When Beast Meet Cinderella

When Beast Meet Cinderella
Terperangkap


__ADS_3

Setelah dua pekan Anisa di rawat, kini Anisa di perbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya. Dave yang selalu menemaninya, tak henti-hentinya selalu di samping Anisa. Dave ingin menebus kesalahan yang ia perbuat pada Anisa beberapa minggu yang lalu. Mengakibatkan Anisa hampir patah tulang akibat melindungi Dave dari serangan brutal para preman pasar.


Dave menuntun Anisa yang berjalan dengan terpatah-patah. Luka di punggungnya masih belum sembuh benar. Anisa hanya mampu berjalan sepuluh langkah saja, sisanya ia akan mengalami kesakitan yang luar biasa di tubuhnya.


" Saat ini, kamu harus menginap di rumah Alvin. Bosku." Dave berkata saat ia hendak melajukan mobilnya.


Anisa terperanjat. Ia tidak menyangka akan semudah itu memasuki rumah Alvin. Dan menjalankan semua rencana Mawar Hanafi. Tadinya ia mencari-cari alasan agar bisa masuk ke dalam rumahnya dengan cara melamar pekerjaan untuknya. Tapi kali ini, Dave yang membimbing Anisa untuk bisa masuk ke dalam rumah mewah itu. Dan merusak rumah tangga Alvin.


" Tuan, aku takut." rengek Anisa. Wajahnya di buat seolah ketakutan saat ia mendengar akan di bawa ke rumah Alvin.


Dave meraih tangan kanan Anisa. Menggenggam erat tangannya, sehingga terpancarlah kehangatan cinta yang di salurkan lewat tangannya yang hangat.


" Tidak usah takut. Di sana ada nona muda yang baik hati dan penyayang. Kau akan aman jika tinggal bersamanya. Hitung-hitung kau menemani nona muda di sana. Bagaimana kau mau?"


" Hem, aku mau." ujar Anisa mantap.

__ADS_1


Dave tersenyum simpul saat mendengar Anisa menyetujuinya. Tanpa protes yang berkepanjangan.


" Masuk perangkap."


🌲🌲🌲


Anisa begitu takjub saat memasuki halaman rumah mewah milik Alvin. Begitu mewahnya hingga bibirnya tidak bisa berkata apa-apa. Pantas saja Mawar Hanafi sangat menginginkan Alvin menjadi suaminya. Dia hanya ingin menikmati kekayaan milik Alvin. Lalu, bagaimana bisa Alvin menikah dengan Daisy? Sedangkan dulu Mawar dan Alvin adalah pasangan kekasih.


" Silahkan Nona," ucap Ning, saat Anisa keluar menapaki lantai rumah.


" Nona, ini kamar Anda. Silahkan masuk ke dalam. Dan bereskan barang-barang Anda, Nona. Nona Daisy sebentar lagi akan turun. Sebaiknya nona bergegaslah untuk mempersiapkan diri menyambut Nona Daisy" Ning, pelayan muda nan cantik berkata pada Anisa.


Anisa mengangguk, " Iya, terima kasih banyak Nona." balas Anisa sambil membungkukkan badannya.


" Panggil saja saya Ning. Saya tak pantas di panggil Nona,"

__ADS_1


" Bukankah Anda wanita? Jika Anda laki-laki, barulah Anda tidak pantas saya sebut nona, benar bukan?" ujar Anisa, terkekeh-kekeh.


Ning tersenyum. Ia bisa melihat sosok wanita yang berada di depannya ini adalah wanita yang supel, periang, tomboy dan juga baik. Baru pertama kali ia mengenal Anisa, ternyata Anisa ini wanita yang suka bercanda.


" Silahkan Nona, semoga nona betah tinggal di sini. Kata Tuan Dave, hanya untuk beberapa hari saja. Karena kondisi tubuh nona masih belum sehat." Ning berkata, kemudian ia melangkah kan kakinya memasuki ruangan kamar yang akan di tempati Anisa. Dengan menenteng tas berisi baju-baju milik Anisa, lalu meletakkannya di sisi lemari pakaian yang besarnya tidak terhingga.


" Baiklah, Nona. Saya permisi dulu. Semoga Anda betah, Nona." pamitnya, lalu pergi meninggalkan Anisa seorang diri di kamar yang begitu besar.


Anisa hanya bisa berdecak kagum saat melihat suasana kamar yang akan ia tempati. Ini sih tiga kali lipat luasnya di banding kamar miliknya di rumah peninggalan almarhum orangtua Anisa.


Ia berjalan menuju ranjang tidurnya, lalu duduk di kasur empuknya. Kasurnya saja empuk. Pasti saat tidur tidak akan merasa kesakitan nanti.


Tiba-tiba, raut wajahnya berubah. Ia teringat akan kata-kata yang di ucapkan Mawar. Ia harus memisahkan hubungan Alvin dan juga Daisy. Tapi, harus di mulai dari mana dulu? Sedangkan kondisi tubuhnya masih belum sehat. Sekali senggol pun, tubuhnya sudah oleng dan terjatuh.


" Biarlah mengalir seperti air yang mengalir. Nanti aku akan fikirkan rencana selanjutnya jika tubuhku sudah mulai kuat berjalan jauh." gumam Anisa. Lalu ia merebahkan diri, tak lama kemudian ia tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


🌲🌲🌲


__ADS_2