Xing Yue Continent : Goddess Of Mage

Xing Yue Continent : Goddess Of Mage
Bab 46. Kompetisi Nona Muda (5)


__ADS_3

Qinglong dan Qing Lianshui saling melirik, lalu mereka sama-sama menggelengkan kepalanya, artinya mereka berdua juga sama-sama tidak tahu, kenapa Qing Lianxue tiba-tiba menjadi marah tanpa alasan?


"Hai.... saudara Long apakah kakak Xue itu merasa cemburu?"


Tanya Qing Lianshui dengan hati-hati kepada Qinglong.


Meskipun Qinglong tidak ingin untuk mengakui nya, tetapi itu adalah fakta nya sekarang. Jadi dia berkata dengan nada suara yang sedikit tidak nyaman


"Ya, sepertinya begitu"


Sementara itu Qing Lianxue di luar sedang duduk dengan termenung,


Mungkin saja jika itu teman nya dari tim tentara bayaran Hongxue, dia akan langsung membantu mereka dan menjadi mak comblang, untuk mencocokkan mereka dengan orang yang mereka cintai. Tetapi jika itu adalah Qing Lianshui dia merasa tidak mampu untuk melakukannya, membayangkan dia menjadi orang yang mencocokkan Qing Lianshui dengan wanita lain, hatinya merasa sangat sedih.


Satu tahun lagi dan Qing Lianshui akan menjadi dewasa, dia akan memilih gadis yang disukai nya sendiri. Apakah dia akan menjadi sangat egois, jika dia menginginkan Qing Lianshui ada bersama dengan


dirinya, sama seperti sekarang ini.


Lalu Qing Lianxue memikirkan pertandingan yang sebentar lagi akan dimulai, menghilangkan semua yang ada dalam pikiran nya dan masuk ke dalam halaman Lian lagi.


"Kakak Xue!"


"Xiao Xue!"


Kata Qing Lianxue dan Qinglong secara bersamaan, saat melihat Qing Lianxue yang tiba-tiba masuk lagi.


"Pertandingan akan dimulai sebentar lagi, jadi ayo pergi"


Kata Qing Lianxue dengan tenang.


Lupakan saja, biarkan saja Xioshui yang memutuskan nya sendiri. Ini kan juga hidupnya sendiri, jadi dia tidak boleh menjadi egois.


"Xiao Xue tunggu sebentar!"


Kata Qinglong dengan suara yang keras.


"Qinglong ada apa?"

__ADS_1


Tanya Qing Lianxue sekali lagi.


"Wajah mu itu tidak boleh hanya di tutup dengan kain cadar saja, jika selama pertandingan nanti ada yang sengaja mencoba melepaskan cadar, bukankah semua rencana yang sudah kita susun akan menjadi sia-sia"


Kata Qinglong penuh dengan rasa khawatir, sebenarnya dia memang sangat khawatir jika wajah cantik Qing Lianxue dilihat oleh semua orang, pasti akan ada banyak anak laki-laki yang ingin menjadi selir nya Qing Lianxue, ini membuat dirinya merasa lebih cemburu lagi.


"Qinglong kamu benar juga, aku tidak memikirkan hal ini. Jadi sekarang bagaimana caranya?"


Tanya Qing Lianxue pada Qinglong.


"Serahkan saja semuanya padaku!"


Kata Qinglong dengan penuh keyakinan dan juga senyum bahagia di wajahnya.


Lalu Qing Lianxue mulai melepas kain cadarnya dan kecantikan yang tiada tara, yang bisa menghancurkan sebuah negara bisa terlihat jelas.


Wajah seputih salju, alis ramping, mata ungu menghanyutkan jiwa, hidung qiong, gigi putih, bibir kecil merah muda yang montok dan juga tiga ribu sutra biru aqua jatuh ringan di bahunya, yang semakin membuat kecantikan Qing Lianxue seperti seorang peri sembilan hari.


Qing Lianshui dan Qinglong masih saja menatap Qing Lianxue dengan pandangan bodoh dan konyol, mereka tetap saja terpesona setiap saat, bahkan jika melihatnya setiap hari.


