Xing Yue Continent : Goddess Of Mage

Xing Yue Continent : Goddess Of Mage
Bab 99. Xi Jiu


__ADS_3

Laki-laki itu bersembunyi di balik pohon dan mengintip Qing Lianxue dengan hati-hati, bahkan jika wajah Qing Lianxue itu jelek dan terlihat jelas seperti monster, akan tetapi status nya sebagai nona muda keluarga Qing, adalah apa yang sebenarnya dia kagumi dari Qing Lianxue! Dengan menjadi selir dari nona muda Lianxue, bukankah dia tidak perlu berkerja keras lagi, dia tidak perlu berkerja sebagai pelayan lagi untuk seumur hidupnya. Begitu juga statusnya juga akan ikut naik menjadi selir ke tiga nona muda Lianxue, akan tetapi yang dia inginkan adalah posisi suami utama Zhenghu di samping Qing Lianxue.


Menjadi selir dari nona muda Lianxue adalah hal yang terbaik, selain status yang terhormat di antara para keluarga besar lainnya, bahkan dalam hidupnya dia akan punya banyak uang untuk di belanjakan sepuasnya setiap hari, tanpa takut uang itu akan habis sama sekali.


Betapa puas hidupnya saat itu! Dan orang-orang lain pasti akan terus memandangnya dengan iri dan iri.


Qing Lianxue mengernyitkan keningnya, dia tahu bahwa dia sekarang sedang di ikuti oleh seseorang dan tidak ada niat membunuh di tubuh orang yang mengikutinya, jadi dia membiarkan nya begitu saja untuk mengikutinya dan dia tidak ingin terlalu berurusan dengan orang yang tidak dikenalnya.


Sekarang dia dalam suasana hati yang baik dan ingin membagikan berita iniĀ  pada Qinglong dan Qing Lianshui, jadi dia tidak ingin merusak suasana hati gembiranya, hanya karena hal-hal ini.


Melihat punggung Qing Lianxue yang semakin menjauh dan tidak terlihat lagi, Xi Jiu sedikit menyesal karena dia tidak menyapanya pada saat dia sedang sendirian tadinya. Bukankah tadi seharusnya adalah kesempatan yang sangat bagus? Ya ampun, Xi Jiu benar-benar sudah kesal dalam hatinya, karena dia tadi seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan yang begitu baik.


Walaupun dia menyesal apa gunanya, Qing Lianxue sudah pergi menjauh dan tidak terlihat lagi bayangan nya.


Xi Jiu kemudian pergi diam-diam dan keluar dari balik semak-semak, agar tidak ada yang tahu bahwa dia sudah mengikuti nona muda Lianxue tadi.


Xi Jiu lalu melihat ke arah kiri dan kanannya dan tidak ada orang di sana, jadi Xi Jiu segera keluar dari semak-semak dengan ekspresi gembira di wajahnya. Akan tetapi....


"Jiu'er kenapa kamu keluar dari semak-semak? Dan juga terlihat seperti pencuri?" Tanya Qin Lang dengan suara yang terdengar agak heran, dan juga penasaran di saat bersamaan kepada Xi Jiu.


"Em....itu..."

__ADS_1


Xi Jiu menjadi sangat gugup karena di lihat oleh temannya Qin Lang, jadinya Xi Jiu berbicara dengan tergagap dan tidak tahu harus berkata apa.


"Em...itu, apa?"


Tanya Qin Lang lagi sambil melihat ke arah Xi Jiu dengan matanya yang menyipit penuh kecurigaan, alisnya juga sedikit terangkat.


"Aku hanya sedang bosan, jadi aku ingin bermain-main di sini. Siapa tahu ada bunga yang indah di sini, Tidakkah kamu melihat bunga yang tumbuh di semak-semak ini indah? Aku ingin memetik bunga ini dan menghiasi kamar ku" kata Xi Jiu yang berbohong tanpa tersipu sedikit pun.


Qin Lang lalu melihat ke arah bunga yang di maksud oleh Xi Jiu, memang bunga yang dimaksud oleh Xi Jiu ini memiliki tampilan yang cantik, akan tetapi belum pernah ada orang yang berani memetiknya karena.....


