
Di tengah malam Qing Lianxue mulai terjaga dan teringat sesuatu.
Mengeluarkan bubuk penenang dari cincin penyimpanan lalu menaburkannya ke Qing Lianshui, efeknya hanya bertahan 1 jam.
"Lianxue?"
Zi yaolei sedikit bingung dengan tindakan Qing Lianxue.
"Aku ingin melihat xio longlong dan berbicara dengannya"
Sejak kejadian itu Qinglong belum pernah berbicara dengannya.
Mendengar perkataannya Zi yaolei hanya mengangguk.
Ruang Chaos Bead
Ketika Qing Lianxue masuk ke ruang chaos bead, dia melihat Qinglong terduduk di bawah pohon dengan sedikit melamun.
"Xio longlong!! Apakah kamu masih marah?"
Melihat Qinglong tidak menanggapi Qing Lianxue mulai berkata
"Baiklah aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi, jadi xio longlong maafkan aku"
Melihat mata Qing Lianxue yang dipenuhi rasa bersalah dan permintaan maaf, Qinglong mulai melunak dan berkata
"Baiklah jangan lupa dengan apa yang kamu katakan hari ini"
"Baiklah, aku janji"
Qing Lianxue berkata sambil kedua jari di tangan kanannya terangkat.
Lalu matanya masih menatap pipi chubby Qinglong, kemudian matanya langsung dipenuhi kelicikan.
Kedua tangannya terulur ke pipi Qinglong dan mulai mencubit dengan gemasnya.
"Xioxue kamu sudah berjanji pada dewa tadi"
Wajah Qinglong terlihat merah entah karena marah atau malu.
"Tapi ini tidak ada dalam janjiku"
Qing Lianxue berkata dengan nada serius tapi matanya berkedip polos dengan senyuman manis khas anak-anak kecil seusianya.
'Terlalu imut' Qinglong masih menatap Qing Lianxue tanpa berkedip dan linglung.
"Aku kembali ke kamarku dulu dan tidur, aku masih mengantuk, jadi selamat malam"
__ADS_1
Tunggu 1000 poin ku!!!.
Setelah Qing Lianxue keluar dari ruang chaos bead, mata Qinglong berkedip dengan cahaya kompleks, tidak tahu apa yang dipikirkannya.
"Sudah selesai?"
Senyuman di wajah Qing Lianxue terlihat sepertinya selesai.
"Ya"
Kemudian terus memejamkan matanya lalu tertidur pulas.
Pagi hari yang cerah, sinar matahari yang hangat masuk ke celah jendela.
Ketiganya sudah berpakaian rapi dan mulai menyewa gerbong ke kota perbatasan untuk bisa masuk ke hutan Warcraft.
Alasan kenapa Qing Lianxue tidak terbang dengan Zi Dapeng, karena orang-orang di kota perbatasan pernah melihat wujud asli Zi yaolei yaitu hewan legendaris Zi Dapeng.
Alasan kedua adalah untuk tidak membuat curiga tentara bayaran yang lain tentang tingkat kekuatannya.
Kereta yang disewa oleh ketiganya sekarang sudah berjalan dan perlahan menghilang dari pandangan para tentara bayaran lainnya.
"Hanya buang waktu, mereka bertiga sangat konyol"
Jia Lin mengejek dan menghina.
"Wakil ketua aku dengar, mereka bertaruh untuk kelompok tentara bayaranya sendiri, sebanyak satu juta keping koin emas"
"Ambil uang ini, isi di dalamnya adalah 2 juta koin emas. Bertaruh untuk kegagalan mereka"
Jia Lin yakin Tentara bayaran Hongxue pasti tidak bisa menyelesaikan misinya.
4 hari kemudian mereka bertiga sampai di kota perbatasan dan segera memasuki hutan warcraft.
"Kita baru pergi 2 Minggu yang lalu tapi sekarang melihat hutan warcraft ini masih sedikit nostalgia"
Hari pertama transmigrasi nya adalah di hutan warcraft ini, matanya melihat ke langit sedikit sedih.
Apakah dia bisa kembali?
"Ayo... lebih cepat menyelesaikan misi lebih baik"
Qing Lianshui tidak sabar melakukan misi pertamanya.
Ketiganya terus berjalan dari hutan warcraft lapisan 1 hingga 3 dengan sangat mudah, tapi langkah kedua Qing Lianxue dan Qing Lianshui ketika mulai memasuki lapisan 4 segera waspada. Qing Lianxue sengaja meminta Zi yaolei menghilangkan aura binatang sucinya, untuk melatih pengalamannya sendiri dan juga adiknya Qing Lianshui.
