
" Kemana wanita itu pergi? Kenapa dia cepat sekali melangkahkan kakinya? Dia manusia atau setan ya?" gerutu Dave. Memaki sambil memukul stir mobil yang ia kemudikan sendiri.
" Oke, sabar Dave. Ini pekerjaan yang sulit untukku. Baiklah, aku akan mencari wanita itu sampai ketemu." ucap Dave dengan tekad yang kuat dan membara.
Dave berkeliling di jalanan kota. Berharap menemukan wanita KUTILANG DARAT yang bertemu dengannya di minimarket.
" Semua wanita sama saja. Menyebalkan sekaligus menyusahkan." Dave menggerutu.
Sesaat kedua matanya menangkap sosok di depannya. Ada dua orang pemuda bertubuh besar, gembul dan mungkin sedang mabuk. Dave menghentikan kendaraan yang di bawanya. Mematikan semua lampu sorot dari mobilnya.
" Hei, Nona. Kamu jalan sendirian nih. Mau aku temani tidak?" pria bertubuh gembul, menggoda seorang wanita.
" Jangan coba-coba merayuku dengan kata-kata kalian yang kurang ajar ya?! Aku tidak suka!" wanita yang di goda, marah. Ia berkali-kali menepis tangan pria pemabuk.
" Jangan sok jual mahal Nona. Aku hanya ingin menemanimu jalan kaki. Habisnya aku kesepian nih. Butuh kehangatan." bisik pria bertubuh kurus tinggi berambut gondrong, sambil menyentuh dagu wanita yang menjadi targetnya untuk di goda.
Wanita itu diam. Ia terlihat kesal. Tak mau berlama-lama, ia memukul kedua pria itu menggunakan pembalut yang di pegangnya. Lalu ia tendang kaki kedua pemabuk itu.
" Hei," hardik pemuda berbadan kurus. Marah.
" Hei!" balas wanita itu tak kalah sengitnya.
" Anda berani melawan kami, Nona. Jangan harap bisa lolos dari cengkeraman tangan kami!"
__ADS_1
Dave yang sedari tadi hanya melihatnya. Kini hatinya terlihat gerah. Dan ingin membantu wanita asing itu. Meski di rasa menyebalkan, namun hatinya tidak terima bila ada seorang wanita terluka akibat perbuatan laki-laki tak beradab.
" Hei! Hentikan!" Dave berteriak dari kejauhan. Lalu mendekati mereka yang sedang berdiri sambil memegang kedua tangan wanita itu.
" Mau apa kamu? Ikut campur yang bukan urusanmu!" hardik pria yang bertubuh gempal.
" Lepaskan wanita itu. Bertarunglah denganku. Dia wanita, tak pantas jika kalian menyerangnya sendirian!" Dave menantang.
" Kurang ajar! Kamvret! Ayo serang!" pria bertubuh kurus memberi komando. Kemudian menyerang Dave secara membabi buta. Dave, langsung menghajar kedua pria pemabuk itu.
Menghajarnya hingga jatuh terhuyung ke depan, lalu jatuh tersungkur ke tanah. Kedua pemuda pemabuk itu, berdiri tapi bukannya melawan lagi, mereka malah lari tunggang langgang meninggalkan Dave dan wanita asing itu.
" Terima kasih." ucap wanita asing itu.
" Kau harus membalas hutang budi padaku," sambung Dave.
" Hutang budi? Apa itu? Aku tidak merasa punya hutang budi padamu, Tuan." tanyanya, bingung.
" Kalau tidak ada aku, kau akan habis di perkosa oleh mereka. Paham?!!"
" Ooh, itu." jawabnya singkat. " Tapi, aku bisa jaga diri kok, Tuan. Tanpa Anda membantu pun, aku bisa menghajar mereka."
" Omong kosong! Cepat berikan pembalut itu." Dave menagih pembalut yang di bawa oleh wanita asing itu.
__ADS_1
" Kalau saya tidak mau menyerahkan, gimana?"
" Hu huuuh..., dasar menyebalkan!" gerutu Dave, kemudian mengambil pembalut itu dengan cepat.
" Hei, Tuan! Kembalikan pembalut itu!!!"
Dave tidak menggubrisnya. Ia membuka kemasan pembalut itu, lalu membagi isinya menjadi dua bagian. Ia mendapatkan lima, dan wanita itu lima. Cerdas sekali!!!
" nih, aku kembalikan." ujar Dave. Menyerahkan sisa pembalut, kemudian ia merogoh saku bajunya. Mengambil lima lembar uang seratus ribu.
" Apa ini? Uang apa ini Tuan?"
Wanita asing itu berkerut keningnya. Bingung, ia terlihat bingung dengan tingkah Dave.
" Aku bayar pembalut yang aku ambil. Silahkan Anda beli pembalut yang baru dengan uang pemberian dariku. Lebih dari cukup bukan?" sahutnya, kemudian pergi meninggalkan wanita asing itu.
" Tuan! Siapa namamu, namaku Anisa. Tapi, biasa di panggil Icha." sahut wanita asing itu bernama Anisa.
Dave menoleh, lalu tersenyum.
" Up to you."
Sorot lampu mobil milik Dave, menyilaukan kedua mata wanita asing yang tengah berdiri sambil menepi menghindari mobil Dave yang kini melaju meninggalkannya seorang diri. Setelah itu, ia menatap lekat uang pemberian Dave. Lalu tersenyum lah ia saat mengingat Dave yang seperti orang tidak waras, hanya untuk sebuah Pembalut.
__ADS_1
🍁🍁🍁