
Qi Jiajun di duduk di samping Lu Jiangxue dengan wajah yang terlihat sedikit kuyu, dia mendengar semua yang dikatakan oleh Lu Jiangxue, akan tetapi tidak ada kegembiraan lagi di hatinya sama sekali.
Dulu mungkin Qi Jiajun akan segera tersenyum dan tertawa bersama dengan Lu Jiangxue, akan tetapi sekarang dia mulai meragukan pilihan nya sendiri menikah dengan Lu Jiangxue. Sekarang Lu Jiangxue sangat berbeda dengan orang yang selalu lembut dan perhatian kepada dirinya dulunya sebelum menikah, ya walaupun Lu Jiangxue masih sedikit perhatian kepada dirinya, akan tetapi Lu Jiangxue tidak lagi lembut kepada dirinya. Sekarang kelembutan istri tuan nya jatuh pada pelayan baru, yang baru saja masuk ke keluarga Lu seminggu yang lalu.
Bahkan dua hari yang lalu pelayan itu status nya telah dinaikkan menjadi suami sampingan oleh Lu Jiangxue, sekarang status pelayan itu sudah sama kedudukannya dengan dirinya sendiri yang adalah seorang cucu dari salah satu lima keluarga besar! Dalam hal ini bagaimana mungkin dia tidak marah! Ini adalah lelucon baginya!
Status pelayan rendahan itu sama dengan dirinya sendiri! Bagaimana sekarang dia bisa menaruh wajahnya di keluarga Qi nya! Ini adalah hinaan bagi cucu patriak keluarga Qi!
Walaupun dia memprotes keras terhadap Lu Jiangxue, yang dia dapatkan hanya tamparan keras di wajahnya. Malam itu juga hatinya langsung menjadi dingin, dan dia juga berpikir bahwa perempuan yang dia cintai tiga tahun yang lalu telah benar-benar berubah dan dia tidak mengenal nya lagi.
Tiga setengah tahun yang lalu, itu adalah pertemuan yang tidak sengaja dan sudah cukup membuat jantung nya berdetak kencang. Pertemuan yang kedua, Qi Jiajun tidak pernah menyangka bahwa Lu Jiangxue itu ternyata adalah satu-satunya teman tunangan nya, yaitu Qing Lianxue.
Setelah itu dia segera merasakan perasaan kecewa dan juga enggan dalam hatinya, akan tetapi ternyata Lu Jiangxue mengaku kepada dirinya bahwa dia juga jatuh cinta pada dirinya pada pandangan pertama!
Setelah itu mereka berdua berusaha bertemu secara diam-diam, merasa bahwa itu membuat dirinya sedikit bersalah terhadap Qing Lianxue. Akan tetapi melihat Qing Lianxue yang selalu terlihat idiot dan bodoh, rasa bersalah itu hilang sama sekali.
Qing Lianxue itu bukan hanya bodoh, akan tetapi dia bahkan tidak bisa berlatih sihir atau pun seni beladiri, bukan hanya itu, wajah Qing Lianxue juga sudah cukup untuk membuat semua orang mual dan jijik.
__ADS_1
Sangat berbeda dengan Lu Jiangxue, dia punya wajah yang terlihat lebih cantik dari pada laki-laki sekilas, dia pintar, lembut dan selalu perhatian kepada dirinya. Bahkan elemen sihir yang dimilikinya adalah elemen cahaya yang langka! Apalagi Lu Jiangxue adalah penyihir jenius yang bahkan di puji langsung oleh patriak keluarga Qi, yaitu neneknya sendiri. Karena itulah Qi Jiajun memilih untuk menikah dengan Lu Jiangxue.
Setelah itu mereka berdua memulai rencana untuk membunuh Qing Lianxue, dan ternyata itu berhasil!
Beberapa bulan setelah kejadian pembunuhan itu, akhirnya Qi Jiajun bertunangan dengan Lu Jiangxue dan status Lu Jiangxue juga ikut naik di mata semua orang, hal ini karena Lu Jiangxue berhasil masuk ke dalam guild cahaya dengan kemampuan sihir cahaya nya sendiri.
