Xing Yue Continent : Goddess Of Mage

Xing Yue Continent : Goddess Of Mage
Bab 85. Berangkat


__ADS_3

Setelah berbicara beberapa patah kata lagi dengan neneknya, Qing Lianxue pun keluar dari ruang belajar khusus patriak keluarga Qing.


Melihat langit berwarna oranye, tidak terasa ternyata dia sudah terlalu lama berbicara dengan neneknya di ruang belajar. Langkah kaki Qing Lianxue pun langsung menuju ke arah timur Manor Qing, di halaman Lian tempat di mana dia tinggal, di keluarga Qing.


Dalam perjalanan, banyak pelayan dan juga kerabat yang menyapa dia dengan hormat, dan tentu saja sebagai nona muda keluarga Qing harus sopan, jadi Qing Lianxue hanya menganggukan kepalanya saja, dan tidak terlalu antusias dengan yang namanya kerabat jauh ini.


Sesampainya di depan halaman Lian, Qing Lianxue melihat Qinglong yang duduk menundukkan kepalanya, dan entah sedang melakukan apa?


Jadi Qing Lianxue perlahan-lahan berjalan mendekat tanpa suara, akan tetapi suara Qinglong menghentikan langkah kakinya yang nakal.


"Xiao Xue, dewa tahu itu kamu"


Kata Qinglong dengan suara yang tenang, pada saat ini Qinglong sedang mencoba menyulam sapu tangan yang indah, untuk Qing Lianxue.


"Oh... padahal ingin mengejutkan"


Kata Qing Lianxue dengan mulutnya menjadi cemberut, dan kesenangan untuk mengerjai Qinglong padam.


Setelah mengatakan itu Qing Lianxue pun langsung duduk di samping Qinglong, melihat Qinglong yang sedang menyulam sapu tangan, segera Qing Lianxue terdiam. Dia bertanya


"Xiao Longlong~, sejak kapan kamu bisa menyulam sapu tangan?"


"Dewa ini ingin menyulam sapu tangan, kenapa..? Tidak bisa?"


Tanya Qinglong balik dengan sedikit amarah di dalam nada suaranya.


"Hei~~, Xiao Longlong aku kan hanya bertanya. Kenapa marah seperti ini?"


Tanya Qing Lianxue lagi dengan agak mengeluh dalam nada suaranya, lalu mata hijau jernih seperti zamrud itu memandang ke arah Qinglong terlihat penuh dengan keluhan.


Kebetulan Qinglong mendongakkan kepalanya dan melihat Qing Lianxue ingin memarahinya sekali lagi, lalu tanpa sengaja melihat mata hijau yang jernih seperti zamrud Qing Lianxue yang penuh dengan keluhan.


Tentu saja Qinglong menelan semua amarah yang ingin dia muntahkan pada Qing Lianxue, mengernyitkan keningnya dan kesusahan terlintas dalam hatinya. Apakah dia marah pada Qing Lianxue terlalu jauh?


"Aku baru belajar menyulam dan tidak terlalu tenang, jadi Xiao Xue aku sedikit marah karena hal ini"


Jelas Qinglong pada Qing Lianxue

__ADS_1


"Lalu kenapa mendadak belajar menyulam sapu tangan seperti ini?"


Tanya Qing Lianxue dengan sangat penasaran pada Qinglong. Pupil hijau zamrud yang penuh keluhan itu, kali ini berbinar dengan rasa ingin tahu.


"Em....ada pokoknya"


Jawab Qinglong dengan jawaban yang memang sedikit ambigu di telinga nya Qing Lianxue.


"Seseorang?"


Tanya Qing Lianxue lagi, tetapi dalam hatinya dia seperti menolak untuk tahu tentang hal ini, mungkin takut untuk tahu bahwa itu bukan untuk dirinya, jadi Qing Lianxue sedikit tidak nyaman.


Qinglong hanya menganggukkan kepalanya dan tidak mengatakan apa-apa lagi, kepada Qing Lianxue.


"Jika Xiao Longlong tidak menjawab, tidak apa-apa"


Kata Qing Lianxue dengan sedikit lega, lebih baik untuk tidak tahu.


