When Beast Meet Cinderella

When Beast Meet Cinderella
Perasaan bimbang.


__ADS_3

Kayra menahan nafasnya saat seluruh tubuhnya berada di dalam air. Saat ini Kayra sedang berendam di dalam bath up di kamar mandinya. Ia sengaja menenggelamkan seluruh tubuhnya karena hati dan fikirannya saat ini tengah gundah gulana. Ia tidak mengira Sagara merupakan kakak tertua tuan Dave. Pria yang membuatnya jatuh hati, namun enggan mengatakan cinta padanya.


Dave dan Sagara sangat berbeda. Keduanya memiliki paras yang luar biasa tampan dan menggoda. Sama-sama baik hati dan suka menolong, dan juga sama-sama dingin. Sulit menerima kehadiran seorang wanita.


Bluk ... Bluk ... Bluk ...


Bunyi gelembung air terdengar oleh Kayra, rupanya ia telah kehilangan oksigen dalam waktu yang lama. Dan berusaha bangkit dari bath up, tapi sayangnya tubuhnya sudah lemas.


Dari arah depan, Kayra melihat sosok tangan kekar meraih tubuhnya yang lemas. Lalu segera mengangkatnya dan membawanya ke ranjang tempat tidur.


Alhamdulillah, Kayra selamat.


" Kamu ngapain kayak gitu? Kalau tadi aku tidak datang, kamu sudah mati, Nona!" suara bentakan itu terngiang di telinga Kayra. Untuk saat ini, Kayra tidak bisa berkata apa-apa, ia cukup kelelahan dan nyatanya tubuhnya lemas akibat ulahnya tadi.


" Cepat ganti bajumu! Jika terlalu lama, bisa-bisa kau masuk angin. Pakaianmu basah." perintahnya lagi.


Kayra hanya mengangguk pelan, sambil menatap wajah pria yang berada di hadapannya. Seorang pria yang telah membantunya pergi dari rumah madam Ellen. Memberinya tempat tinggal dan juga perlindungan. Tapi sayangnya, pria itu adalah kakak dari seorang pria yang ia cintai. Pria dingin dengan segala keanehan dan tingkah lakunya. Pria yang di kenalnya dan yang di cintainya.

__ADS_1


" Tuan, bolehkah aku pergi dari sini," Kayra bertanya, suaranya terdengar bergetar dan lemah sekali.


Sagara menoleh saat kedua kakinya melangkah, " Kamu mau tinggal dimana? Jika aku membiarkanmu tinggal di luar tanpa ada yang melindungi, kau bisa di bawa paksa oleh para penjaga madam Ellen, paham!"


" Tapi tuan, aku tidak bisa tinggal lebih lama disini. Aku ... Aku bukan bagian dari keluargamu, Tuan. Tolong, ijinkan aku pergi. Dan aku akan menjaga diriku dengan baik," ujar Kayra memohon. Kali ini ia bangkit dan berlutut di kaki Sagara.


Sagara yang melihatnya menjadi bingung. Antara melepaskan dan tetap melindungi, ia tak mampu berkata. Namun, di sisi hatinya yang lain, Sagara tidak mampu berpisah dengan gadis yang kini sedang berlutut di kakinya.


Sagara meraih kedua pundak Kayra. Lalu mengangkatnya perlahan agar Kayra berdiri berhadapan dengannya. Ia pandangi wajah cantik Kayra. Dan merasakan sentuhan cinta di hatinya. Lalu, ia tautkan keningnya ke kening Kayra, sehingga ia merasakan hembusan nafas melalui hidung Kayra.



" Tapi, Tuan aku ini seorang wanita yang tidak patut Anda cintai. Aku ini hanya wanita penghibur, terlalu banyak pria yang menjamah tubuhku, aku tak pantas untuk lelaki baik macam tuan." elaknya.


" Buatku itu tidak penting. Aku sudah mengenal dirimu. Dan memahami dirimu. Kau ini wanita suci, dan hanya akan ada di hati ini, selamanya." Sagara meraih telapak tangan Kayra, lalu meletakkannya tepat di depan dadanya.


" Ini hatiku, disanalah namamu sudah terpatri. Dan tidak akan mudah untuk menghapusnya, Nona Kayra," bisiknya. Kali ini, Kayra tidak bisa berbuat apa-apa. Kata-kata cinta yang keluar dari mulut Sagara, membuatnya seakan terkunci.

__ADS_1


Ia tahu, dirinya itu jauh berbeda dengan Sagara. Sagara pria yang berumur lebih tua darinya, tak pantas menjadi pasangan hidupnya. Jika itu terjadi, pastinya akan terlihat seperti menikah dengan om-om.


Dalam keresahan itu, Kayra tidak sadar bahwa tubuh rampingnya telah di peluk oleh Sagara, dan hembusan nafas hangat Sagara begitu terasa sehingga bibir lembutnya menyatu dengan bibir Kayra. Mereka berdua berciuman.


Kayra terbelalak. Ini adalah ciuman yang pertama untuknya, meski ia telah berciuman dengan banyak pria, namun, sentuhan bibir Sagara saat mendarat di bibirnya, itu seakan ini baru pertama kali di rasakan Kayra.


Sagara melihat Kayra sangat menikmati kecupannya, sehingga ia terus ******* tanpa jeda. Membuat Kayra kehilangan nafas dan terengah-engah.


" Bernafaslah, Nona. Jika tidak kau akan mati!" tegurnya lalu melepaskan ciumannya.


" Segera ganti bajumu! Lalu makanlah, aku menunggumu di meja makan, sebelum aku berangkat ke kantor," ia memerintah. Kemudian pergi meninggalkan Kayra yang tengah mematung.


" Lalu, apa yang harus aku lakukan? Aku bisa apa? Jika nanti bertemu dengan adikmu tuan Gara?" gumam Kayra. Sambil mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali.


Bersambung.


☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2