
Orang-orang yang melihat Qinglong dan Qing Lianxue, yang bermesraan di siang hari bolong, mempunyai ekspresi wajah yang menghina, akan tetapi matanya menunjukkan rasa iri dan juga cemburu pada kemesraan Diantara Qinglong dan Qing Lianxue.
Di keluarga Qi, Qi Jiajun menatap ke arah Qing Lianxue dan Qinglong yang sedang berpelukan, dengan tatapan iri, cemburu dan juga ada kebencian yang terlihat jelas di mata Qi Jiajun.
Seharusnya, orang yang sekarang berada di samping Qing Lianxue adalah Qi Jiajun-nya!
Seharusnya posisi Zhengfu itu adalah miliknya!
Yang seharusnya memilki istri tuan yang jenius dan kecantikan wanita yang tiada taranya adalah Qi Jiajun!
Lu Jiangxue kalah dan keluarga Lu seharusnya sekarang sudah pulang ke kota Qinglong, tetapi dia tidak ikut kembali pulang bersama dengan keluarga Lu, karena dia masih ingin melihat Qing Lianxue dan matanya yang iri dan cemburu itu sekarang berubah menjadi penuh penyesalan.
Membayangkan bahwa dia harus bersaing bantuan Lu Jiangxue dengan selir dan pelayan yang lainnya, Qi Jiajun pun merasakan bahwa hatinya menjadi dingin. Penyesalan yang ada di matanya pun semakin kuat, dan jika saja dia dulu memilih untuk tetap bersama dengan Qing Lianxue yang sangat mengutamakan dirinya dalam segala hal, apakah semuanya berakhir berbeda...?
Sekarang dia sudah menjadi miliknya Lu Jiangxue, istri tuan nya sekarang adalah orang yang dipilih oleh dirinya sendiri, tetapi kenapa hatinya pada saat ini terasa kosong, akan tetapi ketika dia melihat senyum nya Qing Lianxue, dia tiba-tiba merasakan bahwa hari itu cerah dan berwarna.
Inilah yang dikatakan bahwa penyesalan itu datangnya selalu terlambat, namun tidak ada kata terlambat untuk bahagia, bukan?
Mata yang penuh dengan penyesalan itu kemudian menjadi penuh tekad, dia akan memenangkan kembali cintanya Qing Lianxue kepada dirinya seperti tiga tahun yang lalu. Qi Jiajun memilih untuk bertaruh, karena tidak mungkin Qing Lianxue melupakan dirinya begitu saja, Qi Jiajun sangat yakin bahwa Qing Lianxue pada saat ini masih mempunyai rasa cinta pada dirinya sendiri, walaupun cinta itu tidak sekuat tiga tahun yang lalu, tapi aku rasa dengan ini saja cukup untuk membuat Qing Lianxue mengenang kembali masa-masa indah mereka berdua yang sebelumnya.
Mansion keluarga Lu,
Seorang wanita cantik yang tampak berusia sekitar 18 tahun, pada saat ini sedang duduk dengan santai sambil menikmati teh, tetapi matanya terus menatap ke arah kejauhan dengan tatapan mata, yang penuh dengan kebencian dan juga amarah.
Tok.....tok....tok..!
__ADS_1
"Masuk" suara yang dingin dan tajam keluar dari mulut wanita cantik itu.
Suara pintu terbuka pun terdengar dari belakang nya, tetapi wanita cantik itu hanya bersandar dengan malas di kursi dan tidak menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang masuk ke dalam kamarnya.
"Istri tuan~~" Bai Yizhen memanggil Lu Jiangxue dengan suara yang manis dan terdengar agak centil.
Lu Jiangxue yang sedang dalam suasana hati yang buruk, setelah mendengar Bai Yizhen memanggil namanya, suasana hati nya mulai sedikit membaik. Kenapa dia harus terus memikirkan dendam nya pada saat ini, lebih baik melakukan malam musim semi dengan Bai Yizhen.
"Zhen'er kemarilah" kata Lu Jiangxue memberikan perintah kepada Bai Yizhen, dengan suara yang lembut.
Ekspresi takjub pun muncul di wajah nya Bai Yizhen, sepertinya istri tuan nya tidak pernah berbicara begitu lembut pada dirinya, akan tetapi pada saat ini ketidakbahagiaan di hatinya sudah sepenuhnya tersapu, oleh suara lembutnya Lu Jiangxue.
