When Beast Meet Cinderella

When Beast Meet Cinderella
Pertemuan kedua


__ADS_3

Baik Dave dan juga Kayra, mereka sama-sama berjalan beriringan. Bahkan terlihat sangat mesra. Saat melintasi dua orang pria yang mengejarnya di bandara. Dan saat dua pria itu memandang kearah Kayra, Dave dengan sengaja merangkul pinggang ramping milik Kayra. Dan ia dengan sengaja memeluk tubuh Kayra. Sehingga Kayra bisa merasakan wangi aroma tubuh Dave yang begitu strongh tapi lembut. Aroma maskulin.


" Tuan," desis Kayra saat Dave masih memeluk tubuh Kayra.


" Diamlah! Dan benamkan wajahmu ke pundakku. Agar mereka tidak melihat wajahmu," perintah Dave. Dan akhirnya gadis itu menurutinya.


" Tuan," panggil Kayra, dengan lembut.


" Apa?!" Dave menjawab dengan ketus.


" Tubuhmu harum sekali, sepertinya aku jatuh cinta padamu, Tuan." kata Kayra. Begitu bodohnya.


Sedangkan Dave, hanya tersenyum saat mendengar perkataan Kayra yang konyol itu.


" Kau ini, begitu naif sekali." tutur Dave.


" Kalau begitu, ciumlah aroma tubuhku sesukamu. Aku tidak peduli. Yang penting kamu selamat,"


" Sungguh? Kalau begitu, terima kasih tuan. Kau baik sekali. Aku akan menyimpan hatiku untuk namamu, bolehkah?"

__ADS_1


" Ya," sahutnya. Lalu memeluk gadis itu lebih erat lagi. Dan dua pria yang sedari tadi memandang kearahnya, kini pergi meninggalkan Dave dan juga Kayra yang tengah asik berpelukan.


🍁🍁🍁


Dave merasakan sakit di telinga kirinya. Panas, nyeri, nyeletit itu yang di rasakan oleh Dave saat ini. Rupanya Alvin yang sedang menunggunya di tempat parkir mobil, tiba-tiba harus melihat adegan tak senonoh dan Dave terlihat begitu menikmatinya.


" Jika kau menginginkan itu, menikahlah dengannya Dave. Jangan jadi lelaki pecundang!" Alvin menasehati.


" Ini bukanlah seperti yang, Tuan pikirkan. Tadi ada dua orang pria yang sedang mengejar gadis ini. Saat mereka memperhatikan gadis ini, aku sengaja memeluknya, Tuan. Berharap dia tidak curiga dengan gadis ini." tutur Dave, memberi penjelasan pada Alvin.


" Terserah, yang penting jangan sampai melakukan hak tak senonoh sebelum kau menikahinya. Mari kita pulang! Kasihan Aisyah, ia sepertinya sudah ingin pulang ke rumah, ingin rebahan."


" Siap tuan, laksanakan." sahut Dave, melepaskan tangan gadis itu, lalu menuju mobil yang ia bawa tadi ketika hendak ke bandara menjemput Alvin dan juga Daisy.


🍁🍁🍁


" Sementara, kau tinggal di rumahku dulu ya nona? Sampai kau benar-benar aman. Aman dari pria yang mengejar-ngejar dirimu, dan juga aman dari pria bernama Dave," sindir Alvin. Ia melirik malas pada Dave.


Dave memutar kedua bola matanya dengan malas pula, lalu mencibir tuannya sekaligus temannya itu.

__ADS_1


" Terserah, lagi pula jika ia tinggal serumah denganku, bisa-bisa ayahku akan menikahinya dan aku punya dua ibu tiri yang usianya di bawah rata-rata dengan usiaku," tutur Dave dengan ketus.


Alvin terkekeh geli. Ia geli karena mendengar penuturan sahabatnya yang menyinggung soal ayahnya yang menikah lagi.


" Siapa yang mau menikah dengan om-om? Aku ogah ya, jijik!" sahut Kayra, sinis.


" Lah, kemarin aku lihat kau sedang berkencan dengan om-om di cafe rock star bukan?" tanya Dave dengan nada serius. Ia mulai fokus pada pertanyaan yang membuat hatinya terus menerus memikirkannya.


" Aku terpaksa," sahutnya, sambil meninggalkan Dave yang nampak sedang bingung akan ucapan Kayra yang terdengar menggantung itu.


" Terpaksa katamu? Hei tunggu, jelaskan itu padaku, Nona!" Dave berteriak, mengejar gadis itu yang terus melangkah memasuki kamar yang sudah di sediakan oleh Ning untuknya. Kamar yang pernah di pakai oleh Anisa.


" Dave, jangan bodoh! Dia mau melakukan apapun itu terserah dia. Dan kau tidak perlu ikut campur dengan kehidupannya. Kecuali, kau benar-benar telah jatuh cinta pada gadis itu," sahut Alvin. Ia menatap wajah sahabatnya yang benar-benar telah berubah. Alvin merasa jika sahabatnya itu telah jatuh cinta.


" Kau tidak tahu, Vin. Aku merasa gadis itu mirip seperti Anisa. Saat kupandang kedua matanya. Itu sama seperti aku melihat Anisa di kedua bola mata miliknya itu." ujar Dave, lirih. Ia terlihat sendu, dan matanya mengembun.


" Astaga Dave. Kau masih mengingat Anisa? Ingat Dave, ia sudah lama tiada. Dan tidak bisa hidup lagi, meskipun ia telah terlahir kembali ke dunia ini," kata Alvin. Memberi petuah pada Dave.


Dave menerima ucapan logis dari sahabatnya itu. Anisa memang sudah tidak ada, namun, hati kecilnya berkata Anisa itu masih hidup. Dan gadis cantik bermata biru itu adalah Anisa, bukan gadis lain yang tidak ia kenal sebelumnya.

__ADS_1


Bersambung.


🍁🍁🍁


__ADS_2