When Beast Meet Cinderella

When Beast Meet Cinderella
Akhir Kisah Dave.


__ADS_3

Sesuatu yang di sembunyikan rapat-rapat, pasti akan tercium juga. Seperti halnya dengan hubungan asmaraku dan Dave, telah di ketahui oleh Sagara.


Kukira ia akan marah padaku, tetapi nyatanya tidak. Sagara menyetujui hubungan kami. Bahkan ia dengan lantang mengumumkan kepada semua keluarga besar. Bahwa, aku dan Dave akan segera melangsungkan pernikahan.


Ada rasa haru menyeruak di dalam kalbu, antara sedih dan bahagia. Sedih karena aku mengkhianati cinta Sagara yang begitu mendalam padaku, Bahagia karena aku akan bersanding di pelaminan bersama orang yang aku cintai, dan yang mencintaiku sepenuh hati. Yaitu Dave.


"Tuan," desisku, saat Sagara menggenggam tanganku. Kulihat ia menggelengkan kepalanya. Menatapku dengan tatapan mata sendu.


"Tak usah merasa tidak enak. Aku sekarang adalah kakak iparmu, panggil aku Kakak Ipar saja, ya?" katanya, sambil tersenyum.


Aku mengangguk pelan. Lalu membalas senyumannya.


"Duduklah Kak, kebetulan aku sudah memasak makanan kesukaanmu." Kuraih tangannya, lalu membimbingnya ke meja makan.


Sagara mengikutiku menuju ruang makan. Ia melihat beberapa makanan yang tersusun rapi di atas meja makan.


Di sana ada beberapa makanan yang menjadi kesukaannya, yaitu sayur asem, tempe balado dan ikan pindang.


"Kamu tahu saja makanan kesukaanku, Kay." Kedua tangannya menyatu, lalu ia menggerakkan kedua telapak tangannya, " Hem, pasti enak," serunya kemudian.


Aku hanya tersenyum melihat dirinya makan dengan lahap.


***


"Apakah kakakku sudah makan, Honey?" Dave datang di saat aku sedang mencuci piring kotor di wastafel.

__ADS_1


"Hem, bahkan dia makan dengan lahap, Dave." sahutku.


"Baguslah, kukira ia akan terus marah. Tapi, nyatanya dia ikhlas juga," ujar Dave terkekeh.


"Aku sampai terkejut, Dave."


"Aku pun. Tapi, aku masih tidak bisa berfikir. Kenapa Kakak bisa berubah seperti itu? Siapa yang merubah tabiatnya, ya?" ujar Dave menerawang.


"Entahlah, Dave."


"Ah, siapapun orangnya, aku tidak akan memikirkan lebih jauh lagi. Yang terpenting sekarang, kita akan segera menikah, betul bukan?" Kedua tangan Dave melingkar di pinggangku. Ia mendekatkan dirinya ke tubuh langsingku, berusaha mengecup leher jenjangku.


"Hentikan, Dave! Kita masih belum sah sebagai pasangan suami-isteri." Aku menepis tangannya yang sedang bermanja ria di tubuhku.


"Apa salahnya, Honey? Sebentar lagi kita akan menjadi suami isteri," gerutunya.


"Enak saja kamu main mesum di rumahku. Ingat Dave, kalian belum sah, jaga batasanmu, jangan kurang ajar sama wanita!" ujarnya tegas.


Yang di jewer hanya tertawa sambil meringis kesakitan, "Sakit tahu, Kak," gerutu Dave. Memegang telinganya yang merah.


"Biar tahu rasa kamu. Ini belum seberapa sakitnya, mau ditambah lagi enggak?" tukas Sagara.


"No, cukup Kak," Dave meringis.


"Tahu sakit, tapi ngelakuin hal yang enggak pantas. Oh, iya, besok, Mommy akan datang ke Singapore. Nanti kamu jemput, ya?"

__ADS_1


"Siap, komandan. Sekalian aku juga mau jemput mama mertua dari rumah sakit. Beliau sudah di perbolehkan pulang."


"Hem, baiklah. Kalau begitu, aku berangkat kerja dulu, ya?" pamit Sagara.


" Iya, Kakak."


***


Satu bulan kemudian.


Suasana malam ini begitu hangat. Suasana yang paling sangat di rindukan oleh Dave dan Kayra. Ini adalah malam pertama untuk mereka berdua, setelah mereka melewati proses ijab kabul yang di saksikan oleh Pak Penghulu, dan beberapa saksi pernikahan.


Banyak saudara yang ikut serta di acara pernikahan Dave dan Kayra. Mereka saling mendoakan agar pernikahan Dave dan Kayra langgeng sampai Kakek Nenek.


"Honey, apa kamu sudah siap?" tanya Dave, saat keduanya sedang berada di atas ranjang cinta.


Mereka masih mengenakan pakaian piyama, Dave menatap isterinya dengan penuh cinta. Ia mendekap erat tubuh Kayra.


Kayra mengangguk cepat, lalu di celupkannya testpack yang ia genggam ke dalam air seninya yang telah ia tampung di gelas kecil.


Dua garis merah terpampang di sudut garis testpack.


"Yesss, Kayra hamil ...!" pekik Dave. Lalu ia memeluk tubuh mungil Kayra. Memeluknya erat sekali, lalu mencium pucuk rambut Kayra.


"Terima kasih, ya, Sayang. Kamu telah memberikan sebuah hadiah yang sangat spesial untukku," ujar Dave lembut.

__ADS_1


Ternyata, Kayra telah mengandung buah hati mereka. Inilah akhir dari kisah cinta, Kayra dan Dave.


Tamat


__ADS_2