenek. Aamiin." aku dan Alvin ikut mengaminkan doa dokter Frans.


" Fine. Aku pamit undur diri dulu. Ada banyak pasien yang menungguku di rumah sakit. Istirahatlah Vin. Jangan bekerja dulu. Aku takut nanti tubuhmu lemah saat kau berada di kantor nanti." Dokter Frans pamit. Ia bangkit kemudian pergi dari kamar Alvin. Di temani olehku yang ikut turun mengantar kepergian dokter Frans.

__ADS_1


" Kau isteri yang di cintai Alvin. Kau harus selalu percaya penuh pada ucapannya dan tingkah lakunya. Bila ada pemberitaan buruk mengenai Alvin. Baik itu kau dengar langsung dari pihak ketiga ataupun mendengar langsung dari media sosial. Aku mohon padamu Daisy, jangan kau makan mentah-mentah berita itu. Itu semua bohong! Hanya rekayasa semata." ucap dokter Frans penuh nasehat.


" Iya, Paman. Aku mengerti. Lagipula aku bukan tipe wanita yang gampang percaya ucapan orang. Apapun Alvin, sekarang dia lebih banyak berubah di banding sebelumnya. Aku sangat menyayanginya paman." kataku menjawab nasihatnya.


Dokter Frans membelai pucuk kepalaku. Ia bangga sekali karena Alvin tidak salah memilih isteri. Walaupun terlihat polos, baginya seorang isteri seperti aku, itu sangat langka. Benar-benar sangat langka. Bahkan hanya satu per seratus yang ada di dunia.


" Baiklah, Paman pamit undur diri ya? Jaga juga kondisi janinmu. Jangan terlalu memakan buah mangga muda. Itu juga berbahaya bagi kesehatan janinmu. Ingat makanlah makanan yang bergizi tinggi. Penuhi tubuhmu dengan asupan susu hamil juga ya? Asam folat pun jangan lupa kamu konsumsi. Agar perkembangan otak janinmu berkembang pesat." katanya lagi, penuh dengan nasihat yang berguna.


Setelah ia memberikan nasihat padaku, ia lalu pergi meninggalkan rumah Alvin dengan mengendarai mobilnya.


Tak lama kemudian, Ning datang dan mengabarkan bahwa tuan Dave pun ikut sakit perutnya akibat kesalahanku yang mengajak mereka makan mangga muda tengah malam.


🌲🌲🌲


Aku mendekati Alvin yang tengah berbaring di tempat tidur. Sepertinya rasa sakit akibat perut melilit sudah tidak di rasa lagi oleh Alvin, sehingga ia terlihat nyenyak sekali saat tidur.


Aku menyelimuti tubuh suamiku. Lalu aku tertidur di sampingnya sambil memeluk tubuhnya dari belakang. Nampak Alvinku menggeliat pelan. Merapatkan tubuhnya agar bisa kupeluk lebih erat lagi.


" Maafkan aku sayang. Kali ini aku terlalu berlebihan dalam bersikap. Aku janji, aku tidak akan mau merepotkanmu lagi." ucapku, sambil mencium rambut Alvin.


Alvin membuka matanya. Menatap lurus kearah sofa. Tersungginglah senyuman dari bibirnya. Kemudian tertidur lagi. Ia seperti sedang bermimpi indah pagi ini. Bisa merasakan dekapan cinta dariku. Sehingga hatinya berbunga dan seperti menyanyi riang menyambut cinta dariku.


Bersambung...


🌲🌲🌲

__ADS_1


__ADS_2