Xing Yue Continent : Goddess Of Mage

Xing Yue Continent : Goddess Of Mage
Bab 41. Kembali ke Keluarga Qing (4)


__ADS_3

Setelah neneknya pergi,


Qing Lianxue mulai pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Ternyata berakting itu, lebih melelahkan daripada bertarung.


Qing Lianshui melihat pintu kamar kakaknya dengan ragu-ragu, ekspresi wajahnya berubah menjadi rumit. Tapi langkah kaki nya lebih jujur,


saat dia memutuskan untuk istirahat di kamarnya sendiri, Qing Lianshui sudah berada di dalam kamar Qing Lianxue.


"Xioshui, kamu istirahat dulu. Aku tahu kamu juga pasti sangat kelelahan hari ini, tidurlah..."


Kata Qing Lianxue sambil menepuk kasur di sampingnya. Setelah itu dia langsung memejamkan matanya dan tertidur kembali.


Melihat ini, Qing Lianshui terasa manis di dalam hatinya. Akan lebih bagus, jika dia benar-benar menjadi selir kakaknya di masa depan. Lalu dia segera tidur di samping Qing Lianxue dengan nyaman.


Dia menatap wajah Qing Lianxue dengan malu-malu, lalu Qing Lianshui mengecup pipi Qing Lianxue.


Seketika wajahnya memerah dan jantungnya berdetak kencang.


Lalu dia kembali menutup matanya mencoba untuk tertidur, tapi detak jantung yang semakin cepat dan cepat mengkhianatinya. Akan tetapi Qing Lianshui berusaha untuk tidur lagi.


Dua jam kemudian Qing Lianxue terbangun dari tidurnya, karena terdengar suara-suara berisik dari luar halamannya.


Mata Qing Lianxue segera menjadi dingin, dia mengenali suara ini, bahkan jika orang itu menjadi abu dia pasti akan mengenalinya, itu adalah


Sepupu nya yang baik Qing Lianyi.


Kemudian Qing Lianxue merapikan pakaiannya dan memakai cadarnya.


Setelah itu dia keluar dari kamar dan pergi untuk membuka pintu halaman.


Ketika pintu terbuka, terlihat gadis cantik berusia sekitar 20 tahun, mengenakan pakaian warna kuning keemasan, dibordir dengan pola naga.


Jujur Qing Lianyi sedikit terkejut melihat sepupunya lagi, sepupu itu sekarang terlihat lebih lemah dengan cadar di wajahnya yang jelek.


Kenapa Qing Lianxue tidak mati?


Bukankah pembunuh sudah memastikan, bahwa Qing Lianxue sudah mati empat tahun yang lalu.


Tapi wajah Qing Lianyi tetap terlihat tenang, tanpa sedikitpun rasa panik.


Qing Lianyi tersenyum lembut pada Qing Lianxue dan berkata dengan penuh perhatian dan kekhawatiran.


"Lianxue! Selamat sekarang sudah kembali ke keluarga Qing, kakak sepupu senang akhirnya kamu kembali ke rumah. Walaupun tidak ada kemungkinan besar bahwa kamu akan kembali, tapi nenek dan semua orang di keluarga Qing tidak pernah berhenti dan menyerah untuk mencari kamu selama 3 tahun ini"


"Terimakasih kakak sepupuku"


Kata Qing Lianxue dengan penuh rasa syukur. Tapi dalam hatinya dia tertawa terbahak-bahak, aktingnya cukup bagus sehingga Qing Lianyi percaya bahwa dia sangat tersentuh dengan usaha Qing Lianyi.


"Sepupu Yi, kenapa harus berbicara dengan lembut kepada sampah"


Kata Qing Lianfei dengan suara yang penuh penghinaan.


"Ya, kita ke sini hanya membuang buang waktu kita saja"


"Ini hanya pemborosan"


"Bahkan muka jeleknya hancur dan ditutup cadar, seperti anak laki-laki"


Suara yin dan yang membuat telinga Qing Lianxue panas, lalu dia berkata dengan suara yang sedih.


"Kenapa... kalian berbicara seperti itu dan menghinaku"


"Karena kamu sampah"


Kata Qing Lianji dengan sinis


"Iya pemborosan"


Qing Lianfei berkata dengan penuh jijik di matanya.


"Para sepupu! Kalian tolong jangan berkata seperti itu. Sepupu Lianxue baru saja kembali"

__ADS_1


Kata Qing Lianyi dengan nada yang agak marah. Tapi dalam hatinya


'Qing Lianxue memang sampah lengkap dengan wajah jeleknya'


"Kalian sangat keterlaluan"


Bantah Qing Lianxue dengan marah.


'pertunjukan yang sebenarnya baru saja dimulai'


"Ini semua benar, apa yang keterlaluan...se..pu..pu."


Kata Qing Lianji dengan jijik.


Jika bukan karena pemborosan itu baru saja kembali, dia akan memukulnya beberapa kali saat ini.


"Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk membuat kalian berhenti menghinaku?" Tanya Qing Lianxue dengan bodohnya.


"Haha...."


"Hahah......"


"Kalian semua mendengar! Qing Lianxue itu sangat bodoh"


Kata Qing Lianfei dengan wajah penuh ironis.


"Jika kamu mengikuti kompetisi untuk pemilihan nona muda, maka kami tidak akan menghinamu lagi"


Kata Qing Lianji sambil tersenyum dengan cerah di wajahnya.


"Ini tidak adil! Kenapa kalian tidak mengatakan hukuman apapun?"


Tambah Qing Lianxue dengan suara bodohnya lagi.


