Xing Yue Continent : Goddess Of Mage

Xing Yue Continent : Goddess Of Mage
Bab 24. Turnamen Tentara bayaran (3)


__ADS_3

"Jiu Mei, Ju Yu.. bagaimana?"


Suara Qing Lianxue terdengar agak malas, tapi penuh dengan aura mendominasi di seluruh tubuhnya.


"Kapten, kami berdua berhasil mendapatkan semuanya, sesuai perintah kapten"


Jiu Mei walaupun agak takut tapi dia tetap menjawab dengan senyum santai seperti biasanya.


"Kami sudah membawanya ke tempat yang kapten katakan"


Ju Yu juga menambahkan.


"Bagus, rencana ini sekarang hampir bisa dimulai" Qing Lianxue tertawa agak mengerikan, melihat ekspresi Jiu Mei dan Ju Yu dia segera menghentikan tawanya dan berkata.


"Ekhm... makanannya pasti sudah siap, ayo saudari kita makan dulu"


Sekarang sikapnya berbanding 180° dengan yang tadi, hampir membuat Jiu Mei dan Ju Yu tidak mengenali kapten mereka sekarang.


"Bagus aku sudah lapar"


Jiu Mei sangat bersemangat mendengar makanan.


"Kapten, bagaimana dengan pertandingan turnamen tentara bayaran besok?"


Ju Yu tampak agak menyesal tidak dapat ikut turnamen tadi.


Bagaimana mungkin Qing Lianxue tidak melihat ekspresi yang ada di mata Ju Yu.


"Besok kamu akan ikut untuk dapat memukuli tentara bayaran Huling"


"Hai...itu bagus, tadi aku juga mendengar gosip. Tentara bayaran Tianxin dihajar hingga babak belur dan wajahnya menjadi bengkak seperti babi"


Jiu Mei sangat senang dengan tentara bayaran Hongxue, ternyata pukulan mereka terlalu tepat sasaran.


Ketiganya terus berbicara hingga sampai ke ruang makan. Mereka bertiga melihat yang lainnya sudah menunggu di meja makan, Kemudian mereka bertiga segera duduk dan Mereka bersembilan makan dengan tenang tanpa suara apapun.


"Shi Liang dan Fei Chen, kalian berdua tidak akan ikut pertandingan besok. Kalian berdua akan melakukan tugas yang sama dengan Jiu Mei dan Ju Yu besok"


Qing Lianxue jika berbicara tentang tugas aura mendominasi dan mulia akan keluar tanpa sadar.


"Baik kapten"


Keduanya sangat bersemangat menjalankan tugas yang diberikan oleh kapten mereka besok.


"Baiklah sekarang sudah telat, jadi semuanya istirahat dulu"


Setelah Qing Lianxue berbicara ketujuh orang lainnya segera pergi ke kamar masing-masing, hanya tersisa Zi yaolei, Qing Lianxue dan dirinya di ruang makan.

__ADS_1


"Kakak Xue, kenapa tidak menyuruh mereka melakukan sekaligus?"


Qing Lianshui agak penasaran kenapa kakaknya melakukan ini.


Pertanyaan Qing Lianshui membuat Zi yaolei agak geram dan langsung menjitak jidatnya.


"Bodoh! Tentu saja biar orang lain tidak mengetahuinya"


"Jika tidak dijelaskan, bagaimana aku bisa tahu!" Kemudian Qing Lianshui mengelus keningnya dan bersandar pada Qing Lianxue lalu mengeluh


"Kakak Xue, lihat saudara Lei menggertakku, oh sakit..."


Matanya memandang Qing Lianxue penuh keluhan dan air matanya bisa menetes kapan saja.


Aku tidak tahu kapan adikku menjadi sangat imut, Qing Lianxue menjadi sangat ingin untuk menggertaknya.


"Tidak sakit lagi" kata Qing Lianxue dengan lembut. Lalu ide buruk segera muncul di dalam benak Qing Lianxue


"Kakak menciumnya tidak akan sakit lagi, oke..!"


Kemudian Qing Lianxue mencium kening Qing Lianshui dengan lembut dan meniupnya beberapa kali.


"Bagaimana? Sudah lebih baik?"


"Em..ya..lebih baik"


Qing Lianshui langsung menenangkan pikiran dan hatinya, karena dia tahu selama setahun lebih dia tinggal dengan kakaknya, dapat disimpulkan kakaknya, tidak peka!.


Rasa asam ini lagi, tampaknya di masa depan Zi yaolei harus memiliki kesabaran yang ekstra.


Setelah mengamati Zi yaolei sadar tuannya adalah orang dengan perasaan yang sangat lambat dan tidak pernah peka dengan perasaan cinta dari pihak lain.


Sekarang dia tahu perasaannya pada tuannya adalah perasaan yang disebut cinta. Tampaknya jalan cintanya di masa depan akan sangat sulit, dan bergelombang. Bahkan jika dia mengaku secara langsung, dia hanya takut jika nanti tuannya akan menghindarinya. 


