
Pintu gerbang Manor Qing terbuka, Gerbong kereta kuda yang mewah masuk ke dalam Manor Qing dengan lancar, akan tetapi banyak barisan di samping kiri dan kanan kereta tidak bisa di abaikan begitu saja.
Kebanyakan adalah perempuan muda yang belum menikah, atau pun belum pernah menerima selir yang berani mencoba peruntungannya, untuk mendapatkan kecantikan pertama dari bagian tengah benua Xing Yue.
Kereta kuda itu berhenti, pintu pun dibuka oleh pengemudi kereta kuda.
Yang keluar dari sana adalah anak laki-laki, yang memakai baju hijau dan juga cadar hijau muda, yang senada dengan pakaian nya. Namun, walaupun tertutup cadar, semua orang tahu bahwa itu adalah laki-laki yang cantik jika cadar itu di lepas.
Selanjutnya, ada lengan ramping dan indah seperti giok, putih seperti salju.
Anak laki-laki berbaju hijau itu pun memegang tangan ramping dan pergi membantu untuk turun dari kereta.
Ketika seorang anak laki-laki berbaju putih turun dari kereta, segera saja semua orang yang melihat tidak bisa menahan nafas, jantung mereka pun langsung berdebar-debar.
Mereka semua melihat, anak laki-laki berusia sekitar 13 tahun yang sangat cantik tiada taranya.
Pria itu mempunyai rambut perak yang panjang, alis willow, mata perak yang dingin dan dalam, cadar putih senada dengan bajunya menutup setengah sosok wajahnya, Terutama ada aura halus, anggun dan dingin yang memancar dari tubuh nya, membuat orang seolah melihat makhluk abadi yang terbuang dan turun ke bumi. Sangat indah, sehingga semua orang yang melihat, tidak bisa menahan nafasnya.
Kemudian anak laki-laki berbaju putih yang seperti makhluk abadi itu, bergabung dengan keluarga Yin yang lainnya, dan berjalan masuk ke dalam Manor Qing.
Semua orang yang sudah tersadar dari lamunan pesona Yin Loubing, segera berjalan dengan cepat untuk masuk ke dalam Manor Qing, agar dapat melihat Yin Loubing lagi.
Pikiran semua orang yang datang adalah, untungnya mereka datang ke perjamuan keluarga Qing malam ini.
Jika tidak mereka pasti akan melewatkan kesempatan untuk melihat kecantikan pertama dari seluruh daratan tengah benua Xing Yue, Yin Loubing.
Sementara itu, di halaman Lian.
Seorang gadis berusia sekitar 13 tahun, berdiri di depan cermin dan dia tersenyum cerah.
Gadis itu terlihat ramping dan indah, wajahnya adalah kecantikan yang tiada tara nya, dia memakai baju biru muda, ujung rok di sulam dengan motif bunga Peony yang sangat indah.
Tetapi di belakang gadis yang cantik itu ada dua laki-laki dengan wajah yang gelap, mereka sangat senang ketika melihat Qing Lianxue yang berdandan dengan sangat cantik. Akan tetapi, ketika mereka berdua memikirkannya ada yang salah.
__ADS_1
Jika Qing Lianxue keluar seperti ini, bukankah akan ada lebih banyak orang, tidak peduli apakah itu laki-laki ataupun perempuan, pasti akan terpesona dengan Qing Lianxue.
Inilah yang menyebabkan kedua wajah Qing Lianshui dan Qinglong menjadi gelap, dan jelas cemburu.
"Xiao Xue, kamu tidak akan keluar seperti ini, bukan?" Kata Qinglong dengan nada suara yang sedikit di naikkan oleh nya.
"Tentu saja aku akan keluar seperti ini...." Belum selesai Qing Lianxue berbicara, tetapi dia merasakan hawa dingin yang berat di punggungnya, Qing Lianxue merasa agak gemetar.
"Tetapi aku harus tetap memakai cadar untuk menutupi wajah ku"
Kata Bingyue dengan jujur dan tidak ingin menggoda mereka berdua lagi.
"Aku tahu Xiao Xue selalu mengerti"
Kata Qinglong sambil memeluk Qing Lianxue dari belakang nya.