Senyum di wajah para sepupu di depan Qing Lianxue menjadi lebih dalam, apalagi Qing Lianyi sangat senang dengan rencana sepupunya yang lain, Qing Lianxue bodoh!.


"Kalian tolong jangan lakukan hal ini, sepupu Lianxue sangat lemah, bahkan tidak bisa melakukan 2 gerakan. Bagaimana dia bisa ikut kompetisi nona muda keluarga Qing"


"Kamu ingin hukuman?"


Tanya Qing Lianfei dengan penuh penghinaan di wajahnya.


"Untuk apa kamu bertanya? Bukankah dia sudah mengatakan dengan jelas menginginkan hukuman" kata Qing Lianji dengan seringai licik di matanya, kemudian dia melanjutkan dan berkata


"Hukumannya adalah berlari keliling manor Qing selama 3 kali, lalu menyalak seperti anjing dan berkata aku adalah sampah dan pemborosan"


"Hukumannya sangat bagus, aku mengagumi nya sepupu Lianji"


"Kamu memikirkannya dengan sangat hati-hati sepertinya, bagus"


"Kalian sepertinya tidak takut aku akan menang, jika aku menang bukankah kalian juga mendapatkan hukuman?"


Kata Qing Lianxue tampak polos.


"Saudara dengar dia berkata akan menang"


"Dia bermimpi!!"


"Sepupu Lianyi adalah seorang penyihir jenius Master Mage, sedangkan dia hanya sampah.


Apa yang dia perjuangkan?"


"Haha...."


"Sudah cukup kalian semua diamlah, jangan seperti ini. Lianxue baru saja kembali..." Kata Qing Lianxue dengan suara yang keras dan agak marah.


Semua orang segera terdiam, mereka tidak berani melawan seorang nona muda. Ya, dalam pikiran mereka sudah tertanam, bahwa Qing Lianyi adalah seorang nona muda dan calon patriak selanjutnya, jadi tidak ada yang berani bertindak di depannya.


Qing Lianyi sangat puas dengan efek ini, lihat di keluarga Qing ini,


dia adalah seorang nona muda.

__ADS_1


"Jadi kalian tidak berani untuk mendapatkan hukuman jika aku menang, apakah kalian pengecut?"


Qing Lianxue sekali lagi berkata untuk memprovokasi mereka.


"Sial, sampah! Apa yang tidak berani?"


"Aku bukan pengecut, aku akan menerima hukuman jika kamu berhasil, menjadi nona muda berikutnya keluarga Qing"


Kata Qing Lianji dengan seringai dingin di wajahnya.


'Qing Lianxue hanya berpikir cantik untuk menang, dia bermimpi!!'


Kata-kata Qing Lianji mengejutkan semua orang, yang ada di depan halaman Qing Lianxue.


"Aku juga menerima"


"Aku juga menerima hukuman itu jika Qing Lianxue, menjadi seorang nona muda keluarga Qing"


"Ini tidak meyakinkan, bisakah kita bersumpah saja? Dengan Ini lebih meyakinkan bukan?"


Kata Qing Lianxue lagi dengan seringai berbahaya di wajahnya, tetapi tertutup oleh cadar dan tidak ada seorangpun yang melihatnya.


Darah semua orang mendidih setelah mendengar ini, lalu semua orang yang bertaruh terus bersumpah satu persatu termasuk Qing Lianxue.


Aneh! Kenapa seperti ini? Qing Lianyi merasakan, seperti ada yang sengaja membimbing mereka semua melakukan dan mengucapkan sumpah, pada hal yang tidak jelas ini.


Sementara Qing Lianyi sibuk berpikir semua orang sudah bersumpah dan sudah terikat aturan langit dan bumi.


Jadi mereka harus melakukan sumpah yang mereka ucapkan, jika tidak mereka akan dimusnahkan oleh serangan guntur dari langit.


Mereka semua tidak sadar, dari awal Qing Lianxue membimbing mereka untuk mempermudah nya untuk mengikuti kompetisi nona muda.


"Karena kalian semua bersungguh sungguh, ingin aku untuk mengikuti kompetisi nona muda keluarga Qing, maka besok aku pasti akan datang.


Jadi sudah selesai kan? Selamat tinggal semuanya, sampai jumpa besok di arena pertandingan"


Kata Qing Lianxue dengan tenang sambil menutup pintu dengan keras.


"Apa apaan si sampah itu?"


"Tidak sopan, tamu bahkan tidak disuruh untuk masuk, tapi diusir"


"Sangat menyebalkan! Membuang waktuku saja, lebih baik aku kembali untuk menemani selir baruku"


"Ayo pergi! tak ada lagi yang bisa dilihat di halaman ini"


"Sepupu Lianyi... sepupu Lianyi."


Panggil Qing Lianji dengan keras tapi tidak juga ditanggapi, akhirnya dia menepuk tangannya dengan keras.


"Ah..."


Teriak Qing Lianyi terkejut.


"Sepupu Lianyi, Apa yang kita takutkan dari masuknya dia ke kompetisi besok memangnya?.


Ayo pergi dari sini!"


Kata Qing Lianji dengan sinis.


"Em..ayo pergi"


Kata Qing Lianyi masih linglung,


lalu sekali lagi melirik ke arah


pintu halaman Lian yang sudah tertutup. Entah kenapa dia merasakan krisis dalam hatinya, dia belum pernah merasakan ini sebelumnya.


Tidak mungkin! Qing Lianxue baru bertarung di pertandingan pertama pasti langsung terlempar dari arena.


Senyum puas muncul di wajahnya, ketika Qing Lianyi memikirkan hal

__ADS_1


ini dalam hatinya.


__ADS_2