"Lianxue jika kamu tidak menjelaskan, aku takut dia akan terus menanyakan pertanyaan ini"


"Aku sengaja melakukan ini, karena sekarang semua orang sedang fokus pada turnamen tentara bayaran.


Aku membelinya secara terpisah supaya semua orang tidak curiga dengan apa yang akan kita lakukan sekarang. Karena pembelian yang kita lakukan kali ini adalah jumlah yang cukup besar, jadi kita harus tetap bersembunyi dan memanfaatkan kelalaian mereka dalam 1 minggu ini untuk melakukannya. Ini seperti membunuh 2 burung dengan 1 batu"


"Kakak Xue terlalu pintar"


Mendengar penjelasan kakaknya, Qing Lianshui merasa sangat kagum dan memuji Qing Lianxue tanpa ragu.


"Lianxue memang pintar, jika tidak bagaimana mungkin sekarang aku bisa menjadi warcraft kontraknya"


Mengingat tipuannya waktu itu, sebenarnya Zi yaolei ingin membalasnya, tapi sekarang dia sangat berterimakasih pada tipuannya. Jika tidak! dia tidak akan pernah bertemu dengan cintanya.

__ADS_1


Mendengar Zi yaolei membicarakan tentang pengalaman, saat dia ingin mengontrak Zi yaolei.


Ekspresi wajah Qing Lianxue agak malu, tapi bukan karena rasa bersalah menipunya. Lebih tepatnya karena dia menangis dan bertingkah seperti anak kecil, memalukan! Dia tidak ingin mengingatnya lagi, jadi dia langsung mengubah topiknya


"Ekhm....sudah terlambat aku sangat mengantuk sekarang"


Kemudian Qing Lianxue pergi dengan sangat cepat.


Melihat Qing Lianxue yang pergi terburu-buru dengan wajah agak malu, Qing Lianshui dan Juga Zi yaolei terus tertawa terbahak-bahak.


Hari kedua turnamen


Hari ini lebih banyak tentara bayaran yang hadir, hal ini tentu saja karena tentara bayaran Hongxue menantang tentara bayaran Huling yang mempunyai bintang 3.


Banyak tentara bayaran yang lain bertaruh untuk kekalahan tentara bayaran Hongxue. Tapi akankah seperti yang mereka pikirkan?


Anggota tentara bayaran Hongxue hanya mencibir dalam hati mereka dan tidak membalas secara impulsif.


Jadi anggota tentara bayaran Hongxue yang hadir hari ini adalah


kapten (Qing Lianxue), Chief Zi (Zi yaolei), Chief Qing (Qing Lianshui),


Fang Liu, Ji Hua, Jiu Mei, Ju Yu dan juga Hei Ling.


Jia Lu dan anggota tentara bayaran Huling lainnya, mencibir, juga tersenyum menghina dan mereka bahkan memberi beberapa kali tatapan provokatif kepada tentara bayaran Hongxue.


Anggota tentara bayaran Hongxue hanya mendengus acuh tak acuh dan tidak mempedulikan tindakan tentara bayaran Huling.


Apakah tentara bayaran Huling mengira tentara bayaran Hongxue sangat bodoh? dan akan terpancing dengan tindakan kecil mereka.


"Sialan! Bahkan mereka tidak melihat ke arah kita"


Jia Lin sangat marah dengan pengabaian mereka.


"Sekarang kita tidak bisa membuat tentara bayaran Hongxue didiskualifikasi dari turnamen"


Jia Lu menggertakkan giginya dan tangannya mengepal serta kukunya yang tajam mulai menembus ke telapak tangannya.


Dari tadi Jia Lu dan Jia Lin memandang ke arah tentara bayaran Hongxue, adalah supaya mereka terpancing emosi dan bertarung di luar arena turnamen. Jadi tentara bayaran Hongxue pasti akan keluar dari turnamen dan di diskualifikasi.


Fantasi itu indah, tapi kenyataannya kurus. Tentara bayaran Hongxue, bahkan tidak melihat ke arah tentara bayaran Huling lagi.


Beberapa jam menunggu akhirnya sekarang giliran tentara bayaran bintang 2 untuk menantang, tidak diragukan lagi tentara bayaran Hongxue langsung naik ke arena pertarungan.


Pertarungan antara tentara bayaran Hongxue dan tentara bayaran Huling adalah apa yang paling dinantikan hari ini. Walaupun tampaknya ini hanyalah pertarungan bintang 3, banyak tentara bayaran ingin melihat keajaiban atau ingin menemukan tontonan yang menarik. Mereka juga sudah banyak yang bertaruh pada pertarungan ini bintang level 3 ini.


Setelah semua tentara bayaran yang menantang dan ditantang menaiki arena pertarungan, pembawa acara tampak gembira dan berkata

__ADS_1


"Pertarungan dimulai"


__ADS_2