Waktu sudah berlalu satu minggu, dari waktu misi ini tinggal 2 minggu lagi, tetapi mereka bertiga belum melihat lotus cahaya, bahkan lotus biasa pun tidak terlihat di rawa ini.
__ADS_1
Untuk memastikan ada atau tidak, ketiganya membuat tenda si sekitar rawa dan mulai memastikan lagi.
Tiba-tiba ada sedikit cahaya yang bersinar di sudut tergelap rawa, pada saat keduanya ingin mengambil bunga cahaya, rawa bergetar dan warcraft yang tampak seperti buaya keluar dari dalam rawa.
Firasat bahaya melintas di pikiran Qing Lianxue, lalu melihat ke arah Qing Lianshui dan berkata
"Xioshui siapkan pedang, serang!!"
Dimana Qing Lianshui berani menunda kata-kata kakaknya melihat warcraft berbahaya di depannya, mengeluarkan pedangnya dan mulai menyerang secara bersamaan dengan Qing Lianxue.
Keduanya terkejut serangan pedang hanya sedikit melukai Warcraft itu.
Pikiran Qing Lianxue mulai bermartabat, tapi dia tidak mau menyerah bahkan sebelum mulai menggunakan sihirnya dan serangan telapak tangan spiritualnya.
Warcraft buaya langsung mengamuk setelah serangan keduanya gagal dan menyerang keduanya secara brutal, jadi Qing Lianxue tidak lagi ingat untuk menggunakan sihirnya dan hanya aktif menghindari serangan warcraft buaya, tapi tetap saja keduanya masih terkena dan terdapat beberapa luka di tubuh keduanya.
"Jika saja aku bisa mengeluarkan petir, warcraft buaya ini pasti sudah mati terpanggang"
Qing Lianxue mulai bergumam tidak jelas sambil menghindari serangan ganas Warcraft buaya.
"Kakak Xue, kamu adalah penyihir petir junior Mage tingkat 4 puncak"
Kenapa kakaknya lupa menggunakan sihirnya saat seperti ini.
"Xioshui kamu benar"
Mengangkat tangannya petir keluar dari telapak tangannya, matanya menyipit berbahaya. Lalu menatap Qing Lianshui mengisyaratkan sesuatu dan melihat dia mulai mengerti Qing Lianxue tenang.
Segera petir ditangan Qing Lianxue mulai membesar dan membentuk seperti ular setebal ember cucian.
"Rasakan serangan ini 'ular petir'.
Serangan petir junior Mage Qing Lianxue berbeda dari penyihir tingkat yang sama dengannya, tingkat serangan sihir petir Qing Lianxue lebih kuat 10 kali lipat dari yang lainnya, karena dia sudah mengontrak hewan legendaris Zi Dapeng.
Ratapan menyakitkan terdengar dariĀ arah warcraft buaya yang sedang tersiksa dengan petir tidak bermoral Qing Lianxue, setengah jam kemudian ratapan berhenti dan warcraft buaya itu hanya bisa disebut buaya panggang sekarang.
Untungnya tadi Qing Lianxue masih ingat untuk menyuruh Qing Lianshui untuk memindahkan bunga lotus cahaya, sebelum Qing Lianxue menyerang dengan sihir petir.
Jika tidak bunga lotus cahaya sekarang sudah menjadi abu.
Tatapan Zi yaolei selalu ke arah Qing Lianxue saat bertarung, apalagi saat Qing Lianxue terluka karena serangan warcraft buaya, dia tidak tahu kenapa hatinya dipenuhi kemarahan dan ingin merobek warcraft buaya itu berkeping-keping.
"Kembali, bagaimana?"
Masih ada kekhawatiran dalam pertanyaannya.
"Semua beres! Besok kita kembali ke kota Wuzong, lalu mengambil 1000 poin dan uang milik kita"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu dia mulai membersihkan semua lukanya dan meminum pil penyembuhan. Kemudian Qing Lianxue tertidur pulas dan senyum tak hilang dari wajahnya walaupun tertidur.
Qing Lianshui dan Zi yaolei melihat Qing Lianxue seperti ini mulai tertawa dengan menutup mulutnya. Sebenarnya jika mereka tidak takut membangunkan Qing Lianxue, keduanya akan tertawa lepas.