
Sagara.
Pria yang terkenal arogannya dan juga selalu bersikap kasar pada orang jika memang ia tidak menyukainya. Pria sedingin salju namun, akan lembut bila berhadapan dengan seseorang yang di cintainya. Sikapnya yang selalu berterus terang jika ada gadis yang ia suka. Ia tidak akan pernah malu untuk mengatakan ' Aku cinta padamu '.
Wajah Sagara sangatlah tampan. Dengan mata yang tajam, hidungnya yang bangir, bibirnya yang merah merekah, saat tersenyum akan membuat semua gadis tergila-gila padanya. Ada satu ciri khas pada Gara, yaitu rambutnya yang panjang sebahu dan selalu ia ikat, serta berjanggut dan berkumis tebal. Itulah ciri khas klasik yang ada di tubuh Sagara.
Sagara begitu jadi banyak incaran para gadis. Karena bagi mereka, sosok Sagara adalah sosok yang sangat sempurna. Mereka akan menjadi wanita yang paling berbahagia bila Sagara menjadi milik mereka ( yang tergila-gila pada Sagara, tentunya ).
♥️♥️♥️
Hari ini, Sagara telah terbangun dari tidurnya. Tentunya ia sudah merapihkan diri. Saat Sagara menuruni anak tangga, ia mencium aroma makanan yang sangat lezat. Ternyata aroma itu berasal dari ruangan dapur miliknya.
" Hem, siapakah yang berani memasak di dapurku selain para chef handal yang bekerja padaku?" gumam Sagara.
Rupanya Sagara ini tipikal orang yang tidak suka di ganggu. Apapun itu, yang pastinya jika itu kepemilikannya dan sudah menjadi aturannya, Sagara akan sangat marah bila seseorang dengan lancang mengganggu daerah pribadinya. Dengan kata lain, Sagara tidak ingin dapurnya di gunakan oleh orang yang tidak ia kenal.
Ia segera melangkahkan kakinya ke ruangan dapur miliknya. Dan sangat terkejut saat melihat dapurnya berantakan dengan noda dimana-mana.
" Hei! Siapakah yang berani mengotori dapurku?!" bentak Gara. Membuat para pelayan yang berada di dapur terkejut. Mereka menoleh kearah suara itu. Kemudian tertunduk menahan rasa bersalah karena tidak bisa melarang nona muda untuk berkutat di dapur.
Kayra pun ikut menoleh, lalu menunjukkan diri ke hadapan Sagara dengan wajah penuh noda tepung. Sagara pun tercengang melihat wajah Kayra. Lalu dia tidak sadar tergelak menahan tawanya. Membuat para pelayan yang berada di ruangan itu ikut tersenyum.
" Kau kenapa, Nona?" tanya Sagara dengan menahan tawanya kuat-kuat.
" Kenapa apanya, Tuan?" Kayra balik bertanya. Ia sungguh tidak paham dengan pertanyaan Sagara. Dan dengan terpaksa, ia mendekati Sagara.
__ADS_1
" Stop! Jangan dekat-dekat! Kau kotor, Nona." pekik Gara. Ia panik, karena takut bajunya ikut kotor terkena semburan tepung.
Kayra merasa cukup nyaman dengan Sagara. Dengan sengaja mengusapkan tangannya yang penuh tepung ke pipi Sagara.
Sagara membelalakkan matanya lagi. Ia tidak mengira Kayra akan berbuat seperti itu padanya. Sesungguhnya ia tidak suka jika sudah bersih, ada yang mengotorinya lagi.
Seluruh pelayan yang berada di ruangan itu terkejut, mereka semua ketakutan. Karena yang ada di fikiran mereka saat ini, tuannya pasti akan marah besar.
Akan tetapi, mereka salah besar. Sagara membalas serangan dari Kayra. Ia mengambil tepung terigu di wadah besar yang terletak diatas meja. Lalu melempar segenggam tepung di tangannya kearah Kayra. Kejadian yang benar-benar tidak di duga oleh mereka. Tuannya saat ini bisa bercanda dengan oranglain dan menunjukan wajah paling bahagia pagi ini.