Lu Jiangxue berkata untuk bersabar dan menunggu dirinya.
Dia sudah bersabar dan menunggu selama satu tahun, tepat pada hari ulang tahun kedewasaan nya, tapi tepat pada saat itu, Lu Jiangxue pun berkata lagi tunggu dia mempunyai posisi yang bisa setidaknya mampu menandingi identitas nya. Ok, dia bersabar dan menunggu tetapi yang terjadi dia menambahkan satu per satu pelayan hingga selir sampingan, bahkan posisi suami utama, Zhenghu menjadi milik orang lain!.
Sentuhan ironi muncul di matanya, senyum mencela dirinya sendiri pun terlihat di wajahnya, walaupun itu hanya sekilas saja dan tidak ada orang yang melihatnya. Apakah sekarang sudah terlambat untuk menyesali?
Tidak! Qi Jiajun nya tidak akan pernah menyesali pilihan yang dibuat olehnya sekarang! Lu Jiangxue marah dan menamparnya, itu pasti karena Vixen itu yang sudah menggoda tuan istrinya! Qi Jiajun sangat yakin dengan apa yang dipikirkan oleh dirinya pada saat ini, Qi Jiajun terus menyakinkan dalam hatinya bahwa Lu Jiangxue tidak pernah berubah!
Lalu dia segera melihat ke arah Bai Yizhen, tentu saja dia diam-diam juga ikut senang melihat ekspresi wajah Bai Yizhen yang gelap dan cemburu ketika dia melihat pelayan yang terus merayu tuan istrinya itu. Kilatan cahaya dingin terlintas di matanya, tidak perlu bagi dirinya berurusan untuk membunuh pelayan Vixen itu dan cukup menggunakan Bai Yizhen untuk membunuh Vixen itu.
Di keluarga tersembunyi,
__ADS_1
Shao Lu sedang menyiapkan baju dan juga beberapa camilan di tengah jalan untuk tuan mudanya.
Sedangkan Yin Loubing sedang duduk bersandar di sofa, matanya terpejam dan tangan kanannya itu mengelus keningnya yang mengerut, di samping nya ada Yin Loubei yang terus saja mengoceh tidak ada habisnya. Dalam hatinya Yin Loubing berkata, Sabar!
"Sepupu! Kamu bahkan tidak mengatakan apa-apa dari tadi!" Kata Yin Loubei dengan ekspresi cemberut di wajahnya, apakah dia terlalu agak sedikit berbicara dengan sepupu nya?
Untungnya Yin Loubing tidak punya kemampuan untuk membaca pikiran, jika tidak mungkin sekarang dia sudah muntah darah karena kesal!
"Xiao Bei sekarang saatnya pergi"setelah mengatakan itu segera Yin Loubing bangkit dari sofa dan berjalan ke luar dari kamarnya.
Yin Loubei yang ditinggal bahkan belum membantah satu kata pun, melihat bahwa Yin Loubing sudah menghilang dari pandangan nya.
Yin Loubei pun bangkit dari sofa dan dia segera mengejar Yin Loubing sambil berkata dengan nada suara yang penuh dengan kemarahan "sepupu~! maksud ku bukan juga kata-kata tanggapan yang seperti itu!"
Shao Lu yang sudah selesai berberes pun menoleh ke belakang, ekspresi terkejut muncul di wajahnya, tidak ada seorangpun di dalam kamarnya tuan muda. Apakah dia ditinggalkan? Begitu pikiran ini terlintas di dalam benaknya, Shao Lu segera keluar dari kamar dengan semua barang-barang yang sudah dia persiapkan.
"Tuan muda! Tunggu Shao Lu!" Teriak Shao Lu dengan suara yang keras, dan juga sedikit panik dalam hatinya. Jangan sampai dia tertinggal, hal ini karena dia juga ingin masuk ke arena Huangtian dan juga ingin melihat penyihir-penyihir jenius bertanding.
__ADS_1