When Beast Meet Cinderella

When Beast Meet Cinderella
Penelusuran nyonya Liem.


__ADS_3

Aku membuka mataku yang terasa masih samar-samar saat aku memandang tempat di sekelilingku saat ini. Lalu, apa ini? Kenapa aku di ikat dan mulutku di lakban seperti ini? Lalu, mobil siapa ini? Siapa yang berani menculik diriku lagi? Pertanyaan demi pertanyaan terlintas di benakku saat ini. Seingatku, aku tadi ada di rumah sakit. Penjagaan di sana pun terbilang cukup ketat. Tapi, kenapa aku masih bisa di bawa oleh orang yang tidak bertanggung jawab?


Di saat aku mengumpulkan analisa di otakku, lalu pintu mobil terbuka. Seseorang sedang berusaha masuk ke dalam mobil yang menyekap aku di dalamnya.


" Rupanya dia masih tertidur. Obat bius yang mujarab." ucapnya, terkekeh. Seseorang yang tidak aku kenal tiba-tiba masuk ke dalam mobil. Berjenis kelamin perempuan.


" Aku akan membawanya ke kota J, tempat di mana dia akan menjadi wanita penghibur."


Hatiku dag dig dug serrr, saat mendengar wanita gila itu berkata akan menjual diriku ketempat lokalisasi wanita.


' Alvin, Dave! Di mana kalian!' gumamku dalam hati.


Beberapa saat kemudian, wanita itu segera menjalankan mobil sportnya. Lalu pergi meninggalkan rumah, menuju kota J.


☘️☘️☘️Dessy yulia Azzahra☘️☘️☘️


" Ke mana Kak Mawar?!" Anisa, dengan lantangnya berteriak di kediaman rumah Mawar. Ia berteriak kepada seluruh pegawai setia kakaknya, Mawar Hanafi.


" Maaf Nona, Anda sudah tidak di perbolehkan datang ke rumah ini!" seru penjaga rumah.


" Kenapa?! Rumah ini juga milikku! Aku dan Mawar adalah saudara, dan kami ini saudara kembar. Kalian harus tahu itu!!!"


" Iya kami tahu, hanya saja Nona Mawar sedang berada di luar kota. Dia sedang ada tawaran main film di kota J." jawab penjaga itu berbohong.


" Aaah, kalian semua itu tukang bohong. Kalian tahu apa itu bohong?! Itu artinya tidak jujur!!!" seru Anisa. Ia berlari kecil menaiki anak tangga. Menuju kamar Mawar.


Lima detik kemudian, telepon seluler milik Mawar yang rupanya tidak di bawanya karena terburu-buru, terdengar oleh Anisa. Wanita yang di juluki si Kutilang darat itupun langsung bergegas memeriksa ponsel milik Mawar. Dan ternyata, itu telepon dari Nyonya Liem. Begitu tulisan nama di layar ponsel.


" Halo," sahut Anisa. Dengan suara di mirip-mirip dengan suara orang lain.


" Aku menunggumu di tempat Bara plus, tempat di mana kita selalu janjian. Di kota J." terdengar suara balasan dari seberang sana. Berkata lantang, tapi secara tidak sadar ia memberitahukan dirinya berada di tempat mana.


" Bara plus? Bukankah itu tempat gudangnya para wanita penghibur?" Anisa bertanya dari sebrang sana. Sambil mengerutkan keningnya.


" Hei wanita bodoh! Kamu kan mau menjual wanita lain bukan? Katamu tadi ingin membawakan aku seseorang yang berhasil kamu rayu? Jangan membodohiku ya, Nona Mawar? Aku paling tidak suka jika kau bodohi." sahutnya lagi, di sebrang sana.


" Aaah iya, aku lupa. Maklum aku sedang banyak fikiran. Baiklah aku akan segera pergi menuju tempat Bara plus."


" Ya, aku tunggu Nona. Oh iya, anak kecil yang kau jual padaku, aku rawat menjadi anakku. Dan setelah dia besar nanti, akan aku jadikan wanita penghibur. Bagaimana kau setuju, Nona?"


Anisa terkejut bukan main saat mendengar penuturan wanita itu. Anak kecil yang di maksudnya itu adalah Aisyah. Darah Anisa tiba-tiba mendidih. Anisa marah, bahkan sangat marah. Kali ini sikap Mawar sangat keterlaluan. Dari kecil di biarkan, sampai dewasa ia malah bertindak di luar batas kesadaran manusia pada umumnya. Mawar terkena gangguan kejiwaan.