Lempar melempar tepungpun terjadi. Baik Kayra dan juga Sagara, mereka sangat menikmatinya. Terlebih lagi Gara, karena ia juga sudah lupa kapan adegan seperti ini terjadi? Tentunya sudah lama sekali.
" Cukup, cukup nona Kayra, permainan melempar tepung cukup sampai disini ya?" akhirnya Gara menyudahinya. Ia pun merangkul tubuh Kayra, lalu mengajaknya duduk di kursi makan yang berada di dalam dapurnya.
" Lihatlah, wajahmu, pakaianmu, kotor sekali," ujar Sagara, terkekeh geli.
" Ini juga karena dirimu, Nona. Jika saja Nona tidak melakukan itu, aku mungkin masih rapih dan wangi." rajuknya dengan wajah yang sengaja di tekuk dan bibir yang sedikit di manyunkan. Kayra terkekeh geli melihatnya.
" Ya sudah, kalau begitu Anda mandi lagi, Tuan. Biar dapur aku yang membersihkannya," ujar Kayra, bangkit kemudian menarik tangan Gara yang nampak kekar.
Bukannya Gara yang terangkat, malah Kayra yang ikut terjatuh tepat di dada Sagara yang bidang dan nampak otot-otot di perutnya.
' Ooh Tuhan! Kenapa ini terjadi? ' batin Kayra saat tubuhnya terjatuh di dada Gara.
Keduanya saling berpandangan mata. Bagi Kayra, sosok Sagara adalah sosok pria yang baik hati. Tidak di pungkiri, ia pun tertarik padanya. Namun, sosok Dave yang selalu menghantui fikirannya tak mampu ia buang dari ingatannya.
" Asiiik, kalian romantis sekali kakak." suara bariton terdengar di hadapan Kayra dan juga Sagara. Keduanya menoleh dan betapa terkejutnya mereka saat melihat sosok yang di kenalnya itu telah muncul di hadapan mereka berdua.
__ADS_1
" Dave! Sejak kapan kau berada di sini?" pekik Gara. Ia melepaskan pelukannya. Keduanya tegugup dan panik. Jelas panik, karena Dave orang yang mereka kenal. Apalagi Kayra.
" Sejak tadi kak. Oh iya siapa gadis yang berada di sebelahmu, Kak?" Dave bertanya sambil mendekati Gara dan juga Kayra.
Rupanya Dave tidak mengenali Kayra karena wajah Kayra penuh dengan tepung. Ini kesempatan bagus buat Kayra, jika Dave mengetahuinya, maka akan terjadi perang antara kakak dan adik.
" Dia ini adalah Kay-, " sebelum Gara meneruskan ucapannya, Kayra segera meraih tangan Gara, menggenggamnya dengan kuat.
Gara yang mengetahui kode dari Kayra, ia pun tak jadi meneruskan ucapannya tadi.
" Dia kakak iparmu," jawab Sagara.
" Kakak ipar? Kapan kalian menikah? Kenapa ibu tidak kau beritahu kak?" Dave memberondong semua pertanyaan pada Gara.
" Maksudku calon kakak ipar." ujar Gara, masih menggenggam tangan Kayra.
Gara menoleh kearah Kayra, lalu menyuruhnya untuk segera ke kamar untuk membersihkan badannya yang penuh dengan tepung.
" Pergilah, dan bersihkan tubuhmu, Sayang. Kau terlihat kotor sekali," perintah Gara. Dalam waktu satu detik, Kayra pergi meninggalkan kakak beradik itu.
Kayra menghembuskan nafasnya kasar saat melewati Dave. Kali ini ia bisa lolos dari Dave. Akan tetapi, ia pasti akan bertemu dengan Dave.
" Maafkan aku, Tuan Dave." ucap Kayra lirih.
Bersambung.
☘️☘️☘️
__ADS_1