
...Aku merasa seperti orang asing di sini. Ini bukan tempatku, dan aku harus berusaha untuk beradaptasi disini, di negara Singapore. Negatra dimana ibuku akan di sembuhkan. Dengan kata lain, aku akan melihat ibuku sembuh....
Kutatap wajah ibuku saat ini. Kulihat ia sedang tertidur dengan nyenyak sekali. Seperti sedang bermimpi indah. Karena dari raut wajahnya seperti sedang tersenyum bahagia. Ibu, jujur saja, aku sangat menyayangi ibu. Aku ingin ibu kembali sehat.
" Permisi, saya ingin memeriksa pasien. Apakah Anda saudara dari nyonya ini, Nona?" seorang perawat berwajah bule, menyapaku saat aku sedang berada di dalam ruangan NICU. Sambil menggenggam tangan ibuku.
Sebenarnya aku terheran-heran dengan perawat yang satu ini. Berwajah bule, tapi, dia bisa berbahasa Indonesia. Ya meskipun agak kesulitan dalam pengucapan, aku masih bisa mencerna setiap yang dia katakan tadi.
" Ya, saya anak dari pasien ini, Suster."
Aku menggeserkan kursi yang kududuki tadi. Lalu berdiri dan langsung berpindah tempat, agar perawat itu bisa memeriksa keadaan ibuku yang belum sadar.
" Denyut jantungnya sudah mulai stabil, Nona. Mungkin dalam beberapa minggu lagi, ibu ini akan siuman." katanya mantap. Sambil mengecek cairan infus.
__ADS_1
" Oh iya nona, apa sebelumnya ibu Anda mengkonsumsi obat penenang?" tanya perawat bule nan cantik itu kemudian yang sangat mengejutkanku.
" Obat penenang?" tanyaku heran. Setahuku ibu tidak pernah mengkonsumsi obat penenang. Bahkan untuk minum obat ketika sakit pun, ibuku tidak pernah mau minum.
" Tapi, yang saya tahu dari beberapa Dokter yang kemarin memeriksa kondisi ibu Anda, kenapa ibu Anda masih bertahan dalam ketidaksadaran, itu karena pengaruh obat penenang yang di berikan terus menerus pada ibumu. Ini dosisnya juga sudah banyak loh," tutur perawat itu. Menatap wajahku kemudian beralih memandang wajah ibuku.
" Tidak mungkin Sus, ibuku ini kecelakaan tunggal. Beliau tertabrak saat sedang mengendarai sepedanya di jalan. Dan sejak saat itu, dia tidak lagi sadar." kataku sendu.
" Semoga itu semua cuma analisa dokter yang tak nyata ya? Oh iya, maaf saya pamit dulu, Selamat malam," perawat itu pamit, dan pergi meninggalkan diriku yang masih berfikiran jauh tentang ibuku.
☘️☘️☘️
Langkahku terhenti saat melihat mobil Avanza hitam berhenti tepat di depanku. Lalu dari dalam mobil itu, keluarlah beberapa orang berjenis kelamin pria kekar dan berdiri di hadapanku.
__ADS_1
" Astaga! Siapa mereka!" gumamku dalam hati. Kuperhatikan mereka. Tak lama kemudian, mereka segera mendekatiku dan membawaku ke dalam mobil.
Aku terkejut dan tidak bisa berlari. Untuk berlari pun, mereka ada dimana-mana. Dan jumlah mereka banyak. Matilah aku!
" Kalian siapa? Aku tidak kenal kalian! Lepaskan aku!!!" Aku berteriak kencang. Namun, tindakan aku akan terbuang percuma. Mereka malah semakin tertawa. Dan, aku mulai ingat sesuatu, Oh my god! Aku ingat sekarang, kalau aku berada di Singapore. Mereka pasti anak buah Madam Ellen.
Dan salah satu dari mereka, menoleh kearahku. Membuka kacamata hitam yang di pakainya, lalu tersenyum getir kearahku.
" Selamat datang di Singapore. Kau akan aman bersama Madam Ellen, Sayang," ujar pria itu. Lalu tertawa terbahak-bahak. Ketika aku sadar, aku memang di tangkap oleh mereka. Mereka berhasil membawaku kepada Madam Ellen.
" Ibu ... Tolong aku," batinku menangis pilu.
Saat ini yang kuingat adalah Dave. Dave kamu dimana? Tolong aku Dave.
__ADS_1
Bersambung.