"Mengerti apa maksudnya?"
Tanya Qing Lianxue dengan bingung, Qing Lianxue sama sekali tidak tahu dan mengerti apa maksud dari apa yang dikatakan oleh Qinglong.
Dia berjalan ke samping Qing Lianxue
"Jika kakak Xue tidak mengerti, tidak apa-apa" Qing Lianshui pun berkata kepada Qing Lianxue dengan suara yang lembut dan tenang.
Kemudian dia segera mengeluarkan cadar biru dari cincin penyimpanan, yang sangat cocok dengan gaun biru yang di pakai oleh Qing Lianxue.
"Kakak Xue, ayo pakai ini dulu. Jangan sampai telat ke perjamuan yang penting ini" Qing Lianshui pun menyerahkan cadar itu kepada Qing Lianxue untuk memakai nya.
Qing Lianxue mengambil cadar yang di berikan oleh Qing Lianshui,
"Xiaoshui, Kamu pasti membuat baju ini untuk waktu yang lama, kamu bahkan menyiapkan ini, terimakasih Xiaoshui! Aku suka baju ini"
Qing Lianxue, berkata dengan penuh pujian pada Qing Lianshui, dengan senyum bahagia di wajahnya.
__ADS_1
Melihat cadar berwana biru, dengan motif sulaman 2 bunga Peony kecil berbeda ukuran di sudut, dia lalu melihat baju yang dipakainya, lalu tersenyum lebih bahagia lagi. Sangat menyenangkan untuk mempunyai adik laki-laki, yang bahkan selalu saja membuat baju-baju yang cantik. Adik yang sangat berbakti, tidak sia-sia mengangkat Xiaoshui menjadi adik.
Qing Lianxue kemudian memakai cadar biru dengan sulaman bunga Peony, setelah itu dia berkata dengan penuh semangat pada mereka berdua.
"Baiklah! Siap untuk pergi!"
Qinglong melepaskan pelukannya dengan enggan dan berkata, "ayo".
Qing Lianshui memegang tangan kanan Qing Lianxue dan tersenyum
"Ayo buat hadiah ini, menjadi hadiah pernikahan terbaik untuk Qi Jiajun dan Lu Jiangxue"
"Hadiah ini baru permulaan"
Kata Qing Lianxue dengan seringai dingin di wajahnya, bagaimana mungkin dia akan melepaskan orang yang ingin mencelakakan nya?! Itu hanyalah seorang idiot yang akan memaafkan dan tidak membalasnya.
"Xiao Xue, aku merasakan sepertinya beberapa orang sudah mulai tidak sabar untuk melihat kebenaran, apakah kamu sudah meninggal atau tidak?" Kata Qinglong dengan mengejek dan penuh sarkasme.
"Buat saja tamparan di wajah mereka semua nanti!" Tambah Qinglong lagi dengan amarah yang membumbung tinggi, bukankah ini sama dengan sengaja mengutuk gadis yang dia cintai sudah mati? Tidak termaafkan!
Qing Lianxue memegang tangan nya Qinglong, untuk menenangkan hati dan emosi Qinglong.
Ekspresi marah di wajah Qinglong perlahan mereda, ada senyum tipis di wajahnya, sangat senang tangannya di pegang oleh Xiao Xue.
Kemudian mereka bertiga berjalan menuju ke aula perjamuan, untuk melihat keseruan dan pertunjukan.
Di aula perjamuan keluarga Qing,
Ada banyak orang berbicara dengan tertawa, menyombongkan diri mereka sendiri, ada juga yang suka saling menyindir, ada juga penjilat dan jenis lainnya.
Orang-orang duduk berkelompok, beberapa anak laki-laki berkumpul berbicara, tentang wanita muda mana yang lebih baik dan unggul untuk dapat mereka nikahi seumur hidup dengan ketenangan pikiran.
Beberapa orang tua berdiskusi masalah bisnis, perjodohan, dan juga memilih suami yang baik, untuk anak perempuan mereka yang berharga.
__ADS_1
Ataupun juga sebaliknya beberapa orang tua, juga ingin memilih menantu perempuan bagi anak laki-laki kesayangan mereka.