Lalu dia mengeluarkan alat-alat untuk melukis di wajah Qing Lianxue.


Beberapa saat kemudian, semuanya sudah selesai dan Qing Lianxue pun melihat ke arah cermin dan hampir saja dia akan menghancurkan kaca yang ada di tangan nya ini.


"Sekarang aku bisa yakin!"


Kata Qinglong penuh dengan rasa puas, melihat hasil karyanya di wajahnya Qing Lianxue.


"Ya, sekarang aku juga baru benar-benar bisa yakin!"


Tambah Qing Lianshui dengan senyum bahagia di wajahnya.


Tentu saja dia tidak ingin siapapun tahu tentang kecantikan Qing Lianxue


Mendengar perkataan Qinglong dan Qing Lianshui, dia hanya memutar matanya dengan malas, apanya yang benar-benar yakin!


Setelah itu mereka bertiga keluar dari halaman Lian dan berjalan menuju ke arah Aula Beladiri, tempat dilangsungkan nya pertandingan.

__ADS_1


Ketika mereka bertiga masuk ke dalam Aula Beladiri, semua orang terdiam. Karena banyak wanita yang terpesona oleh kecantikan Qinglong dan juga Qing Lianshui, tetapi mereka benar-benar mengabaikan Qing Lianxue yang berada di tengah kedua nya, karena mereka menganggap bahwa dia jelek.


Tidak tahu kenapa Qing Lianxue menjadi tidak nyaman lagi, melihat semua wanita menatap ke arah Qing Lianshui dan Qinglong. Jadi dia segera menarik tangan mereka berdua, dan segera duduk di bangku penonton.


"Kakak Xue tidak duduk di antara peserta?" Tanya Qing Lianshui.


"Jadi kamu ingin kakak itu duduk jauh dari kamu dan Qinglong, supaya bisa bebas di tatap oleh mereka?"


Tanya Qing Lianxue dengan marah, tapi dia masih mengatakan dengan suara yang pelan.


"Ah..kakak Xue, maksud ku.."


Qing Lianshui akhirnya menutup mulut nya dan tidak mengatakan apapun lagi, takut nya dia nanti salah bicara dan membuat nya marah lagi.


"Huh..."


Qing Lianxue mendengus dengan dingin dan wajahnya cemberut, dia hanya melihat ke arah arena pertandingan.


Melihat Qing Lianxue yang marah karena jelas-jelas cemburu, membuat Qinglong menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya.


Dalam semi final ini, rata-rata tingkat kekuatan mereka adalah senior Mage dan juga master Mage, dengan usia dari 18 hingga 28 tahun. Di dalam pertandingan ini hanya Qing Lianxue saja yang usianya 13 tahun.


Dalam pertandingan semi final hari ini, Qing Lianxue mendapatkan sesi ke dua, karena itu Qing Lianxue duduk di kursi penonton, Ketika masuk ke dalam aula seni beladiri.


Dari sisi lain kursi penonton, ada yang menatap ke arah Qing Lianshui dan juga Qinglong dengan mata yang berbinar-binar, mulut nya seakan meneteskan air liur. Tapi ketika dia melihat ke arah Qing Lianxue, mata nya menjadi gelap dan suram.


"Istri tuan~~"


Panggil Du Jiyan dengan suara yang agak centil dan manis dari samping Qing Lianyi. Lalu dia memeluk lengan Qing Lianyi dengan genit, supaya perhatian Qing Lianyi bisa kembali padanya lagi.


Du Jiyan anak laki-laki bungsu dari keluarga Du, keluarga pedagang terkaya di kota Qinglong ini.


Bagaimana mungkin Qing Lianyi yang sedang terpesona, mendengar suara panggilan dari selirnya sekarang.


Mata Du Jiyan yang tadinya cerah, kini menjadi dingin dan ada cemburu di kedalaman mata Du Jiyan, Ketika dia melihat ke arah Qing Lianshui dan juga Qinglong.


Qing Lianshui dan Qinglong yang sedang menonton pertandingan, tidak tahu bahwa, mereka berdua sudah menjadi target cemburu dan benci dari beberapa laki-laki di aula ini.

__ADS_1


__ADS_2