
Ruangan itu kembali hening,
Qing Wan kembali bersandar di kursi dan menutup matanya.
Di sisi lain, Qing Lianxue sudah sampai di sebuah rumah yang terbilang sederhana dan langsung masuk ke dalamnya.
"Pekerjaan Ji Hua memang bagus, rumah ini cocok untuk drama yang terjadi besok" kata Qing Lianxue sambil menatap sekeliling rumah.
"Kakak Xue! Aku sebenarnya sedikit gugup tentang besok"
Keluh Qing Lianshui pada kakaknya.
"Kenapa harus gugup? Ayo tidur yang baik untuk malam ini"
Kata Qing Lianxue sambil berjalan ke arah kamarnya, lalu membuka pintu dan dia terkejut melihat Qinglong sudah ada di tempat tidurnya.
"Qinglong bukankah masih ada kamar lainnya?" Tanya Qing Lianxue.
"Tidurlah, aku sangat lelah hari ini menjadi bantalmu di restoran"
Jawab Qinglong dengan lidah beracunnya.
Qing Lianxue tersedak tidak tahu harus menjawab apa lagi, jadi dia naik ke atas kasur dan berbaring dengan wajah cemberut.
Melihat tingkah lucu Qing Lianxue, senyum lembut tersungging di bibir Qinglong. Dia mendekat dan memeluk pinggang Qing Lianxue, lalu berkata.
"Tidurlah sudah malam"
"Xio longlong! Kamu...apa.."
Qing Lianxue ingin melawan tapi percuma, karena kekuatan Qinglong lebih besar darinya.
"Jika kamu terus melawan, aku tidak bisa menjamin akan terjadi hal yang lain di tengah malam nanti"
Kata Qinglong dengan suara yang dalam dan magnetis tepat di telinga Qing Lianxue.
"Kamu..."
Mendengar perkataan Qinglong, dia sedikit takut jadi dia berkompromi untuk tidur, pelukan ini lumayan
juga membuat dia merasa hangat.
Sementara itu Qing Lianshui sudah selesai mandi, lalu ketika dia masuk ke dalam kamar, dia melihat Qinglong memeluk kakaknya tidur. Jujur saja hatinya asam dan sangat cemburu, jadi saat tidur dia juga memeluk
Qing Lianxue dan mulai tertidur.
Tapi yang tidak diketahui oleh Qing Lianshui, bahwa Qinglong belum tertidur dan melihat rasa asam dan kecemburuan di mata Qing Lianshui.
Rasa cemburu juga memenuhi hati Qinglong sekarang dan mata hijaunya menjadi semakin dingin.
'Xuexue hanya akan menjadi milikku'
Kemudian dia memejamkan matanya dan tertidur pulas.
Keesokan paginya, Qing Lianxue bangun dari tidurnya. Ketika dia membuka matanya, dia melihat wajah xioshui sangat dekat dengannya. Dibandingkan dengan dua tahun yang lalu, fitur wajah adiknya menjadi lebih cantik.
Qing Lianxue hampir tidak percaya kenapa dia tidak pernah melihat adik laki-lakinya cantik. Dia mengulurkan tangannya dan menyentuh pipinya, lalu hidungnya, kemudian di bibirnya. Tiba-tiba seperti ada aliran listrik yang mengalir ke jantungnya, lalu dia mulai melepaskan tangannya karena terkejut.
Belum pulih dari keterkejutannya,
Qing Lianxue dipeluk dari belakang oleh Qinglong.
"Pagi Xioxue"
__ADS_1
Kata Qinglong.
"Pagi xio longlong"
Jawab Qing Lianxue dengan wajahnya yang memerah.
Melihat wajah Qing Lianxue yang memerah, senyuman di wajah Qinglong menjadi lebih dalam.
"Oh..xio longlong, aku harus mandi sekarang!" Kata Qing Lianxue agak kesal, karena dia tidak tahu kenapa jantungnya bisa berdetak kencang saat tangannya menyentuh bibirnya xioshui, juga dipeluk oleh Qinglong seperti ini benar-benar akan membuat jantungnya semakin berdetak lebih kencang.
Qinglong sangat kooperatif dan melepaskan pelukannya, tapi senyum di wajahnya tidak pernah hilang.
Kemudian Qing Lianxue membangunkan Qing Lianshui dari tidurnya dan menepuk bahunya beberapa kali.
"Xioshui ayo bangun dan bersiap-siap sebelum mereka datang"
"Em....ya, kakak Xue"
Jawab Qing Lianshui sambil menguap. Lalu dia segera bangun dan pergi ke kamar mandi.
Qinglong sekarang hanya bisa kembali ke dalam ruang chaos bead.
Sementara itu Qing Lianxue sedang memakai baju warna putih yang sederhana, lalu dia mulai mengubah warna rambut dan pupil matanya menjadi hijau. Kemudian dia memakai cadar putih yang senada dengan baju yang dipakainya.
