
Seorang anak kecil dengan warna baju merah muda yang kusam, dia meringkuk di sudut, matanya pun terlihat bengkak seperti nya habis menangis dan masih ada manik air mata yang tersisa di sudut matanya, pipinya masih basah dengan air mata yang tadi mengalir.
Mata hitam pekat dan jernih itu sekarang dipenuhi dengan rasa iri dan sedikit cemburu, melihat ke arah anak-anak lain yang seusia dengan dirinya, bermain dengan gembira.
Anak kecil lalu berdiri, menghapus debu di bajunya, mengembalikan kepercayaan dirinya lagi dan datang ke arah anak-anak, yang pada saat ini sedang berlari-larian dengan gembira.
Senyum kecil muncul di wajahnya yang imut, pada saat anak kecil itu hampir sampai ke arah anak-anak yang lainnya, tiba-tiba kedua anak-anak yang sedang berlari itu terjatuh. Yang satunya kepalanya berdarah karena terkena batu pada saat jatuh, yang satunya mengalami tulang betis yang retak.
Semua anak-anak pun mulai takut, ada yang berlari untuk memberitahu orang-orang dewasa di panti asuhan.
Lalu semua orang mulai sibuk untuk mengurus kedua anak itu.
Anak kecil itu berdiri di sana dengan mulut terbuka, tidak tahu harus berkata apa. Di mata hitam pekat itu ada terlihat emosi, yang menyalahkan dirinya sendiri.
Kemudian salah satu dari anak perempuan yang mengenakan baju hijau, menatap tajam ke arah anak kecil berbaju merah muda kusam, dan juga penuh dengan tuduhan.
"Kamu bintang sapu! Ini semua adalah kesalahan mu. Jika saja kamu tidak datang ke sini, mereka berdua tidak akan mengalami kecelakaan seperti ini! Semua yang dekat dengan mu pasti akan sial! Lihat sampai saat ini sudah berapa banyak orang yang sial, karena kamu? Lihat semua orang yang baik untukmu dan dekat dengan mu itu berakhir dengan tragis"
"Ya! Ini adalah Xiao Xue!"
"Bintang sapu!"
"Pembawa sial"
"Huh~! Semua orang yang selalu menyayangi mu pasti mati lebih awal, atau pun menjadi cacat, bahkan yang sudah diadopsi pun sepertinya turut terkena kutukan mu"
Anak kecil berbaju merah muda kusam itu terkejut, wajahnya pucat, anak kecil itu mundur ke belakang beberapa langkah. Menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya, dia bukan bintang sapu! Dia bukanlah pembawa sial! Dia hanya anak-anak biasa seperti semua yang lainnya.
Tetapi memikirkan beberapa anak yang terus menerus mengalami kecelakaan, karena dekat dengan dirinya, hatinya menjadi dingin.
Apakah dia benar-benar seorang pembawa sial? Semua orang akan meninggalkan nya? Tidak ada lagi orang yang mencintainya di sini.
Gadis yang ada di dalam pelukan Qinglong merasa tidak nyaman, bulir-bulir keringat dingin muncul di dahinya, bibirnya terbuka hanya terus mengucapkan "jangan pergi"
Qing Lianshui menghapus semua bulir-bulir keringat dingin di kening Qing Lianxue, lalu dia berkata dengan nada yang lembut dan memenangkan
"Kakak Xue, Xiaoshui ada di sini, Xiaoshui tidak akan pernah pergi"
"Jangan pergi!"
Kata Qing Lianxue lagi dengan suara yang lemah, tetapi penuh dengan dominasi, dan sampai saat ini mata Qing Lianxue masih terpejam.
"Xiao Xue, kami semua di sini, tidak ada yang pergi" kata Qinglong dengan suara yang lembut pada Qing Lianxue.
__ADS_1
Matanya tiba-tiba terbuka dan pupil matanya yang hijau kini yang terlihat sekarang adalah warna pupil hitam cemerlang, terlihat sangat cantik hingga jiwa seseorang pun tersebut.
"Kakak Xue"
"Xiao Xue"
Kata Qing Lianshui dan Qinglong secara bersamaan dengan senyum di wajah mereka, mereka berdua tidak peduli dengan bagaimana matanya yang awalnya berwarna hijau, itu menjadi hitam. Yang mereka berdua pedulikan adalah, Qing Lianxue pada saat ini sudah bangun.