Untuk membuktikan bahwa alasan yang dia katakan adalah benar, Xi Jiu mengulurkan tangannya dan ingin memetik bunga merah muda, yang tumbuh di semak-semak berduri ini.


Pada saat Qin Lang ingin mengatakan sesuatu, sudah terlambat! Karena pada saat ini Xi Jiu sudah selesai memetik bunga berwarna merah muda tersebut. Ada simpati besar di mata Qin Lang, ketika dia melihat ke arah tangan kanan Xi Jiu, yang masih memegang bunga merah muda itu.


Benar saja!


Tiba-tiba Xi Jiu merasakan gatal-gatal yang sangat tidak tertahankan di tangan kanannya, ketika menggaruk tanpa sadar kulit tangannya sudah berdarah, dengan beberapa goresan kuku yang panjangnya empat cm.


Bunga yang berwarna merah muda itupun segera terjatuh dari tangannya dan ekspresi wajahnya pada saat ini sudah menjadi agak pucat, ketika dia melihat luka-luka jelek di lengannya yang mulus dan putih. Matanya pun penuh dengan ketakutan, jika tangan nya jelek seperti ini, bagaimana nanti nona muda Lianxue akan tertarik pada dirinya, yang ada malah nona muda Lianxue akan merasakan jijik terhadap dirinya!


Ini adalah pukulan terbesar baginya, belum dia bahkan memulai, fantasi dan angan-angan nya hancur lebur hanya gara-gara alasan konyolnya sendiri, Xi Jiu sangat marah dan juga sedih pada saat bersamaan, impian nya untuk menjadi selir dari nona muda, yang berpengaruh di lima keluarga besar hancur sudah!!

__ADS_1


"Jiu'er, jangan menggaruk lagi, ayo pergi ke apoteker Liu! Jika kamu terus-menerus menggaruknya, yang ada tangan mu nantinya akan jadi sangat jelek, penuh dengan bekas luka". Kata Qin Lang dan nada suara nya terdengar sangat khawatir.


"Baiklah".


Kata Xi Jiu dengan ekspresi wajah yang gelap dan penuh kemarahan, walaupun banyak luka goresan yang berdarah di tangan nya, dia sekarang tidak merasakan rasa sakit apapun di lengannya, hanya ada rasa gatal yang tidak tertahankan. Bahkan rasanya gatal-gatal ini sudah sampai ke dalam tulangnya, walaupun dia menggaruk sampai daging tangan nya menghilang, sepertinya itu bahkan tidak berpengaruh sedikit pun.


Qin Lang melirik bunga-bunga yang bermekaran di semak-semak, mulai terlihat ngeri. Jadi orang-orang itu tidak bercanda dengan nya, bahwa ada bunga semak belukar yang dapat membuat orang menjadi gatal.


Lalu dia menoleh kembali ke arah Xi Jiu yang masih menggaruk tangannya, akhirnya Qin Lang merasakan sakit kepala! Lalu dia segera memegang kedua tangan Xi Jiu untuk mencegah dia menggaruk tangannya lagi. Setelah itu Qin Lang segera menyeret Xi Jiu untuk pergi ke alkemis Liu.


Di halaman Lian,


Qing Lianxue baru saja sampai di depan pintu masuk, dan pintunya sudah dibuka dari dalam oleh para pelayan dari halaman Lian.


Qing Lianxue masuk ke dalam dan melihat Qinglong dan Qing Lianshui, mereka berdua duduk dengan santai dan juga berbicara sambil tertawa.


Melihat ini Qing Lianxue juga ikut duduk di samping Qing Lianshui, secara alami dia ingin berbicara tentang dia tetapi terpilih menjadi salah satu kandidat, untuk bertarung di arena Huangtian.


Setelah Qing Lianxue duduk, mereka berdua juga menjadi diam dan mau tidak mau ingin bertanya-tanya apa yang membuat ekspresi di wajah Qing Lianxue terlalu bahagia pada saat ini.


"Xiao Xue, kamu tampak sangat bahagia hari ini, ada kejadian apa?"

__ADS_1


Kata Qinglong dengan senyum di wajahnya, dia memulai topik untuk pertama kalinya.


__ADS_2