Qing Lianshui juga sudah siap dengan cadarnya. lalu dia berjalan ke arah
Qing Lianxue dan berkata
"Kakak Xue! Aku sudah siap"
"Ayo keluar! Seharusnya mereka akan segera sampai ke sini"
Qing Lianxue berkata sambil terus berjalan ke luar rumah.
"Kalian berdua hentikan!"
Kata penjaga bayangan.
Keduanya berhenti dan berbalik, lalu memperlihatkan ketakutan di wajah keduanya dan Qing Lianxue berkata
"Kalian... siapa kalian! Lari...."
"Tunggu nona Lianxue!"
Kata penjaga bayangan.
"Kenapa kalian tahu namaku? Tidak! Kalian pasti pembunuh bayaran yang dikirim untuk membunuhku"
Kata Qing Lianxue dengan gemetar.
"Nona Lianxue kami adalah Penjaga bayangan yang dikirim oleh patriak"
Penjaga bayangan berkata dengan suara yang serius.
"Benarkah?"
Tanya Qing Lianshui tidak yakin.
"Itu benar! Patriak sudah mencari nona Lianxue selama 3 tahun, jadi pulanglah sekarang. Patriak sudah sangat merindukan nona"
Kata penjaga bayangan membujuk.
Wajah Qing Lianxue terlihat bingung, lalu Qing Lianxue sepertinya membisikkan sesuatu di telinga
__ADS_1
Qing Lianshui, tidak lama keduanya berbisik wajah Qing Lianxue terlihat tegas, dan dia berkata
"Baiklah aku akan pulang ke keluarga Qing dengan kalian"
"Silahkan naik nona Lianxue"
Kata penjaga bayangan sambil membuka pintu gerbong kereta.
Melihat ini, Qing Lianxue dan Qing Lianshui keduanya naik ke dalam gerbong kereta. Keduanya terlihat sangat lelah setelah berlari, lalu keduanya tertidur pulas.
"Nona Lianxue sudah tertidur, apakah dia tidak takut ini hanyalah jebakan. Untungnya kita benar-benar dari patriak"
"Yang di sebelahnya, apakah itu selirnya? Terlihat sangat cantik walaupun ditutup dengan cadar"
"Bukan! Kalian diam. Yang disebelahnya adalah penjaganya"
"Tapi terlihat sangat cantik, sayang sekali hanya penjaga"
Qing Lianshui mendengar semua perkataan dari penjaga bayangan.
Hatinya sakit, dia hanya seorang penjaga jadi jika kakak Xue menyukainya dia bisa menjadi selir.
Jika kakak Xue tidak menyukainya
dia akan di serahkan pada wanita
Lainnya. Tangannya terkepal erat memikirkan semua ini.
Kereta sudah sampai di gerbang keluarga Qing, keduanya bangun dan melihat lagi gerbang keluarga Qing, mereka berdua saling memandang dan mulai tersenyum.
Sesampainya kereta di depan manor keluarga Qing, keduanya turun dari kereta dan tidak ada yang menyambut mereka berdua, jadi itu diharapkan oleh keduanya.
Lalu datang seorang pelayan, dia perlahan membungkuk walaupun wajahnya sangat enggan, pelayan itu bahkan tidak menyembunyikan jijik di matanya, dia berkata agak kasar.
"Nona Lianxue patriak sekarang menunggu di ruang belajar"
"Tuntun kami ke sana"
Kata Qing Lianxue dengan tenang.
Walaupun enggan pelayan itu tetap harus melakukan tugasnya, jadi dia hanya mendengus lalu menuntun Qing Lianxue dan Qing Lianshui ke dalam ruang belajar patriak.
Melihat pintu ini ada perasaan campur aduk dalam hatinya, lalu Qing Lianxue segera mengetuknya.
Lalu suara yang dingin dan dipenuhi dengan keagungan seorang patriak terdengar dari dalam ruangan.
"Masuk"
Mendengar suara ini Qing Lianxue membuka pintunya, lalu Qing Lianxue dan Qing Lianshui masuk ke ruang belajar patriak.
Saat masuk ke dalam ruang belajar, mata kusam dan penakut Qing Lianxue, segera berubah menjadi cemerlang dan dingin.
Melihat perubahan di mata Qing Lianxue yang sangat berbeda, Qing Wan berkata dengan suara yang dingin, tapi sikapnya kepada Qing Lianxue masih suam-suam kuku.
"Xue'er kamu sudah berubah"
"Nenek orang yang sudah mengalami kematian, pasti akan berubah"
Kata Qing Lianxue sambil memperlihatkan tanda petir ungu kecil di bahunya.
Melihat tanda petir itu, dua baris air mata mengalir di pipi Qing Wan. Lalu dia mulai berjalan dan memeluk Qing Lianxue dan berkata
"Cucuku yang baik, Xue'er"
__ADS_1