" Baiklah di mana alamatnya, aku akan segera kesana!"


" Bukankah tadi kau sudah hafal?!"


" Oh iya, aku lupa lagi. Oke terima kasih atas pemberitahuannya. Sekarang juga aku meluncur."


" Iya." jawab wanita tua itu, dan telepon pun terputus.


Anisa segera melangkahkan kakinya dengan cepat. Menuruni anak tangga. Kali ini apapun yang terjadi, ia harus bisa menolong Aisyah dan wanita yang akan di jual oleh Mawar. Tapi tunggu, siapa wanita yang akan di jual oleh Mawar?

__ADS_1


" Hei, coba katakan padaku. Kakakku tadi membawa seorang wanita bukan?" Anisa bertanya pada seorang penjaga rumah, yang sekaligus mata-mata di rumah ini.


" Maaf Nona, saya tidak tahu." jawabnya berbohong.


Anisa tahu ia sedang berbohong. Tak sadar, jiwa ketomboyannya muncul. Anisa langsung menghajar lelaki yang bertugas sebagai penjaga rumahnya.


Ternyata, penjaga rumah itu lebih memilih melawan dari pada mengatakan sesuatu yang sudah ia ketahui.


Penjaga rumah itu tidak sadar, jika Anisa juara taekwondo. Dan Anisa pun guru karate di sekolah menengah atas.


Dan...


Ia pun kalah.


☘️☘️☘️Dessy Yulia Azzahra☘️☘️☘️


Anisa memasuki mobilnya. Ia lalu menjalankan mesinnya, dan tidak lama kemudian, ia segera meluncur pergi menuju kota J. Berkali-kali ia merutuki Mawar ketika mengetahui wanita yang di bawanya itu Daisy. Isteri tercinta tuan Alvin. Rasa kecewa menjalar di tubuhnya. Dan kali ini keputusannya untuk menyelamatkan nyawa dua orang wanita akan benar-benar di pertaruhkan.


Saat itu juga Anisa yang sudah melaporkan hilangnya Aisyah ke polisi, tidak juga membuahkan hasil. Ia malah di suruh menunggu, menunggu dan menunggu.


" Mmmmmph ...!!!" suara bariton milik penjaga rumah terdengar dari belakang kursi kemudi. Ternyata, Anisa telah menyekap penjaga itu dan mengikat kedua tangannya serta mulutnya yang di tutup menggunakan lakban. Suatu tindakan cerdik. Karena jika ia meninggalkan penjaga rumah itu, bisa-bisa ia malah kehilangan jejak kakaknya, Mawar Hanafi.


" Diamlah! Jangan bertindak di luar batas kesabaranku. Kali ini aku tidak akan main-main. Kau tahu kan aku pernah di masukkan ke rumah sakit jiwa gara-gara apa? Jadi, aku sarankan sayangilah tubuhmu, tuan. Jika kau menurutiku, aku tidak akan menyakitimu! Ingat itu!" seru Anisa. Suaranya lantang.


Anisa adalah korban dari keegoisan Mawar Hanafi. Saudara kembarnya, yang tak serupa. Dulu, saat ia masih kecil, Mawar sangat tidak ingin mempunyai saudara kembar. Meski Anisa juga tidak menginginkan hal itu, tapi ia bertindak logis.


Mawar selalu bertingkah aneh. Ia memiliki gangguan kejiwaan yang entah dari mana asalnya tiba-tiba muncul. Ia tidak ingin jika ada seseorang yang menyainginya. Baik itu Anisa, ataupun Aisyah. Dan yang lebih parahnya lagi, Aisyah sejak dia di lahirkan. Mawar langsung membawanya pergi. Dan membuang Aisyah ke tempat penitipan bayi. Sungguh malang nasib Aisyah. Dan Anisa juga yang selalu menjadi kambing hitam. Pukulan serta hinaan terhadapnya, membuat Anisa menjadi seperti orang gila. Lalu ia di bawa ke rumah sakit jiwa. Dan mendekam di sana selama satu tahun. Setelah itu, Anisa di nyatakan normal dan di bebaskan bersyarat.


☘️☘️☘️Dessy yulia Azzahra☘️☘️☘️


Di kediaman Nyonya Liem.