Mendengar panggilan dari Qinglong dan Qing Lianshui, dia pun melihat bahwa dia masih dalam pelukannya Qinglong dan Qing Lianshui sedang duduk di sampingnya juga.
"Xiao Longlong, Xiaoshui"
Kata Qing Lianxue dengan senyum di wajahnya, tidak terdengar terlalu lemah seperti sebelumnya.
"Xiao Xue, semuanya hanyalah sebuah mimpi"
Kata Qinglong pada Qing Lianxue.
Tidak peduli apa yang terjadi! Semua yang ada dalam mimpinya semuanya adalah masa lalu, sekarang ini dia adalah Qing Lianxue dari keluarga Qing, dia punya nenek yang sangat menyayangi nya, dia punya rumah!
Ada Qing Lianshui, Qinglong dan juga Zi Yaolei, yang mengatakan tidak akan pernah pergi. Ada teman-teman nya di tim tentara bayaran Hongxue, dan juga ada ratusan anggota sekte Soul Blood di bawahnya, jadi dia tidak akan pernah lagi sendirian di benua Xing Yue ini, pada saat ini pijakan dasarnya untuk berdiri di benua Xing Yue ini baru terbentuk.
"Ya~~, itu semua hanyalah mimpi"
"Ini bagus, kakak Xue sangat cantik ketika tersenyum seperti ini"
Kata Qing Lianshui dengan senyum bahagia di wajahnya.
Di puji oleh adiknya sendiri, Qing Lianxue agak malu, awan merah muda pun muncul di kedua pipinya.
"Xiaoshui kamu omong kosong"
"Xiao Xue sepertinya kamu sangat menyukai kata-kata Xiaoshui?"
Kata Qinglong dengan senyum berbahaya di wajahnya, sepertinya dia harus lebih banyak belajar kata-kata pujian seperti ini.
Qing Lianxue merasakan firasat buruk dalam hatinya, dia merasa seperti sudah menyesatkan seseorang.
"Ekhm~, berapa lama aku tertidur?".
Tanya Qing Lianxue pada Qinglong dan Qing Lianshui.
"Dua jam, kurang lebih"
__ADS_1
Jawab Qinglong dengan senyum lembut di wajahnya.
"Dua jam?"
Gumam Qing Lianxue pada dirinya sendiri, lalu dia segera menemukan bahwa dia masih dalam pelukannya Qinglong dan pipinya memerah lagi.
Lalu Qing Lianxue pun melepaskan dirinya dari pelukan Qinglong, dengan sedikit panik, menepuk pipinya yang panas beberapa kali.
"Hahaha~~!!"
Suara tawa tidak bermoral datang dari belakang Qing Lianxue, yaitu tentu saja suara tawa dari Qinglong dan Qing Lianshui.
Mereka berdua sangat puas melihat wajah memerah Qing Lianxue, ini mungkin bagaimana perasaan dari Qing Lianxue, yang mengganggu mereka berdua selalu setiap saat.
"Ekhm~, ayo pulang!"
Kata Qing Lianxue dengan sengaja membuat ekspresi wajah, yang berpura-pura marah pada Qinglong dan Qing Lianshui.
"Tidak!".
Kata Qinglong dan Qing Lianshui dengan sangat tegas.
"Ah..! Kenapa?"
Tanya Qing Lianxue dengan tidak mengerti sama sekali, bukankah sudah saatnya untuk pulang?
"Kita belum pergi berbelanja!"
Kata Qinglong dengan senyum lembut di wajahnya.
Tetapi entah kenapa, senyum itu di mata Qing Lianxue seperti pisau.
"Kakak Xue sudah berjanji pada kami berdua, tidak boleh mengingkari Janji yang telah dibuat"
Tambah Qing Lianshui dengan sama tegasnya dengan yang tadi.
"Bisakah kita pulang sekarang? Ini tiba-tiba aku merasakan pusing dan tidak enak badan, sepertinya aku menderita flu?!" Kata Qing Lianxue dengan agak tidak yakin.
"Xiao Xue, bukankah kamu punya pil penyembuhan yang lebih baik dari pada yang lainnya?"
Tanya Qinglong dengan terheran, tapi seolah-olah mengatakan anda punya pil penyembuhan tingkat yang lebih tinggi, apa itu sakit flu?
"Hehehe~~, kenapa aku bisa lupa?"
__ADS_1
Tanya Qing Lianxue pada dirinya sendiri, malangnya nasibku! Kali ini sepertinya dia tidak bisa menghindari nasib menemani mereka belanja.