Qinglong pun menghela nafas lega dalam hatinya, sapu tangan yang sedang dia sulam, adalah sebuah hadiah untuk Qing Lianxue. Jadi tentu saja semua ini harus dirahasiakan oleh Qinglong, kejutan tidak boleh dikatakan, jika tidak itu bukanlah kejutan namanya.


Apa maksudnya Qinglong ini lega?


Entah kenapa dia marah dan juga mudah tersinggung pada hal ini?


Saat Qing Lianxue ingin melihat ekspresi lain di wajah Qinglong, dia tidak sengaja melihat bintik-bintik merah di kedua ujung jari Qinglong.


Di setiap ujung jari itu ada beberapa tusukan jarum, sepertinya Qinglong memang sedang sangat serius kali ini untuk menyulam sapu tangan.


Qing Lianxue mengulurkan tangan kirinya ke arah Qinglong, lalu dia pun meraih tangan kiri Qinglong, melihat lebih dekat. Sayang sekali tangan yang cantik seperti ini, ada banyak bekas jarumnya.


Qinglong yang dipegang tangannya oleh Qing Lianxue, melihat ke arah Qing Lianxue dengan tatapan panas di matanya, segera beberapa udara berubah menjadi ambigu.


Qing Lianshui membuka pintu dari dalam dan melihat pemandangan di depannya ini, gambar yang memang mempesona. Menghapus rasa tidak nyaman di dalam hatinya, dia lalu melangkah mrnuju mereka berdua.


"Kakak Xue, Saudara Long, ayo pergi makan malam"


Kata Qing Lianshui pada Qinglong dan Qing Lianxue.

__ADS_1


Qing Lianxue terkejut setelah dia mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Qinglong. Kemudian dia segera melepaskan tangan nya dan udara ambiguitas perlahan hilang di antara mereka berdua, dalam sekejap mata.


"Xiao Longlong ayo makan dulu, sebenarnya aku sudah lapar dari tadi." Kata Qing Lianxue dengan senyum di wajahnya.


"Baiklah"


Jawab Qinglong sambil memasukkan sapu tangan yang baru mulai di sulam itu ke dalam cincin penyimpanan.


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam halaman Lian, lalu berjalan menuju ke arah ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, mereka mulai duduk dan makan dengan lahap, ya walaupun Qing Lianxue itu adalah seorang kultivator dan tidak perlu makan sampai sehari tiga kali, tetapi makan itu sudah menjadi sebagai kebiasaan setiap harinya.


Setelah selesai makan, Qing Lianxue pun mulai membahas topik tentang undangan ke pesta ulang tahun nya Yin Lobei, di keluarga tersembunyi.


"Jadi... bagaimana kalian berdua ingin pergi untuk bersenang-senang?"


Tanya Qing Lianxue dengan suara yang tenang, dan ada sedikit harapan di pupil hijaunya yang jernih.


"Tentu saja aku ingin pergi"


Kata Qinglong dengan senyum di wajahnya.


"Bagaimana mungkin aku tidak pergi untuk melihat, di mana keluarga Yin itu tinggal dan juga bersembunyi sepenuhnya dari dunia"


Kata Qing Lianshui dengan senyum lembut di wajahnya.


"Hehe....aku juga menantikan hal itu"


Kata Qing Lianxue dengan senyum dingin di wajahnya.


Akhirnya dua hari berlalu begitu cepat, dan matahari nya pun sudah mulai terbit dan nyanyian-nyanyian burung pun terdengar.


Qing Lianxue, Qing Lianshui dan juga Qinglong yang sudah selesai untuk berpakaian, keluar dari halaman Lian dan Mereka bertiga pun mulai berjalan menuju ke arah gerbong kereta kuda khusus keluarga Qing diparkir, yang di dalamnya sangat mewah. Jika orang yang merancang gerbong kereta kuda yang mewah ini juga menaruh emas di dalam gerbong kereta kuda ini, sungguh brengsek!


Tetapi sangat nyaman berbaring di gerbong kereta kuda yang lainnya, jadi Qing Lianxue memejamkan matanya dan tidak lama kemudian Qing Lianxue tertidur pulas.


Qinglong dan Qing Lianshui yang melihat Qing Lianxue yang sudah tertidur dengan pulas, terlihat seperti kucing kecil yang manis, dia tertidur nyenyak dan tidak ada gangguan lagi sepanjang malam.

__ADS_1


__ADS_2