Senyum cerah muncul di wajahnya Bai Yizhen, dia berjalan menuju ke arah Lu Jiangxue dengan tenang dan tidak terlalu tergesa-gesa, lalu dia pun segera memeluk lengan Lu Jiangxue dan berkata kepada nya "Istri tuan~"
Suara yang berminyak, lembut dan centil ini segera menggaruk hatinya Lu Jiangxue, dia pun langsung pergi menarik Bai Yizhen untuk duduk di pangkuannya, kemudian mencium bibir merah muda yang lembut itu dengan mendominasi.
"Zhen'er~~"Panggil Lu Jiangxue dengan suara yang agak serak.
"Istri tuan, ini tidak bisa..." Bai Yizhen pun berkata dengan sedikit gelisah.
"Eh~ kenapa tidak bisa...?" Tanya Lu Jiangxue dengan nada suara yang berbahaya.
"Istri tuan, ini adalah waktunya untuk saudara Jun, jadi...." Kata Bai Yizhen dengan ekspresi khawatir dan juga sedikit malu-malu di wajahnya.
Begitu mendengar nama Qi Jiajun disebutkan, mata Lu Jiangxue yang tadinya sudah dipenuhi dengan nafsu segera memudar dan digantikan lagi dengan kedinginan, kemudian dia segera mendorong Bai Yizhen dari pangkuan nya dengan kasar.
__ADS_1
Buk..!
Bai Yizhen jatuh ke lantai dengan malu, ekspresi wajahnya penuh dengan kesedihan dan dua baris air mata pun jatuh mengalir di pipinya.
Walaupun hatinya sakit, Bai Yizhen berusaha untuk menanggungnya, ini karena dia harus membuat Qi Jiajun itu pergi dari hidup Lu Jiangxue!
"Maaf... Istri tuan, Zhen'er tidak bermaksud untuk..." Bai Yizhen sengaja tidak mengatakan kalimat yang terakhir itu, takutnya istri tuan nya akan lebih marah lagi kepada dirinya sendiri nantinya.
Melihat Bai Yizhen di lantai yang menangis penuh dengan kesedihan, Lu Jiangxue juga tidak tahan, dia pun segera membungkuk dan membantu Bai Yizhen berdiri, dia pun berkata
"Zhen'er kamu tidak perlu untuk meminta maaf, ini salah ku sendiri. Tidak seharusnya karena aku marah dengan Qi Jiajun dan melampiaskan amarahku pada mu" Lu Jiangxue mengatakan hal-hal ini, dan tidak lupa untuk membuat ekspresi wajah nya itu terlihat setulus mungkin.
"Istri tuan~~" panggil Bai Yizhen dengan ekspresi bahagia dan juga tersentuh di wajahnya. Akan tetapi ada kilatan kesuksesan di matanya.
Qi Jiajun! Ketika kamu kembali ke mansion keluarga Lu, kamu sudah berakhir!
Memikirkan hal ini, senyum nya Bai Yizhen menjadi lebih cerah lagi.
Lu Jiangxue memang membenci Qi Jiajun pada saat ini, karena dia tidak kembali ke keluarga Lu dengan dirinya kemarin, tetapi malah tinggal dengan keluarga Qi! Bukankah itu sama saja seperti menampar wajah dan martabat nya di depan keluarga Lu dan juga keluarga Qi!
Bagaimana mungkin Lu Jiangxue tidak membenci Qi Jiajun ini, karena Qi Jiajun ini sudah membuat dirinya kehilangan wajah di depan banyak anggota keluarga Lu dan keluarga Qi, memikirkan hal ini, Lu Jiangxue pun punya keinginan untuk membunuh Qi Jiajun. Namun mengingat bahwa Qi Jiajun adalah cucu langsung dari patriak keluarga Qi saat ini, dia harus bisa menahan kebencian ini di dalam hatinya. Jika dia membunuh Qi Jiajun, maka urusan nya nanti akan menjadi lebih rumit lagi.
Pada saat Qi Jiajun kembali, dia pasti akan memberikannya pelajaran yang sangat baik!
Setelah memikirkan hal ini, dia tidak lagi memikirkan Qi Jiajun yang tidak relevan, kemudian dia memandang Bai Yizhen yang menawan di depan nya sekarang, senyum jahat muncul di wajah Lu Jiangxue.
__ADS_1
Melambaikan tangan nya, pintu itu pun segera tertutup dan di dalam kamar nya Lu Jiangxue sekarang ini terdengar suara-suara, yang membuat pipi memerah dan orang-orang jadi tersipu malu.