" Di mana aku?" gumamku dalam hati. Aku merasa berada di tempat asing. Yang di sekitarnya terdapat banyak para penjaga berwajah bengis menatapku yang samar-samar membuka mata.


Aku di culik dan di sekap di ruangan oleh orang yang tidak kukenal. Sekali lagi, aku di culik karena ini pasti berhubungan dengan suamiku. Alvin Media Utomo.


" Alvin Dave, di mana kalian. Aku takut." batinku. Saat aku sedang ketakutan, muncul seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan. Datang dan mendekatiku sambil membawakan makanan untukku. Anak kecil yang sangat lucu sekali.


" Makanlah ini, nyonya. Aku lihat nyonya seperti kelapalan." ucapnya cadel. Sambil tersenyum yang membuatku sedikit melupakan tentang keberadaanku sekarang.


Anak kecil itu membuka mulutku yang di tutup lakban. Akhirnya aku terbebas.


" Namamu siapa, Nak? Mengapa kau bisa berada di tempat ini?" kataku, bertanya pada anak itu.


" Aisyah, nama aku Aisyah." jawabnya dengan wajah polosnya.


Deg!


Jadi ini anak kecil yang Dave dan suamiku cari. Anak kecil yang bernama Aisyah berada tepat di depanku saat ini. Baiklah aku harus cepat-cepat keluar dari sini dan membawa Aisyah bersamaku. Yang diperlukan saat ini, hanya keberanian.


" Sayang, kamu yang kuat ya di dalam perut Bunda," ucap Daisy, sambil memperhatikan perutnya. Mengajak janinnya agar tetap kuat saat kabur dari rumah ini.

__ADS_1


" Nyonya, ayo makanlah dulu. Nanti nyonya sakit jika tidak makan." sahut Aisyah.


" Bagaimana aku bisa makan? Kedua tanganku terikat. Bisakah kau membuka ikatannya, Sayang?" kataku lembut.


Aisyah mengangguk. " Iya Aisyah lupa," katanya terkekeh.


Aisyah segera membuka ikatannya. Namun, ia masih kecil, belum bisa membuka ikatan yang sekuat itu.


" Maaf nyonya, Aisyah engga bisa buka," lirihnya.


" Tak apa. Kalau begitu, suapi saja aku. Bisakah?"


" Iya, bisa nyonya." katanya lagi. Lalu menyuapiku makan.


" Hei, anak cantik. Apa kau bisa memainkan ponsel?" tanyaku, saat sedang di suapi oleh Aisyah.


" Bisa nyonya."


" Baiklah, kalau begitu. Ambil ponselku yang aku simpan di saku bajuku. Dan kau fotolah aku. Kau juga boleh berfoto menggunakan ponselku. Oke?"


" Oke, " sahutnya riang.


Aisyah pun mengambil ponselku. Yang aku simpan di saku baju dasterku yang berukuran lumayan besar.


Aisyah memotretku, lalu ia pun memotret wajahnya sendiri. Setelah itu ia memperlihatkan padaku.


" Waw, sebuah foto yang keren bukan? Kau ingin mengirimkan foto ini ke siapa?"


" Aku mau kirim ke kak Icha." sahutnya.


" Baiklah tapi bantu aku mengirimkan foto ke seorang pria bernama Alvin. Coba kau buka buku kontak di ponselku, kau bisa kan?"


" Bisa nyonya. Dulu kak Icha suka meminjamkan ponselnya padaku."


.


" Baiklah. Saatnya kita kirim!" aku berseru. Membuat Aisyah ikut tertawa bahagia.


Jauh di seberang sana ...


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel milik Alvin dan juga Dave. Saat Alvin membukanya, betapa terkejutnya ia, ketika melihat fotoku yang sedang di tempat lain sambil di sekap. Dan foto Aisyah pun berada di lokasi yang sama.


" Dave, Daisyku di culik!" sahut Alvin panik.


" kok bisa?"


" Aku tidak tahu. Tapi, ia bersama Aisyah sekarang."


" Apaaaa?!!" kini giliran Dave yang panik.


Baiklah, sekarang Aisyah berada di tangan yang tepat. Dave yakin nona Daisy bisa menjaga Aisyah dan juga dirinya sendiri. Sampai mereka berdua datang ke tempat itu.

__ADS_1


☘️☘️☘️ Bersambung ☘️☘️☘️


__ADS_2